Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Investasi Energi Dunia Melonjak ke Rekor 3,3 Triliun Dollar AS pada 2025

Kompas.com, 6 Juni 2025, 19:08 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

Sumber Reuters

KOMPAS.com - Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan bahwa investasi global di sektor energi akan mencapai tingkat tertinggi sepanjang sejarah pada tahun 2025, mencapai 3,3 triliun dollar AS.

Peningkatan besar ini didorong terutama oleh lonajkan pengeluaran di bidang energi bersih, menunjukkan adanya daya tahan dan prioritas investasi bahkan di tengah gejolak ekonomi dan politik dunia.

Laporan Investasi Energi Dunia tahunan IEA mencatat pada tahun 2025, investasi global akan didominasi oleh teknologi energi bersih termasuk terbarukan, nuklir, dan penyimpanan energi, yang akan menarik dana 2,2 triliun dollar AS.

Jumlah ini dua kali lipat dari investasi yang dialokasikan untuk bahan bakar fosil.

Baca juga: Duit China Dorong Transisi Energi ASEAN, tapi Politik Global Menahan

"Beberapa investor mengambil pendekatan 'tunggu dan lihat' terhadap persetujuan proyek energi baru. Namun proyek-proyek energi yang sudah berjalan belum menunjukkan dampak negatif yang signifikan," kata Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol, dikutip dari Reuters, Jumat (6/6/2025).

Tenaga surya diperkirakan menjadi penerima manfaat terbesar, dengan investasi yang diperkirakan mencapai 450 miliar dollar pada tahun 2025.

Sementara investasi untuk penyimpanan baterai diprediksi melonjak hingga sekitar 66 miliar dollar AS.

Baterai adalah solusi kunci untuk mengatasi masalah ketidakstabilan pasokan dari energi terbarukan seperti surya dan angin, karena kemampuannya menyimpan energi berlebih dan melepaskannya saat dibutuhkan.

Akan tetapi, meskipun perannya krusial, investasi pada teknologi baterai masih belum secepat atau sebesar investasi yang telah dicurahkan untuk pembangkit surya dan angin itu sendiri.

Baca juga: Perubahan Iklim Ancam Energi Angin, Potensinya Bisa Berkurang

Sebaliknya, IEA memproyeksikan penurunan yang signifikan dalam investasi di sektor minyak dan gas pada tahun 2025, terutama pada bagian hulu.

Penurunan ini didorong oleh kombinasi harga minyak yang rendah dan perkiraan bahwa permintaan minyak di masa depan juga akan berkurang. Yang terpenting, ini adalah penurunan pertama yang terjadi di sektor ini sejak dampak parah pandemi Covid-19 pada tahun 2020.

IEA juga memperingatkan bahwa investasi global pada infrastruktur jaringan listrik sebesar 400 miliar dollar AS per tahun tidak seimbang dengan besarnya investasi yang masuk ke pembangunan pembangkit listrik baru dan peningkatan penggunaan listrik.

Ketidakseimbangan ini berisiko menciptakan risiko terhadap keamanan pasokan listrik.

Untuk menjaga stabilitas dan keandalan pasokan listrik, investasi pada jaringan listrik harus ditingkatkan secara drastis hingga menyamai investasi pada pembangkitan listrik pada awal tahun 2030-an.

Namun, ada hambatan serius yang memperlambat kemajuan ini, yaitu proses birokrasi yang rumit dalam perizinan dan terbatasnya ketersediaan peralatan kunci seperti transformator dan kabel di pasar global.

Pola investasi masih sangat tidak merata secara global, dengan banyak negara berkembang berjuang untuk memobilisasi modal bagi infrastruktur energi, sementara China mendominasi investasi energi bersih global dengan hampir sepertiga dari total keseluruhan.

Baca juga: IESR Dorong ASEAN JETP, Potensi Dana Transisi Energi Capai Rp 2.000 Triliun

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
LSM/Figur
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Pemerintah
Tren Belanja Online: Konsumen Makin Pilih Kemasan Ramah Lingkungan
Tren Belanja Online: Konsumen Makin Pilih Kemasan Ramah Lingkungan
Pemerintah
Kapasitas PLTS Indonesia Baru 1,5 GW, AESI Soroti Hambatan Capai Target 100 GWp
Kapasitas PLTS Indonesia Baru 1,5 GW, AESI Soroti Hambatan Capai Target 100 GWp
Swasta
Studi: Janji Target Iklim Perusahaan Ternyata Minim Realisasi Anggaran Hijau
Studi: Janji Target Iklim Perusahaan Ternyata Minim Realisasi Anggaran Hijau
Pemerintah
BPDLH Siapkan Skema 'Blended Finance' untuk Hadapi Risiko Bencana Iklim
BPDLH Siapkan Skema "Blended Finance" untuk Hadapi Risiko Bencana Iklim
Pemerintah
Pesan yang Gugah Emosi Lebih Ampuh Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Pesan yang Gugah Emosi Lebih Ampuh Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
LSM/Figur
United Tractors Gelar Wisuda 'Release Stunting' 2026
United Tractors Gelar Wisuda "Release Stunting" 2026
Swasta
PBB Sebut Target Batas Suhu Iklim 1,5 Derajat C Kian Sulit Dicapai
PBB Sebut Target Batas Suhu Iklim 1,5 Derajat C Kian Sulit Dicapai
Pemerintah
Indonesia Disebut Belum Resmi Ajukan Dana 'Loss and Damage', BPDLH Klaim Sudah Kirim Dua Proposal
Indonesia Disebut Belum Resmi Ajukan Dana "Loss and Damage", BPDLH Klaim Sudah Kirim Dua Proposal
LSM/Figur
Gelombang Panas Laut Ancam Kesehatan Anak-Anak Pesisir
Gelombang Panas Laut Ancam Kesehatan Anak-Anak Pesisir
Pemerintah
Industri Batu Bara di Tengah Transisi Energi, Bappenas Sebut Pekerja Informal Paling Sulit Beralih
Industri Batu Bara di Tengah Transisi Energi, Bappenas Sebut Pekerja Informal Paling Sulit Beralih
Pemerintah
Emisi Industri Fashion Naik 14 Persen Hanya dalam 2 Tahun
Emisi Industri Fashion Naik 14 Persen Hanya dalam 2 Tahun
Pemerintah
Bahaya Pestisida, Hampir 50 Persen Petani Dunia Keracunan Tiap Tahun
Bahaya Pestisida, Hampir 50 Persen Petani Dunia Keracunan Tiap Tahun
Pemerintah
Kerusakan Tanah Dunia Mengkhawatirkan, PBB Soroti Solusi yang Belum Maksimal
Kerusakan Tanah Dunia Mengkhawatirkan, PBB Soroti Solusi yang Belum Maksimal
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau