Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Studi: Polusi Suara Manusia Ancam Kesejahteraan Fauna di Antartika

Kompas.com, 7 Juni 2025, 09:03 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

Sumber PHYSORG

KOMPAS.com - Studi yang dilakukan oleh Universitas Republik Uruguay (Udelar) dan Universitas Pompeu Fabra (UPF) menemukan bahwa polusi suara yang dihasilkan oleh aktivitas manusia di beberapa area Antartika dapat berdampak negatif pada kesejahteraan fauna di area tersebut.

Studi tersebut mencatat bahwa kebisingan yang dihasilkan oleh manusia dapat menjadi pemicu stres yang signifikan bagi fauna Antartika.

Sayangnya, konsekuensi negatifnya sejauh ini selalu diremehkan.

Mengutip Phys, Jumat (6/6/2025), peningkatan aktivitas manusia di Antartika, termasuk operasi ilmiah dan logistik, telah menimbulkan kekhawatiran serius tentang dampak kebisingan yang mereka hasilkan terhadap lingkungan alam di sana.

Untuk memahami dampak ini lebih lanjut, sebuah studi spesifik yang dilakukan oleh peneliti dari Udelar dan UPF telah menganalisis efek kebisingan dari sebuah generator listrik di Area Lindung Khusus Antartika (ASPA) nomor 150 yang terletak di Pulau Ardley.

Baca juga: KKP Dorong Penataan Ruang Laut Demi Keberlanjutan Ekosistem

Studi ini kemduian dipublikasikan di jurnal Ecological Informatics.

Fokus utama studi yaitu melakukan verifikasi apakah kebisingan dari generator listrik yang berjarak 2 km dapat mencapai dan mengganggu area lindung di Pulau Ardley.

Sebagai informasi, pulau tersebut adalah tempat berkembang biak penting bagi burung laut  seperti penguin, petrel, dara laut, dan skua.

Pulau juga dikunjungi oleh mamalia laut, berbagai spesies anjing laut, singa laut Antartika, anjing laut gajah yang pergi ke sana untuk mencari makan atau berganti kulit.

Peneliti kemudian merekam suara-suara dari beberapa area di Pulau Ardley selama musim panas tahun 2022 dan 2023.

Pulau ini terletak sangat dekat dengan semenanjung Fildes, salah satu area terpadat di Antartika karena beberapa pangkalan dari berbagai negara berada di sana.

Penelitian telah berhasil membuktikan bahwa kebisingan dari generator di Antartika memang terdengar jelas di Area Lindung Khusus (ASPA). Namun, temuan penting ini belum cukup untuk memahami dampak penuhnya.

Baca juga: Bagaimana Serigala Menjaga Keseimbangan Ekosistem?

Oleh karena itu, penelitian di masa mendatang harus fokus pada identifikasi efek spesifik yang ditimbulkan kebisingan tersebut terhadap perilaku beragam spesies hewan yang mendiami area lindung tersebut.

Kebisingan yang disebabkan oleh manusia dapat memengaruhi komunikasi dan interaksi sosial hewan, yang bergantung pada sinyal akustik.

Para peneliti menjelaskan bahwa sinyal akustik sangat penting untuk komunikasi dan interaksi sosial berbagai spesies dan penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa kebisingan yang dibuat oleh manusia merupakan pemicu stres lingkungan utama bagi hewan.

Akan tetapi, hingga saat ini sebagian besar penelitian tentang subjek tersebut berfokus pada ekosistem laut, sedangkan penelitian saat ini berfokus pada dampak polusi kebisingan pada spesies darat.

Martín Rocamora, anggota kelompok penelitian Teknologi Musik (MTG) dari Departemen Teknik UPF mengatakan hewan biasanya merespons paparan kebisingan dengan mengubah perilaku mereka yang biasa, termasuk perubahan jenis dan frekuensi vokalisasi serta efisiensi dalam mencari makan dan merespons predator. Mereka juga dapat mengalami kehilangan pendengaran atau peningkatan kadar hormon stres.

Peneliti pun mendesak untuk meningkatkan pemahaman dan tindakan terkait polusi suara di Antartika.

Untuk mewujudkan hal ini, mereka merekomendasikan dua hal utama yakni melakukan pemantauan suara secara rutin dan menerapkan berbagai strategi untuk mengurangi dampak kebisingan yang dihasilkan oleh aktivitas manusia di seluruh wilayah Antartika.

Baca juga: Harga Serangga untuk Pertanian: Tanpanya, Rp 300 Triliun Melayang

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Swasta
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pemerintah
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
LSM/Figur
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau