Penulis
KOMPAS.com - Wirausaha sosial di kawasan Asia Tenggara memegang peran strategis dalam menghadirkan inovasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan dan sosial di tingkat akar rumput.
Namun, tantangan terbesar yang sering kali menghambat pertumbuhan mereka adalah kesulitan dalam memperluas skala bisnis tanpa mengorbankan esensi dampak jangka panjang.
Tanpa penguatan kapasitas, akses pasar, dan dukungan teknologi yang tepat, banyak solusi potensial yang akhirnya mandek di tengah jalan.
Menjawab tantangan tersebut, ASEAN Foundation bersama SAP meluncurkan ASEAN Social Enterprise Development Programme (ASEAN SEDP) Elevate.
Inisiatif ini hadir untuk memperkuat ekosistem wirausaha sosial di 10 negara anggota ASEAN melalui pendampingan terarah, perluasan jejaring, hingga integrasi teknologi Business AI.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa keberlanjutan masa depan Asia Tenggara tak hanya bergantung pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga pada penguatan kapasitas para inovator lokal agar mampu tumbuh tangguh, inklusif, dan meluas dampaknya.
“ASEAN SEDP merupakan bagian dari komitmen kami untuk membangun ekosistem ASEAN yang lebih terhubung dan inklusif, di mana wirausaha sosial dapat berkolaborasi dan mengakses peluang di luar pasar domestik mereka," ujar Executive Director ASEAN Foundation, Piti Srisangnam.
"Melalui ASEAN SEDP Elevate, kami terus membuka jalur bagi wirausaha sosial untuk berkembang dan memperluas dampak positif mereka,” lanjutnya.
Tahun ini, sebanyak 17 wirausaha sosial alumni dari 10 negara anggota ASEAN terpilih mengikuti ASEAN SEDP Elevate. Program ini dirancang berdasarkan kebutuhan masing-masing wirausaha sosial melalui lima jalur pendampingan khusus, yaitu Market Access, Investment Readiness, Social Impact, AI, dan Custom Track.
Melalui kemitraan dengan ASEAN Foundation, SAP mendukung pelaku wirausaha sosial dalam membangun kapabilitas digital dan kepercayaan diri memanfaatkan teknologi dalam menjawab tantangan bisnis nyata serta menciptakan dampak berkelanjutan.
SAP akan memimpin rangkaian Masterclass yang menjadi bagian utama dari program ini. Para alumni dibekali kapabilitas dan perangkat AI yang aplikatif untuk membantu menjawab berbagai tantangan terkait akses pasar, kesiapan investasi, hingga pengukuran dampak sosial.
“Di SAP, kami percaya bahwa transformasi digital yang bermakna dimulai ketika masyarakat memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk menerapkan teknologi dalam menjawab tantangan nyata," ujar President and Managing Director SAP Southeast Asia, Liher Urbizu.
"Keyakinan inilah yang menjadi landasan kemitraan kami dengan ASEAN Foundation melalui ASEAN SEDP Elevate," tambahnya.
Dia menjelaskan pihaknya tidak hanya memberikan akses terhadap perangkat AI, tetapi juga berinvestasi pada para wirausahawan dan inovator yang mendorong perubahan positif di komunitas.
"Dengan membekali wirausaha sosial dengan kapabilitas digital dan AI yang aplikatif, kami turut mendukung terciptanya ekonomi yang lebih tangguh, inklusif, dan siap menghadapi masa depan di Asia Tenggara,” jelas Liher Urbizu.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya