Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini

Kompas.com, 26 September 2026, 12:44 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

 

KOMPAS.com - Edukasi mengenai lingkungan sering kali berhenti pada wacana teoritis di dalam kelas. Padahal, membentuk karakter generasi muda sadar akan dampak konsumsi membutuhkan pendekatan menyentuh kebiasaan harian mereka, seperti aktivitas jajan di sekolah.

Ketika anak-anak diajarkan memahami hubungan antara apa yang mereka konsumsi dan sampah kemasan yang dihasilkan, kebiasaan memilah sampah bukan lagi sebatas kewajiban, melainkan tumbuh menjadi bagian dari kesadaran sosial.

Langkah inilah yang diusung melalui perluasan gerakan edukatif "Bijak Jajan Cinta Bumi 2026".

Setelah sebelumnya menjangkau lebih dari 20.000 siswa di Surakarta, program ini kini hadir di Kabupaten Sumedang, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dengan target 23.000 penerima manfaat di 30 sekolah lintas tingkatan SD hingga SMA/SMK (25/9/2026).

Peresmian gerakan ditandai di SD Negeri (SDN) Tegalkalong, Kabupaten Sumedang, melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah setempat.

Program ini membawa tiga pilar edukasi utama: pemilihan jajanan yang aman dan bergizi, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pengelolaan sampah kemasan secara bertanggung jawab lewat metode simulasi dan permainan interaktif.

Head of Corporate Communication and External Relations Garudafood, Dian Astriana, menegaskan pentingnya intervensi kebiasaan sejak usia sekolah sebagai investasi masa depan.

"Bijak Jajan Cinta Bumi merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan diri generasi muda dan kelestarian lingkungan. Kami percaya, kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini di bangku sekolah akan tumbuh menjadi budaya yang mengakar kuat di masa depan," ujar Dian.

Sinergi antara sektor usaha dan edukasi publik ini mendapat sambutan positif dari pemerintah daerah. Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menilai pendampingan mengenai literasi jajanan dan pemilahan limbah menjadi instrumen penting pembentukan karakter siswa.

"Kami mengapresiasi inisiatif Garudafood yang menghadirkan program edukasi seperti ini di Sumedang. Pendidikan mengenai jajanan sehat dan pengelolaan sampah adalah bagian penting dari upaya kami membentuk generasi muda Sumedang yang tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan," jelasnya.

Edukasi Ekonomi Sirkular Melalui Fasilitas Konkret

Guna memastikan praktik pemilahan sampah berjalan secara konsisten, fasilitas penunjang berupa Dropbox Sampah Kemasan (DSK) khusus limbah kertas dan plastik mulai ditempatkan di area sekolah.

Penyerahan unit DSK secara simbolis dilakukan Dian Astriana kepada Kepala SDN Tegalkalong, Siti Masitoh, disaksikan langsung oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan.

Seluruh sampah yang terkumpul nantinya diangkut dan diolah secara bertanggung jawab melalui kemitraan dengan pengelola limbah profesional. Menariknya, unit DSK yang disediakan juga berfungsi sebagai alat peraga pendidikan sirkular.

Setiap unit fasilitas tersebut diproduksi dari material daur ulang Multilayer Plastic (MLP). Pembuatan satu unit DSK memanfaatkan sekitar 42 kilogram sampah plastik pascakonsumsi, sehingga total 30 unit yang disebar diperkirakan menyerap lebih dari 1,2 ton limbah MLP.

Melalui integrasi ini, para siswa dapat melihat secara langsung bagaimana sampah kemasan yang dipilah dapat bertransformasi kembali menjadi barang berdaya guna.

Kepala SDN Tegalkalong, Siti Masitoh, menyampaikan bahwa metode belajar yang aplikatif ini memudahkan anak-anak dalam mengadopsi pola hidup bersih. "Kami menyambut sangat baik gerakan Bijak Jajan Cinta Bumi ini.

Program ini membantu kami menanamkan kebiasaan jajan sehat dan cinta lingkungan kepada siswa dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Kami berharap semangat ini terus dibawa anak-anak hingga ke rumah dan lingkungan sekitar mereka," ungkap Siti Masitoh.

Baca juga: Sambil Tunggu Hibah dari Jakarta, Pemkot Bogor Bakal Beli 5 Truk Sampah pada 2027

Guna memperkuat partisipasi siswa, kegiatan ini juga dilengkapi dengan kompetisi kreasi daur ulang serta lomba poster mini.

Penanaman kebiasaan memilah sampah sejak dini ini diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah, melainkan membentuk gaya hidup berkelanjutan yang terbawa hingga ke rumah dan komunitas masyarakat yang lebih luas.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
LSM/Figur
Capaian Dekarbonisasi Pertamina Semester I 2026 Tembus 118 Persen
Capaian Dekarbonisasi Pertamina Semester I 2026 Tembus 118 Persen
Pemerintah
Arah Politik Hukum RUU Perubahan Iklim
Arah Politik Hukum RUU Perubahan Iklim
Pemerintah
Banyak Remaja Hadapi Masalah Mental, Sekolah Perkuat Budaya Saling Peduli
Banyak Remaja Hadapi Masalah Mental, Sekolah Perkuat Budaya Saling Peduli
Swasta
Lonjakan Pusat Data Bakal Picu 'Tsunami' Sampah Elektronik
Lonjakan Pusat Data Bakal Picu 'Tsunami' Sampah Elektronik
Pemerintah
KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah
KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah
Pemerintah
Hadapi Krisis Iklim, Pemda Diminta Tinggalkan Tata Kelola Sektoral
Hadapi Krisis Iklim, Pemda Diminta Tinggalkan Tata Kelola Sektoral
Pemerintah
TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat
TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau