Esther dalam acara pembukaan FIFestival Street Food 2025 pada Selasa (8/7/2025).
Hal ini menjadi fokus FIFGroup dalam mendorong pencapaian SDGs nomor 8, yang menekankan pentingnya pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi inklusif.
Direktur FIFGroup, Esther Sri Harjati, menekankan pentingnya peran pembinaan sebagai jembatan keberlanjutan UMKM. Program ini mencakup mentoring branding, pemasaran online dan offline, workshop perluasan pasar, hingga pendampingan laporan keuangan.
“Selain itu, kami juga mendukung dari sisi pendanaan melalui FINATRA, salah satu unit usaha FIFGroup,” ujar Esther dalam acara pembukaan FIFestival Street Food 2025 pada Selasa (8/7/2025).
Lebih lanjut, Esther menjelaskan bahwa model yang ditawarkan FIFGroup bersifat tanpa bunga. Sejak 2016, sebanyak 3.642 UMKM telah menjadi binaan, dan tahun ini, 770 di antaranya mendapatkan pendanaan baru.
FIFGroup menggunakan indikator seperti kesehatan laporan keuangan dan pertumbuhan omset sebagai cara mengukur keberhasilan. Hal itu memiliki tujuan untuk menciptakan lebih banyak pelaku usaha yang tidak tergantung, tapi bisa mengelola bisnis secara mandiri.
Baca juga: Sampoerna Dorong Inovasi Inklusif Tembakau Bebas Asap, Libatkan UMKM hingga Hotel
Model pembinaan ini juga menyasar kelompok yang kerap terpinggirkan dalam wacana pertumbuhan ekonomi, para purnabakti. FIFGroup membuka kesempatan bagi mereka yang ingin tetap berdaya secara ekonomi meski telah pensiun, serta bagi karyawan aktif yang ingin memulai usaha.
Upaya memperluas pasar juga dilakukan melalui FIFestival Street Food, ajang rutin yang tahun ini melibatkan 25 UMKM binaan dari kawasan Jabodetabek. Festival ini bukan hanya ruang promosi, tapi juga ruang belajar dan validasi produk.
“Lewat festival ini, kami ingin para UMKM percaya diri dan mampu bersaing,” ujar Esther.
Tia, pelaku usaha dari Rebusan.id, merasakan langsung dampak program tersebut. Bagi pelaku usaha seperti Tia, eksistensi di ruang publik memberi peluang lebih besar untuk menjangkau konsumen baru dan menguji kekuatan produk.
Dari sisi pemerintah daerah, dukungan ini dianggap melengkapi upaya pemberdayaan UMKM.
Kepala Seksi Perdagangan Suku Dinas PPKUKM Kota Jakarta Selatan, Lobo Bulo, menilai inisiatif semacam ini menunjukkan peran aktif sektor swasta dalam mendorong ketahanan ekonomi masyarakat.
“UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia, sekaligus simbol ketahanan dan kreativitas bangsa,” ujarnya.
Baca juga: Bank Mandiri Dukung Pesenggiri Festival 2025, Perkuat Ekonomi Kreatif dan UMKM Lampung
Ke depan, tantangannya bukan hanya mendukung lebih banyak pelaku usaha, tapi memastikan bahwa dukungan itu menciptakan sistem yang tangguh dan berkelanjutan.
Maka dari itu, Esther menegaskan komitmen perusahaan untuk terus membangun ekosistem bisnis yang mendukung kemandirian dan pertumbuhan jangka panjang UMKM.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya