Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
CERITA LESTARI

Perkuat Sabuk Hijau Hadapi Krisis Iklim, Pemprov DKI Jakarta Tanam 10.000 Mangrove di 4 Pesisir

Kompas.com, 1 Agustus 2025, 20:18 WIB
Y A Sasongko,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Jakarta sebagai kota pesisir menghadapi tantangan nyata akibat krisis iklim dan kenaikan muka air laut. Kondisi ini menuntut langkah adaptif yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berbasis alam.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menanam 10.000 bibit mangrove secara serentak di empat titik pesisir Ibu Kota, Sabtu (26/7/2025), yang juga bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia.

Sekretaris Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta Rudy Syahrul mengatakan, lokasi penanaman tersebar di Hutan Lindung Angke Kapuk, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Rusun Marunda, dan Kawasan Pelabuhan PT Karya Citra Nusantara (KCN).

Mangrove dipilih sebagai solusi berbasis alam (nature-based solution) karena efektif menahan abrasi. Penanaman mangrove juga mampu memperkuat sabuk hijau pantai serta memperluas ruang terbuka hijau (RTH) kota.

“Total ada 10.000 bibit mangrove yang ditanam serentak di empat lokasi tersebut,” ujar Rudy dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (1/8/2025).

Rudy melanjutkan, aksi tanam bibit mangrove merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan wilayah pesisir Jakarta. 

Penanaman bibit mangrove sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga pesisir Jakarta dari ancaman abrasi dan perubahan iklim. 
Dok. KCN Penanaman bibit mangrove sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga pesisir Jakarta dari ancaman abrasi dan perubahan iklim.

Perkuat ketahanan iklim 

Tak hanya memperingati Hari Mangrove Sedunia, kegiatan ini juga mendukung target tahunan Pemprov DKI untuk merehabilitasi garis pantai sepanjang minimal 1 km setiap tahun.

Ketua Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota Nirwono Joga menegaskan bahwa penanaman mangrove adalah bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

“Ini adalah langkah serius yang menunjukkan komitmen Gubernur (DKI Jakarta Pramono Anung), Pemprov DKI, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Kami berharap, penanaman mangrove tidak hanya dilakukan saat seremoni, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan sepanjang tahun,” ujar Nirwono.

Ia menambahkan, dari total panjang garis pantai Jakarta yang mencapai lebih dari 30 km, penanaman 1 km mangrove per tahun dapat memperkuat ekosistem pesisir serta mencegah dampak abrasi di masa depan.

Direktur Utama PT Karya Citra Nusantara (KCN) Widodo Setiadi (kedua dari kanan) menyerahkan plakat kolaborasi konservasi mangrove kepada perwakilan Pemprov DKI Jakarta. Dok. KCN Direktur Utama PT Karya Citra Nusantara (KCN) Widodo Setiadi (kedua dari kanan) menyerahkan plakat kolaborasi konservasi mangrove kepada perwakilan Pemprov DKI Jakarta.

Kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat

Kegiatan penanaman mangrove juga menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor. 

Salah satu mitra swasta yang terlibat adalah PT Karya Citra Nusantara (KCN). KCN memfasilitasi penanaman mangrove di Pelabuhan Marunda.

Direktur Utama PT KCN Widodo Setiadi mengatakan, pihaknya telah menjalankan program konservasi mangrove sejak 2018 dan menargetkan rehabilitasi sepanjang 4 km hingga 2027.

“Penanaman kali ini merupakan bagian dari tahap kedua konservasi kami yang menargetkan tambahan 600 meter. Kami berharap, upaya ini dapat mendukung target tahunan pemerintah dan sekaligus memperkuat sabuk hijau pesisir Jakarta,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 3.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata ditanam di kawasan Pelabuhan Marunda. Penanaman melibatkan unsur Pemprov DKI, KCN, serta komunitas masyarakat.

Widodo pun menekankan bahwa kolaborasi semacam ini perlu terus dilakukan sebagai bentuk kontribusi dunia usaha dalam menciptakan kawasan industri yang ramah lingkungan.

Selain melibatkan mitra swasta dan pemerintah, kegiatan tersebut juga mengajak masyarakat umum, pelajar, dan relawan untuk turut menanam dan merawat mangrove. 

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya edukasi lingkungan, khususnya kepada generasi muda.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
BRIN Catat Level Keasaman Laut Paparan Sunda 2 Kali Lebih Cepat
BRIN Catat Level Keasaman Laut Paparan Sunda 2 Kali Lebih Cepat
Pemerintah
Belajar dari Sulawesi Tengah, Membaca Peran Perempuan Ketika Bencana Menguji
Belajar dari Sulawesi Tengah, Membaca Peran Perempuan Ketika Bencana Menguji
LSM/Figur
ILO Dorong Literasi Keuangan Untuk Perkuat UMKM dan Pekerja Informal Indonesia
ILO Dorong Literasi Keuangan Untuk Perkuat UMKM dan Pekerja Informal Indonesia
Pemerintah
ULM dan Unmul Berkolaborasi Berdayakan Warga Desa Penggalaman lewat Program Kosabangsa
ULM dan Unmul Berkolaborasi Berdayakan Warga Desa Penggalaman lewat Program Kosabangsa
Pemerintah
PLTS 1 MW per Desa Bisa Buka Akses Energi Murah, tapi Berpotensi Terganjal Dana
PLTS 1 MW per Desa Bisa Buka Akses Energi Murah, tapi Berpotensi Terganjal Dana
LSM/Figur
Bulu Babi di Spanyol Terancam Punah akibat Penyakit Misterius
Bulu Babi di Spanyol Terancam Punah akibat Penyakit Misterius
LSM/Figur
Studi Iklim 2024 Direvisi, tapi Prediksi Dampak Ekonomi Global Tetap Parah
Studi Iklim 2024 Direvisi, tapi Prediksi Dampak Ekonomi Global Tetap Parah
LSM/Figur
Kemenhut Hentikan Sementara Pengangkutan Kayu di Sumatera, Cegah Peredaran Ilegal
Kemenhut Hentikan Sementara Pengangkutan Kayu di Sumatera, Cegah Peredaran Ilegal
Pemerintah
Kukang dan Trenggiling Dilepasliar ke Hutan Batang Hari Jambi
Kukang dan Trenggiling Dilepasliar ke Hutan Batang Hari Jambi
Pemerintah
Cerita Usaha Kerupuk Sirip Ikan Tuna di Bali, Terhambat Cuaca Tak Tentu
Cerita Usaha Kerupuk Sirip Ikan Tuna di Bali, Terhambat Cuaca Tak Tentu
LSM/Figur
Survei HSBC: 95 Persen CEO Anggap Transisi Iklim Peluang Pertumbuhan Bisnis
Survei HSBC: 95 Persen CEO Anggap Transisi Iklim Peluang Pertumbuhan Bisnis
Pemerintah
Ketika Lingkungan Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Ketika Lingkungan Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Pemerintah
Suhu Harian Makin Tidak Stabil, Ini Dampaknya untuk Kesehatan
Suhu Harian Makin Tidak Stabil, Ini Dampaknya untuk Kesehatan
LSM/Figur
Melawan Korupsi Transisi Energi
Melawan Korupsi Transisi Energi
Pemerintah
KLH Sebut Banjir Sumatera Jadi Bukti Dampak Perubahan Iklim
KLH Sebut Banjir Sumatera Jadi Bukti Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau