JAKARTA, KOMPAS.com - Perubahan iklim telah memberikan dampak nyata bagi dunia kerja, mulai dari gangguan kesehatan dan keselamatan kerja akibat cuaca ekstrem, hingga ancaman hilangnya lapangan kerja pada sektor-sektor tertentu.
Menanggapi hal itu, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) meminta pemerintah menyusun peta jalan transisi energi dengan memasukkan aspek perlindungan sosial, termasuk jaminan ketenagakerjaan.
Presiden KSBSI, Elly Rosita Silaban, mengatakan transisi menuju ekonomi hijau adalah sebuah keniscayaan, namun, prosesnya harus memastikan perlindungan hak-hak pekerja.
Baca juga: Hanya Sedikit Orang Indonesia Beli Mobil Listrik Demi Atasi Perubahan Iklim
"Itulah yang kami maksud dengan transisi yang adil," ujar Elly di sela kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) KSBSI di Jakarta, yang disiarkan dalam akun Youtube Media KSBSI TV, Kamis, (14/08/2025).
KSBSI, kata dia, menegaskan kembali komitmennya untuk berperan aktif dalam menghadapi krisis iklim dengan terus mendorong terwujudnya transisi yang adil bagi buruh.
Elly mengatakan, salah satu fokus utama dalam Rakornas KSBSI 2025 adalah membahas strategi serikat buruh dalam menghadapi krisis iklim.
KSBSI terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan serikat buruh (Tripartit) untuk berperan aktif dalam empat hal.
Pertama, memastikan kebijakan iklim nasional selaras dengan perlindungan pekerja. Kedua, mengintegrasikan program pelatihan keterampilan hijau (green skills) untuk tenaga kerja terdampak.
Baca juga: Akademisi UGM: Perubahan Iklim dan Manusia Jadi Pemicu Keringnya Sungai Eufrat
Ketiga, menjamin dialog sosial yang inklusif dalam setiap kebijakan transisi energi dan industri. Keempat, mendorong investasi ramah lingkungan yang juga membuka lapangan kerja layak.
Ia berharap serikat buruh di seluruh Indonesia dapat bersatu dalam agenda lingkungan hidup dan ketenagakerjaan yang berkeadilan.
"Krisis iklim bukan hanya tugas pemimpin serikat buruh, tapi tugas kita semua," ucapnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya