Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Festival Pacu Jalur 2025 Dibuka Menpar, Tradisi yang Hidupkan Ekonomi Lokal dan Wisata Riau

Kompas.com, 21 Agustus 2025, 11:56 WIB
Yakob Arfin T Sasongko,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Di balik riuh suara tepuk tangan dan dentuman gong pembuka, Festival Pacu Jalur membawa denyut ekonomi baru bagi masyarakat Kuantan Singingi, Riau.

Mulai dari perajin perahu tradisional, pelaku kuliner, hingga penyedia homestay, turut merasakan dampak tradisi yang kian menggeliatkan pertumbuhan ekonomi.

Tahun ini, sebanyak 228 jalur atau perahu tradisional ikut serta dalam ajang yang telah menjadi ikon budaya Riau tersebut.

Menariknya, satu di antaranya datang dari Sumatera Barat (Sumbar) sebagai bentuk persaudaraan lintas daerah.

Baca juga: Lestarikan Tradisi, Pacu Jalur 2025 Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Riau

Sementara itu, ratusan UMKM lokal turut hadir dengan menyajikan kuliner khas, kerajinan tangan, hingga produk kreatif yang memikat wisatawan.

Gong yang ditabuh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam membuka festival tersebut menegaskan komitmen pemerintah mendukung penyelenggaraan tradisi daerah di Tanah AIr.

“Festival Pacu Jalur Tradisional adalah salah satu contoh event yang berhasil tumbuh menjadi ikon budaya sekaligus magnet wisata,” ujar Widiyanti dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (21/8/2025).

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bersama jajaran pejabat mengenakan busana tradisional Riau saat pembukaan Festival Pacu Jalur Tradisional 2025 di Teluk Kuantan, Riau.Dok. Istimewa Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bersama jajaran pejabat mengenakan busana tradisional Riau saat pembukaan Festival Pacu Jalur Tradisional 2025 di Teluk Kuantan, Riau.

Ia melanjutkan, Kementerian Pariwisata senantiasa mendukung peningkatan kualitas, baik melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), maupun pengembangan ekosistem event.

Baca juga: Jadwal Melly Mike Tampil di Festival Pacu Jalur 2025

“(Kami turut mendukung) hingga promosi ke pasar domestik dan internasional,” kata Widiyanti.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming turut melepas pawai perdana dengan flag off bendera hijau sebanyak tiga kali.

Gibran pun berkesempatan naik kapal gulang-gulang serta menyaksikan jalannya pawai bersama sejumlah menteri, termasuk Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Pihaknya menekankan bahwa pacu jalur merupakan warisan kebudayaan dan pariwisata Riau yang harus dijaga dan dirawat.

Baca juga: Turis dari Afganistan Terkesima dengan Tradisi Pacu Jalur Riau

“Pemerintah pusat bersama seluruh pemangku kepentingan siap bersinergi untuk memajukan tradisi ini,” kata Gibran.

Dua anak joki jalur dengan busana adat memimpin jalannya perlombaan Pacu Jalur Tradisional 2025 di Sungai Kuantan, Riau. Dengan aba-aba ritmis, mereka memberi semangat kepada para pendayung yang siap mengadu kecepatan perahu tradisional.Dok. Istimewa Dua anak joki jalur dengan busana adat memimpin jalannya perlombaan Pacu Jalur Tradisional 2025 di Sungai Kuantan, Riau. Dengan aba-aba ritmis, mereka memberi semangat kepada para pendayung yang siap mengadu kecepatan perahu tradisional.

Dongkrak ekonomi warga lokal

Dukungan strategis Kemenpar RI juga ditunjukkan melalui promosi masif di kanal digital resmi, pemasangan materi promosi di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, hingga kolaborasi dengan TikTok yang melibatkan 11 mega influencer.

Selain itu, pelatihan homestay dan consumer selling paket wisata Pacu Jalur turut digencarkan untuk memperluas manfaat ekonomi bagi warga lokal.

Festival Pacu Jalur telah masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) sejak 2022 dan bahkan berhasil menembus Top 10 KEN pada 2024.

Baca juga: Perputaran Uang di Festival Pacu Jalur Diperkirakan Capai Rp 75 Miliar

Pada 2025, festival tersebut kembali terpilih sebagai salah satu event unggulan KEN. Kehadirannya bukan hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga mendongkrak ekonomi masyarakat di daerah.

Dengan berbagai strategi itu, Festival Pacu Jalur 2025 tidak hanya mempertahankan warisan budaya, tetapi juga menjadi lokomotif ekonomi kreatif yang memperkuat posisi Riau di kancah pariwisata nasional maupun internasional.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
LSM/Figur
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Pemerintah
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
LSM/Figur
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
Pemerintah
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Pemerintah
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
LSM/Figur
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Pemerintah
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
Pemerintah
4.000 Pekerja Pemilah Sampah Informal di Bantargebang Dapat Jaminan Sosial
4.000 Pekerja Pemilah Sampah Informal di Bantargebang Dapat Jaminan Sosial
Pemerintah
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pemerintah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Pemerintah
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Pemerintah
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
LSM/Figur
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Pemerintah
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau