Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KKP Gandeng Jepang untuk Ekonomi Biru, Kembangkan SDM-Bangun Infrastruktur

Kompas.com, 9 Oktober 2025, 14:44 WIB
Zintan Prihatini,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Japan International Cooperation Agency atau JICA untuk program Ekonomi Biru melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, mengatakan pengembangan SDM dilakukan dalam rangka pembangunan Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) di enam lokasi.

SKPT itu antara lain terbangun di Sabang, Aceh; Natuna, Riau; Morotai, Maluku Utara; Moa, Maluku Barat Daya; Biak, Papua; dan, Saumlaki, Maluku.

"Proyek utamanya adalah proyek pembangunan infrastruktur untuk menyiapkan fasilitas-fasilitas pendukung proyek-proyek SKPT. Sejalan dengan proyek tersebut, kami BPPSDM KP mendapat bantuan berupa technical cooperation untuk menyiapkan SDM di enam lokasi SKPT tersebut," ujar Nyoman saat ditemui di KKP, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2025).

Baca juga: Riau Bisa Dongkrak Ekonomi Biru, Bersaing dengan Singapura

Nyoman menyebutkan bahwa kerja sama terjalin sejak 2021 lalu, namun sempat terhenti lantaran pandemi Covid-19. KKP dan JICA kemudian intensif memberikan pelatihan kepada masyarakat pesisir dan pegawai KKP sendiri pada 2022.

"Harapannya pelaku mendapat teknologi-teknologi adaptif inovatif dari Jepang, officer bisa melakukan keberlanjutan yang harapannya nanti SKPT tersebut diresemikan, ini mereka bisa langsung tune in untuk memanfaatkan SKPT tersebut," tutur dia.

Pelatihan ini tidak hanya dilakukan di Indonesia, melainkan juga di Jepang. Peserta mempelajari teknologi yang berpotensi diadopsi di setiap SKPT milik KKP.

"Kalau officer-nya bisa langsung tune in, copy paste operasional yang ada di pelabuhan-pelabuhan yang sudah established. Kemudian bagi masyarakatnya, tentunya mereka akan mendapat benefit dari pelatihan yang diberikan oleh ahli Jepang, bagaimana penanganan tuna supaya tetap fresh," jelas Nyoman.

Dalam implementasinya, BPPSDM KP melibatkan tiga balai pelatihan utama yang bertugas memberikan pelatihan teknis dan manajerial kepada pelaku serta pejabat daerah yang akan mengelola SKPT.

Selain penguatan kapasitas SDM, proyek kerja sama KKP–JICA mencakup pilot project inovatif di sejumlah lokasi, seperti uji model pengelolaan kawasan, peningkatan efisiensi penangkapan, hingga penguatan koperasi nelayan.

"Proyek yang dibiayai dari pendanaan pemerintah Jepang ini dalam rangka untuk membangun fasilitas SPPT di 6 lokasi tersebut, tentunya kita harus menyiapkan sumber daya manusia yang andal yang bisa menggerakkan SKPT tersebut," ucap Nyoman.

Baca juga: 4 Alasan Tahun 2025 Jadi Titik Balik Ekonomi Biru

Sementara itu, Team Leader Intem Consulting JICA, Yukiyasu Niwa menyatakan kerja sama telah menghasilkan sejumlah capaian penting terutama dalam peningkatan keterampilan teknis dan manajerial di berbagai bidang perikanan. Setidaknya ada empat bidang pelatihan yang dilakukan yakni teknik perikanan, termasuk teknik penanganan di atas kapal, serta pengolahan produk perikanan.

"Ketiga adalah untuk pengelolaan koperasi perikanan, dan yang terakhir untuk pengelolaan pelabuhan. Peserta berhasil mencapai indikator penilaian dengan baik," ungkap Yukiyasu.

Proyek juga menghasilkan Rencana Pengembangan SDM Perikanan Jangka Menengah dan Panjang, yang telah diserahkan kepada BPPSDM KP sebagai panduan strategis pengembangan SDM sektor kelautan.

Rencana ini merupakan rangkuman dari seluruh pekerjaan yang telah dilakukan berupa rencana aksi dan pembelajaran selama pelaksanaan. Kegiatan awalnya digelar untuk melatih instruktur BPPSDM yang membina para penyuluh di lapangan.

"Dengan bantuan para penyuluh inilah kami berusaha bisa meningkatkan kemampuan mulai ketua yang berkerja untuk perikanan, koperasi, dan juga kepada ibu-ibu yang turut membantu melakukan kegiatan pelatihan perikanan," papar Yukiyasu.

"Nanti dari mereka yang mendapatkan pelatihan tahap pertama, diharapkan turut bisa menyebar luaskan ilmu yang telah mereka ke para pelaku pemilik usaha," imbuh dia.

Baca juga: WWF: Koridor Harimau Terputus, Dampak Genetik dan Ekologinya Serius

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pemerintah Dorong Aset Digital Dukung Pembiayaan Berkelanjutan di Sektor Riil
Pemerintah Dorong Aset Digital Dukung Pembiayaan Berkelanjutan di Sektor Riil
Pemerintah
Project R&P Balongan Edukasi Mahasiswa Pentingnya Jaga Keseimbangan Operasional Kilang dan Kelestarian Alam
Project R&P Balongan Edukasi Mahasiswa Pentingnya Jaga Keseimbangan Operasional Kilang dan Kelestarian Alam
BUMN
Biaya Teknologi AI Diperkirakan Terus Membengkak hingga 2027
Biaya Teknologi AI Diperkirakan Terus Membengkak hingga 2027
Pemerintah
Dampak El Nino: Agustus 2026 Jadi Bulan Terpanas dalam Sejarah Bumi
Dampak El Nino: Agustus 2026 Jadi Bulan Terpanas dalam Sejarah Bumi
Pemerintah
Vape Sekali Pakai Bakal Jadi Ancaman Bahaya Lingkungan Baru
Vape Sekali Pakai Bakal Jadi Ancaman Bahaya Lingkungan Baru
Pemerintah
Ancaman 2050: Setengah Penghasilan Keluarga Miskin Habis untuk Makan
Ancaman 2050: Setengah Penghasilan Keluarga Miskin Habis untuk Makan
Pemerintah
Raih 2 TOP GRC Awards 2026, Ethos Dorong Bisnis Berdampak bagi Ekonomi Wilayah
Raih 2 TOP GRC Awards 2026, Ethos Dorong Bisnis Berdampak bagi Ekonomi Wilayah
Swasta
Global Ethics Forum 2026, Menguatkan Etika dalam Pertumbuhan Bisnis
Global Ethics Forum 2026, Menguatkan Etika dalam Pertumbuhan Bisnis
LSM/Figur
Pakar UI: Kebakaran TPA Berulang Tunjukkan Transformasi 'Open Dumping' Belum Efektif
Pakar UI: Kebakaran TPA Berulang Tunjukkan Transformasi "Open Dumping" Belum Efektif
LSM/Figur
Erupsi Gunung Anak Krakatau Jadi Awal Pembentukan Ekosistem Baru
Erupsi Gunung Anak Krakatau Jadi Awal Pembentukan Ekosistem Baru
LSM/Figur
Potensi Unik Mikroba Asli Tanah Sulawesi, Bisa Bantu Pulihkan Lahan Bekas Tambang
Potensi Unik Mikroba Asli Tanah Sulawesi, Bisa Bantu Pulihkan Lahan Bekas Tambang
LSM/Figur
SIG Dorong Penggunaan Bahan Bakar Alternatif untuk Tekan Emisi Industri Semen
SIG Dorong Penggunaan Bahan Bakar Alternatif untuk Tekan Emisi Industri Semen
Pemerintah
Rantai Dingin Jadi Kunci Kurangi Ikan Terbuang, Energi Bersih Didorong untuk Dimanfaatkan
Rantai Dingin Jadi Kunci Kurangi Ikan Terbuang, Energi Bersih Didorong untuk Dimanfaatkan
Swasta
Walhi: Berulangnya Kebakaran TPA karena Buruknya Tata Kelola Sampah
Walhi: Berulangnya Kebakaran TPA karena Buruknya Tata Kelola Sampah
LSM/Figur
KLH: Potensi Ekonomi Karbon Bantu Industri Nikel Lakukan Dekarbonisasi
KLH: Potensi Ekonomi Karbon Bantu Industri Nikel Lakukan Dekarbonisasi
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau