Menurut Adrin, AMDK biasanya mengambil sumber air di akuifer atau lapisan tanah di kedalaman sekitar 60-100 meter, yang terlindungi secara alami dari kontaminasi limbah.
Sementara itu, kedalaman sinkhole hanya sekitar lima meter di bawah tanah. Batu gamping dengan rongga atau porinya tidak mampu menyaring bakteri atau kontaminasi limbah dari permukaan tanah.
"Itu sungai di bawah tanah, bukan air tanah, bukan air yang di ambil di akuifer seperti AMDK," ujar Adrin.
Baca juga: Permintaan Meningkat Tajam, PBB Peringatkan Potensi Krisis Air
Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy mengatakan, klaim bahwa air dari sinkhole di Kabupaten Limapuluh Kota memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit adalah kabar bohong.
Berdasarkan hasil kajian Dinas Kesehatan, air sinkhole memiliki pH di bawah angka 6,5 dan sudah tercemar bakteri E-Coli sehingga berbahaya jika dikonsumsi secara langsung.
"Malahan airnya berbahaya bagi kesehatan karena mengandung bakteri," tutur Vasko kepada Kompas.com, Selasa (13/1/2026).
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya