Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

MagnaMinds Gandeng Thai Autistic Foundation, Perluas Akses Pendidikan Setara

Kompas.com, 21 Februari 2026, 12:03 WIB
Sri Noviyanti

Editor


KOMPAS.com – Inisiatif pendidikan yang digagas anak muda Indonesia, MagnaMinds, memperluas kiprahnya ke tingkat regional melalui program kolaboratif di Bangkok, Thailand, pada Jumat (20/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Thai Autism Vocational Center tersebut melibatkan sekitar 150 anak berkebutuhan khusus, keluarga, serta pendidik.

Sebagai informasi, program tersebut terlaksana melalui kemitraan dengan Thai Autistic Foundation yang dipimpin CEO Chusak Janthayanond, bekerja sama dengan Wat Rachathiwas School. Kolaborasi ini menekankan pendekatan berbasis kebutuhan lokal, dengan memperkuat praktik pendidikan yang telah berjalan alih-alih memperkenalkan sistem baru dari luar.

MagnaMinds sendiri didirikan pada Juli 2025 oleh Ryan Winston Angouw, remaja Indonesia yang berusia 15 tahun.

Baca juga: Berdayakan Neurodiversitas, Ini Upaya Astra Infra dan Yayasan Filoksenia Gaungkan Semangat Inklusi

Nama MagnaMinds merefleksikan keyakinan bahwa neurodiversitas adalah representasi dari beragam bentuk kecerdasan—bahwa cara berpikir besar tidak selalu seragam. Prinsip tersebut menjadi fondasi penyediaan sumber belajar yang terstruktur dan mudah diakses bagi keluarga ataupun pendidik.

Dalam kegiatan di Bangkok, MagnaMinds mendistribusikan berbagai materi pembelajaran kreatif, seperti buku gambar, buku mewarnai, krayon, dan cat air. Perangkat ini dirancang untuk mendukung perkembangan motorik halus, regulasi sensorik, konsentrasi, hingga ekspresi diri anak.

Para pendidik mencatat bahwa ketersediaan materi kreatif secara berkelanjutan membantu meningkatkan keterlibatan siswa dengan kebutuhan belajar yang beragam.

Baca juga: Melawan Intoleransi lewat Jalan Pendidikan

Tak hanya itu, dukungan juga diberikan dalam bentuk perangkat digital, seperti kamera video, laptop, dan komputer, guna menunjang pembelajaran daring. Akses teknologi dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pengajaran, terutama bagi siswa yang memerlukan format belajar fleksibel.

Sebagai bagian dari program, MagnaMinds juga membagikan 100 eksemplar The Neurodiversity Playbook, buku panduan yang ditulis Angouw.

Buku tersebut memuat strategi praktis mengenai inklusi di kelas, pendekatan komunikasi, pertimbangan sensorik, serta akomodasi pembelajaran yang dapat diterapkan tanpa memerlukan sertifikasi khusus atau infrastruktur berbiaya tinggi.

“Inisiatif ini berfokus memastikan perangkat yang praktis benar-benar dapat diakses dan digunakan secara efektif,” ujar Angouw dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (21/2/2026).

Pendidikan inklusif, lanjutnya, menjadi berkelanjutan ketika keluarga dan pendidik memiliki panduan terstruktur yang dapat diterapkan secara konsisten.

Kegiatan di Bangkok tersebut merupakan kelanjutan dari keterlibatan Angouw dalam forum regional pembangunan berkelanjutan.

Baca juga: Dukung Pendidikan Inklusif, Garudafood Beri Beasiswa Santri Tunanetra hingga Anak Prasejahtera

Pada 2025, ia berpartisipasi dalam United Nations Asia-Pacific Forum on Sustainable Development, yang membahas isu inklusi dan akses pendidikan setara bersama pembuat kebijakan, organisasi masyarakat sipil, serta perwakilan pemuda dari berbagai negara.

Menurut Chusak Janthayanond, akses terhadap materi yang dapat langsung digunakan masih menjadi kebutuhan mendesak bagi banyak keluarga dan pendidik di Thailand.

Ia menilai pendekatan berbasis konsultasi memperkuat sistem dukungan yang sudah ada dan memastikan setiap program benar-benar menjawab kebutuhan komunitas.

Perlu diketahui, inisiatif tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya pendidikan berkualitas dan inklusif (SDG poin 4) serta pengurangan kesenjangan (SDG poin 10). Model kolaborasi lintas negara yang dipimpin pemuda ini menunjukkan bagaimana aksi berbasis komunitas dapat menjadi bagian dari solusi pendidikan berkelanjutan.

Ke depan, MagnaMinds akan melanjutkan distribusi perangkat belajar gratis serta menyelenggarakan pelatihan bagi orang tua dan pendidik, terutama di wilayah dengan akses terbatas terhadap panduan terstruktur.

Agenda berikutnya dijadwalkan berlangsung di Manado, Sulawesi Utara, pada 2 Mei 2026.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Studi Ungkap 28 Kebijakan Iklim Efektif Kurangi Emisi, Mana yang Terbaik?
Studi Ungkap 28 Kebijakan Iklim Efektif Kurangi Emisi, Mana yang Terbaik?
LSM/Figur
Banyak Negara Gagal Penuhi Target Pengurangan Risiko Pestisida PBB
Banyak Negara Gagal Penuhi Target Pengurangan Risiko Pestisida PBB
LSM/Figur
Aktivitas Fisik Jadi Upaya Adaptasi Perubahan Iklim, Ini Alasannya
Aktivitas Fisik Jadi Upaya Adaptasi Perubahan Iklim, Ini Alasannya
LSM/Figur
United Tractors Dapat 2 Penghargaan pada Peringatan Bulan K3 Nasional 2026
United Tractors Dapat 2 Penghargaan pada Peringatan Bulan K3 Nasional 2026
Swasta
Kesepakatan Impor Migas RI-AS Dinilai Berisiko bagi Ketahanan Energi Nasional
Kesepakatan Impor Migas RI-AS Dinilai Berisiko bagi Ketahanan Energi Nasional
LSM/Figur
Panas Ekstrem Bisa Batasi Aktivitas Manusia, Lansia Paling Terdampak
Panas Ekstrem Bisa Batasi Aktivitas Manusia, Lansia Paling Terdampak
LSM/Figur
SOBI dan Parongpong RAW Lab, Bantu Masyarakat Ubah Sistem Pangan dan Olah Limbah
SOBI dan Parongpong RAW Lab, Bantu Masyarakat Ubah Sistem Pangan dan Olah Limbah
Swasta
65.000 liter Bahan Kimia Alkali Dituang ke Laut untuk Hadapi Pemanasan Global
65.000 liter Bahan Kimia Alkali Dituang ke Laut untuk Hadapi Pemanasan Global
Pemerintah
Deloitte: Booming Pusat Data Asia Pasifik Uji Ketahanan Sistem Energi Berbagai Negara
Deloitte: Booming Pusat Data Asia Pasifik Uji Ketahanan Sistem Energi Berbagai Negara
Pemerintah
Cara Kurangi Beban Sampah Bantargebang Bisa Dimulai dari Rumah Tangga
Cara Kurangi Beban Sampah Bantargebang Bisa Dimulai dari Rumah Tangga
Pemerintah
DBS Salurkan Rp 11,2 Miliar untuk 5 Bisnis Sosial Indonesia, Bantu Dokter di Desa Pakai AI
DBS Salurkan Rp 11,2 Miliar untuk 5 Bisnis Sosial Indonesia, Bantu Dokter di Desa Pakai AI
Swasta
Perempuan Indonesia Lebih Tekun Belajar AI Dibanding Laki-laki
Perempuan Indonesia Lebih Tekun Belajar AI Dibanding Laki-laki
Swasta
Bumi Memanas Lebih Cepat, Batas 1,5 Derajat Diprediksi Terlampaui Sebelum 2030
Bumi Memanas Lebih Cepat, Batas 1,5 Derajat Diprediksi Terlampaui Sebelum 2030
LSM/Figur
Indonesia Diprediksi Dilanda Gelombang Panas per April, Suhu di Atas Normal
Indonesia Diprediksi Dilanda Gelombang Panas per April, Suhu di Atas Normal
LSM/Figur
THR Tak Bikin Daya Beli Masyarakat Naik, Ahli Jelaskan Penyebabnya
THR Tak Bikin Daya Beli Masyarakat Naik, Ahli Jelaskan Penyebabnya
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau