Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peringatan Hari Air Sedunia, Akses Air Minum Aman di Indonesia Masih Jadi Tantangan

Kompas.com, 12 Maret 2026, 18:30 WIB
Sri Noviyanti

Editor


KOMPAS.com - Peringatan Hari Air Sedunia setiap 22 Maret menjadi pengingat bahwa air bukan sekadar komoditas, melainkan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat.

Momentum peringatan tahun ini bertepatan dengan periode Ramadhan hingga Lebaran, saat konsumsi rumah tangga di Indonesia cenderung meningkat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan konsumsi rumah tangga berkontribusi lebih dari 50 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional. Sementara itu, laporan Redseer Strategy Consultants memperkirakan total belanja masyarakat Indonesia selama Ramadhan 2025 mencapai sekitar Rp 1.188 triliun.

Dalam dinamika tersebut, kebutuhan dasar seperti air minum turut menjadi bagian dari struktur belanja rumah tangga.

Baca juga: Di Balik Panja AMDK: Krisis Penyediaan Air Minum dan Isu Lingkungan yang Terabaikan

Namun demikian, akses terhadap air minum yang benar-benar aman masih menjadi tantangan. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS, lebih dari 90 persen rumah tangga di Indonesia telah memiliki akses terhadap air minum layak. Akan tetapi, proporsi rumah tangga yang memiliki akses terhadap air minum aman—yang memenuhi standar kualitas kesehatan—masih di kisaran 11–12 persen secara nasional.

Kesenjangan tersebut masih terlihat di sejumlah wilayah dan menjadi perhatian dalam upaya pencapaian target United Nations melalui agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030 terkait akses universal terhadap air minum yang aman dan terjangkau.

Program isi galon gratis

Merespons hal itu, Air Minum Biru kembali menjalankan program tahunan Gratis Isi 1 Galon Air Minum Biru yang digelar setiap peringatan Hari Air Sedunia.

Baca juga: 2026, Pemerintah Fokus Bangun Fasilitas Pengelolaan Sampah hingga Air Minum

Program yang telah berlangsung selama lima tahun tersebut memungkinkan masyarakat mendapatkan satu galon air minum secara gratis tanpa syarat pembelian. Warga hanya perlu membawa botol galon kosong milik sendiri ke gerai Biru terdekat.

Pada tahun ini, program diadakan pada Minggu (15/3/2026) secara serentak mulai pukul 08.00-12.00 waktu setempat di 766 gerai yang tersebar di 46 kota dan 15 provinsi di Indonesia.

Tahun ini, pembagian diproyeksikan mencapai sekitar 150.000 galon atau setara 2.850.000 liter air minum dengan estimasi nilai sekitar Rp 1,3 miliar. Angka ini meningkat dibandingkan pelaksanaan 2025 yang mencatat pembagian sekitar 1,28 juta liter air minum kepada masyarakat.

Program mengusung semangat #BiruUntukSemua, yang menegaskan bahwa air minum berkualitas adalah hak semua orang. Inisiatif ini menempatkan akses air minum sebagai bagian dari tanggung jawab sosial yang berkelanjutan, sejalan dengan upaya memperluas pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Baca juga: Dispenser Air Minum Wajib Berlabel Hemat Energi Mulai 2026, Apa Dampaknya ke Masyarakat?

Direktur PT Biru Semesta Abadi Yantje Wongso menegaskan bahwa momentum Hari Air Sedunia harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan.

“Hari Air Sedunia adalah pengingat bahwa akses terhadap air minum aman merupakan kebutuhan dasar yang harus dijaga secara berkelanjutan. Ini bukan isu musiman dan bukan sekadar agenda simbolis. Air minum berkualitas adalah fondasi kesehatan dan produktivitas masyarakat,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (12/3/2026).

Ia menambahkan bahwa kedekatan momentum tahun ini dengan Ramadhan dan Lebaran semakin memperkuat relevansi isu tersebut.

“Ramadhan memang menjadi periode ketika konsumsi rumah tangga meningkat, termasuk kebutuhan air minum. Namun bagi kami, konteks waktunya boleh berubah, urgensinya tetap sama. Air minum berkualitas adalah hak seluruh masyarakat, kapan pun dan dalam kondisi apa pun. Melalui #BiruUntukSemua yang telah kami jalankan selama lima tahun, kami memastikan komitmen itu hadir secara nyata dan konsisten,” jelasnya.

Baca juga: Kepercayaan Publik Global Terhadap Keamanan Air Minum Rendah

Menurut Yantje, keberlanjutan program selama lima tahun menunjukkan bahwa inisiatif tersebut bukan sekadar respons terhadap momentum tahunan, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperluas akses air minum yang aman dan terjangkau.

Lebih dari sekadar peringatan tahunan, Hari Air Sedunia juga menjadi momen refleksi tentang sejauh mana kebutuhan paling esensial masyarakat telah terpenuhi secara merata.

Di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang terus bergerak, memastikan akses terhadap air minum yang aman diharapkan tidak lagi menjadi kesenjangan, melainkan standar dasar yang dapat dinikmati seluruh masyarakat.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
GEF Kucurkan Rp 74,6 Miliar untuk Lindungi Biodiversitas dari Spesies Invasif
GEF Kucurkan Rp 74,6 Miliar untuk Lindungi Biodiversitas dari Spesies Invasif
Pemerintah
Peringatan Hari Air Sedunia, Akses Air Minum Aman di Indonesia Masih Jadi Tantangan
Peringatan Hari Air Sedunia, Akses Air Minum Aman di Indonesia Masih Jadi Tantangan
Swasta
Menambang Nikel di Kota, Ini Keuntungan Daur Ulang Baterai Bekas
Menambang Nikel di Kota, Ini Keuntungan Daur Ulang Baterai Bekas
Pemerintah
Kolaborasi Beorganik dan Anteraja Hadirkan Ruang Berbagi untuk Anak-anak Rumah Yatim
Kolaborasi Beorganik dan Anteraja Hadirkan Ruang Berbagi untuk Anak-anak Rumah Yatim
Swasta
Potensi Hidrogen Hijau di Indonesia Capai 345,6 juta Ton per Tahun, Apa Tantangannya?
Potensi Hidrogen Hijau di Indonesia Capai 345,6 juta Ton per Tahun, Apa Tantangannya?
LSM/Figur
Tren Cyberbullying pada Anak Meningkat, Diperparah oleh AI
Tren Cyberbullying pada Anak Meningkat, Diperparah oleh AI
Pemerintah
Gandeng Pegadaian, Pemkot Banjarmasin Inisiasi Program Menabung Sampah Jadi Emas
Gandeng Pegadaian, Pemkot Banjarmasin Inisiasi Program Menabung Sampah Jadi Emas
Pemerintah
Kementerian ESDM Lakukan Road Test B50, Performa Dinilai Bagus
Kementerian ESDM Lakukan Road Test B50, Performa Dinilai Bagus
Pemerintah
Bantargebang Direncanakan Jadi Lokasi Fasilitas Waste to Energy
Bantargebang Direncanakan Jadi Lokasi Fasilitas Waste to Energy
Pemerintah
Virus Pandemi Bisa Menular ke Manusia Tanpa Adaptasi Awal
Virus Pandemi Bisa Menular ke Manusia Tanpa Adaptasi Awal
LSM/Figur
BRIN Kembangkan AI untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional
BRIN Kembangkan AI untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Pemerintah
Zulhas Sebut Fasilitas Waste to Energy Bakal Beroperasi 2027 di 4 Kota
Zulhas Sebut Fasilitas Waste to Energy Bakal Beroperasi 2027 di 4 Kota
Pemerintah
Investasi AI Masih Berlanjut, Ini Survei KPMG pada 100 CEO Perusahaan
Investasi AI Masih Berlanjut, Ini Survei KPMG pada 100 CEO Perusahaan
Swasta
Akademisi UGM Usulkan Perluasan Habitat Komodo di Flores
Akademisi UGM Usulkan Perluasan Habitat Komodo di Flores
LSM/Figur
Hukum Kesetaraan Kerja Perempuan Baru Diterapkan Separuhnya
Hukum Kesetaraan Kerja Perempuan Baru Diterapkan Separuhnya
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau