JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) resmi mengumumkan perusahaan yang meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) Emas 2026. Perusahaan pemenang bergerak di sektor minyak, tambang, farmasi, hingga industri semen.
Baca juga: KLH Sanksi 67 Perusahaan yang Terbukti Perparah Banjir di Sumatera
Berikut daftar pemenang Proper Emas 2026:
Sebanyak 243 perusahaan lainnya mendapatkan Proper Hijau. Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLH, Rasio Ridho Sani menyampaikan Proper adalah program penilaian kinerja yang bertujuan meningkatkan kepatuhan perusahaan.
"Proper juga merupakan instrumen pengawasan dan pembinaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengelolaan Hidup yang menggunakan pendekatan public disclosure. Kami melakukan penilaian kinerja perusahaan, kemudian kami menyampaikan hasil penilaian kinerja ini kepada publik," ungkap Rasio dalam Anugerah Lingkungan Proper 2026, Selasa (7/4/2026).
Tahun ini, Proper memasuki tahun ke-30 sejak dimulai pada 1995 silam. Angka perusahaan yang dinilai meningkat 22 persen dibandingkan 2024 yang sebanyak 4.495 unit.
"Sekarang Proper menjadi 5.476 (perusahaan) yang berasal dari 299 sektor industri," ucap dia.
KLH mencatat, setidaknya ada 72.000 perusahaan yang berdiri di Indonesia. Namun pengawasan kepatuhan melalui Proper bahkan belum mencapai setengah dari total tersebut.
"Kami akan mengembangkan, meningkatkan jumlah perusahaan-perusahaan yang akan kita nilai melalui proper dengan mengembangkan sistem yang kami sedangkan sistem berbasiskan artificial intelligence. Karena jumlahnya kalau sudah mencapai 10.000 tentu sistem kami harus lebih banyak lagi," beber Rasio.
Dari total perusahaan yang dievaluasi, sebanyak 2.437 perusahaan dinyatakan taat terhadap ketentuan lingkungan.
Namun, jumlah perusahaan yang tidak taat mencapai 2.886 unit. Selain itu, terdapat 153 perusahaan yang tercatat tidak beroperasi.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya