Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Investor Desak Industri Logistik Kurangi Emisi

Kompas.com, 10 April 2026, 20:01 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Puluhan investor berpengaruh mendesak sektor pengangkutan dan logistik untuk mempercepat upaya dekarbonisasi serta menerapkan solusi yang mengurangi polusi udara.

Dalam pernyataannya, kelompok investor tersebut meminta perusahaan logistik global untuk segera menangani polusi udara yang dihasilkan oleh armada kendaraan mereka.

Para investor khawatir melihat kurangnya tindakan nyata dari perusahaan logistik dalam mengurangi polusi berbahaya dari armada kendaraan mereka.

Investor yang mendukung pernyataan ini termasuk Achmea Investment Management, BlackPoint Asset Management, Mirabaud Asset Management, Nia Impact Capital, LBP Asset Management, Stichting Pensioenfonds Huisartsen, Pensionskasse Basel-Stadt, dan AkademikerPension dari Denmark.

Melansir Net Zero Investor, Kamis (9/4/2026) para penandatangan, termasuk koalisi 31 investor dengan total aset kelolaan sebesar 1,8 triliun dolar AS atau sekitar Rp30.803 triliun mengatakan meningkatnya polusi udara berdampak pada risiko keuangan yang signifikan.

Baca juga: Logistik Ikan Indonesia Timur Tak Efisien, Bappenas Ungkap Perlunya Terobosan

Selain kerugian makroekonomi dan kerusakan lingkungan, para penandatangan juga menyebutkan kekhawatiran tentang risiko regulasi dan litigasi.

"Polusi udara adalah salah satu risiko kesehatan paling merugikan dalam portofolio investor. Biaya kesehatan dan hilangnya produktivitas pekerja yang ditimbulkannya merugikan ekonomi global sebesar 6 triliun dolar AS (sekitar Rp102.630 triliun) setiap tahunnya," jelas Justine Holmes, pimpinan program Clean Air di ShareAction.

Tuntutan Investor

Menurut laporan dari Institute for Health Metrics and Evaluation, polusi udara kini menjadi faktor risiko kematian dini terbesar kedua setelah tekanan darah tinggi, melampaui rokok dan pola makan buruk.

Pada tahun 2021, kualitas udara yang buruk menyebabkan lebih dari delapan juta kematian di seluruh dunia, di mana 90 persen di antaranya akibat paparan polusi udara luar ruangan (PM2.5) dan polusi rumah tangga.

Selain menimbulkan risiko kesehatan yang serius bagi karyawan dan masyarakat, para penulis laporan tersebut menekankan bahwa polusi udara yang tidak terkendali juga meningkatkan risiko aturan hukum yang lebih ketat bagi perusahaan secara luas.

Contohnya saja, kendaraan kini menghadapi aturan emisi dan kualitas udara yang semakin ketat, serta pajak khusus wilayah dan denda zona udara bersih.

Selain itu, seiring berkembangnya aturan pelaporan (seperti CSRD, SASB, dan GRI), perusahaan kini wajib lebih terbuka dan menyeluruh dalam melaporkan serta menangani peran mereka terhadap polusi udara.

Berdasarkan itu, investor pun menegaskan bahwa perusahaan logistik harus proaktif menangani polusi udara. Hal ini bertujuan untuk melindungi nilai perusahaan, mengurangi risiko jangka panjang, menghindari denda aturan yang mendadak, serta mencegah aset menjadi tidak terpakai.

Selain itu, langkah ini akan meningkatkan efisiensi kerja, kesehatan karyawan dan masyarakat, serta ketahanan rantai pasok.

Melansir Edie, investor pun meminta sektor logistik untuk mengakui polusi udara sebagai masalah bisnis utama yang memiliki risiko nyata, mengukur dan melaporkan polutan udara utama yang berbahaya bagi kesehatan serta menetapkan target pengurangan polusi udara dengan tenggat waktu yang sesuai dengan aturan hukum.

Baca juga: Industri E-Commerce Melonjak, Emisi Logistik di Perkotaan Terancam Meningkat

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Hanya 10 dari 516 Masyarakat Adat yang Diakui di Kaltim, Ini Penyebabnya
Hanya 10 dari 516 Masyarakat Adat yang Diakui di Kaltim, Ini Penyebabnya
Pemerintah
Karier Perempuan Sering Terhambat, Khususnya pada Posisi Dewan Direksi
Karier Perempuan Sering Terhambat, Khususnya pada Posisi Dewan Direksi
Pemerintah
Target WHO 2030: Deteksi Wabah Baru Hanya dalam 24 Jam
Target WHO 2030: Deteksi Wabah Baru Hanya dalam 24 Jam
Pemerintah
Perubahan Iklim Ancam Kesehatan Kulit Negara Berpendapatan Rendah
Perubahan Iklim Ancam Kesehatan Kulit Negara Berpendapatan Rendah
Pemerintah
Kerugian Hunian Akibat Bencana Capai 228 Miliar Dolar AS Setiap Tahunnya
Kerugian Hunian Akibat Bencana Capai 228 Miliar Dolar AS Setiap Tahunnya
Pemerintah
Astra Boyong 37 Peserta Binaan ke TEI 2026, Catat Transaksi Ekspor Rp 400 Miliar
Astra Boyong 37 Peserta Binaan ke TEI 2026, Catat Transaksi Ekspor Rp 400 Miliar
Desa Sejahtera Astra
Dua Tahun 'Water for Banuan', Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
Dua Tahun "Water for Banuan", Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
LSM/Figur
Kepemimpinan 'Human-Centered' Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Kepemimpinan "Human-Centered" Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Swasta
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
LSM/Figur
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Pemerintah
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Pemerintah
Strategi Para Petambak di Surabaya agar Mampu Bertahan dari Limbah Kiriman
Strategi Para Petambak di Surabaya agar Mampu Bertahan dari Limbah Kiriman
LSM/Figur
Kemiskinan Global Naik, PBB: Alarm Pengingat untuk Dunia
Kemiskinan Global Naik, PBB: Alarm Pengingat untuk Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Enzim dari Jamur Lokal untuk Urai Limbah Pewarna Tekstil
BRIN Kembangkan Enzim dari Jamur Lokal untuk Urai Limbah Pewarna Tekstil
Pemerintah
Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah
Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau