Sebanyak 32 persen investor merasa sangat khawatir terhadap greenwashing, naik dari 27 persen pada tahun lalu. Hambatan berikutnya adalah kurangnya transparansi dan kepercayaan pada data yang dilaporkan, yang naik menjadi 30 persen.
Secara keseluruhan, jumlah investor yang merasa ada hambatan besar meningkat dari 21 persen menjadi 25 persen. Masalah lain yang muncul adalah kurangnya pengetahuan tentang cara memulai investasi ini (27 persen) serta tidak adanya alat untuk mengukur dampak nyata dari investasi tersebut (25 persen).
Hal penting lainnya, survei ini menemukan bahwa hampir empat dari lima investor (79 persen) kemungkinan besar akan memilih penasihat keuangan atau platform investasi berdasarkan layanan investasi berkelanjutan yang mereka tawarkan.
Baca juga: Preferensi Investor Bergeser ke Skrining ESG Positif, Ini Penjelasannya
Jika melihat tema investasi yang paling diminati, sebanyak 36 persen investor memprioritaskan tujuan lingkungan dan sosial secara luas.
Pilihan berikutnya adalah pemberdayaan ekonomi seperti akses keuangan, pendidikan, dan rumah murah (31 persen), diikuti oleh tema kesehatan dan kesejahteraan (30 persen), serta aksi perubahan iklim (26 persen).
Lebih lanjut, survei tersebut juga menunjukkan bahwa mayoritas investor (64 persen) melihat peluang yang lebih besar untuk investasi berkelanjutan di pasar privat dibandingkan di perusahaan yang terdaftar di bursa saham publik.
Meskipun secara keseluruhan hanya 40 persen investor yang berinvestasi di pasar privat, angka ini melonjak menjadi 55 persen pada kelompok investor yang sudah banyak menaruh modal di sektor berkelanjutan.
"Survei Sustainable Signals terbaru kami menunjukkan bahwa keuntungan finansial tetap menjadi alasan utama mengapa investor individu tertarik pada investasi berkelanjutan. Mereka ingin mendapatkan hasil yang setara dengan pasar sekaligus memberikan dampak nyata bagi dunia," ungkap Jessica Alsford, Kepala Bidang Keberlanjutan dan Ketua Institut Investasi Berkelanjutan di Morgan Stanley
Ke depannya, sebagian besar investor melihat peluang yang lebih besar untuk investasi berkelanjutan di pasar privat, terutama untuk memperbanyak variasi investasi dan mendukung inovasi baru.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya