Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perusahaan yang Punya Komitmen pada ESG Lebih Cepat Bangkit dari Krisis

Kompas.com, 10 Mei 2026, 16:42 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

‎KOMPAS.com - Indonesia menghadapi situasi politikrisis, di mana beberapa krisis global saling terkait, serta memperparah keadaan satu sama lain.‎

‎Menurut Chairperson of Advisory Board Social Investment Indonesia, Jalal, perusahaan yang tetap komitmen tanggung jawab sosial dan keberlanjutan yang tinggi akan lebih terlindungi.

Bahkan, perusahaan dengan komitmen ESG (Environmental, Social, and Governance) akan lebih kuat menghadapi krisis dibandingkan dengan para kompetitornya.

Baca juga: Asia ESG Summit Dorong Akuntabilitas Perusahaan di Dunia Nyata

‎"Berdasarkan penelitian-penelitian yang dilakukan, perusahaan yang memiliki kinerja CSR, ESG, dan keberlanjutan yang tinggi, itu akan menghasilkan efek insurance," ujar Jalal dalam webinar Beyond ESG Score; Sebetulnya Apa Manfaat Perusahaan Melakukan Shadow Rating, Jumat (8/5/2026).
‎
‎Di tengah krisis, kinerja keuangan perusahaan yang memutuskan untuk melanjutkan program ESG, CSR, dan keberlanjutan sebenarnya juga mengalami penurunan. Dalam waktu yang sama, kata dia, penurunan kinerja keuangan perusahaan akan lebih kecil ketimbang yang tidak berkomitmen tinggi dengan ESG, CSR, dan keberlanjutan.
‎
‎"Sama-sama turun, tetapi turunnya ‎itu tidak lebih dalam dibandingkan dengan yang kinerja CSR, ESG, dan keberlanjutannya rendah. Ketika periode bounce back (bangkit kembali) terjadi, jadi krisis cenderung berakhir, krisis itu sudah apa mau lewat, yang akan terjadi adalah mereka yang punya kinerja CSR, ESG, dan keberlanjutan yang tinggi itu akan kembali lebih cepat ke posisi semula," tutur Jalal.
‎
‎Jalal menyebut, sudah ada riset yang menyatakan perusahaan-perusahaan yang bisa mempunyai kekuatan antifragile (antirapuh). Jadi, bukan sekadar bangkit kembali ke posisi semula, melainkan menghasilkan kinerja yang lebih bagus. Salah satu referensinya, buku Antifragile: Things That Gain from Disorder karya Nassim Nicholas Taleb.
‎
‎ESG semestinya diperlakukan perusahaan sebagai investasi, bukan biaya (cost). Jika perusahaan menganggap ESG sebagai cost, maka segala pengeluarannya akan dipangkas saat krisis terjadi. Sedangkan kalau perusahaan menganggap ESG sebagai investasi, perusahaan akan berpikir untuk bagaimana terus mengejar tujuannya agar tercapai.

Baca juga: Ketertelusuran akan Jadi Bagian Tak Terpisahkan dari Laporan ESG
‎
‎Krisis akan menyingkap karakter asli perusahaan yang benar-benar berkomitmen terhadap keberlanjutan atau tidak.‎

Perusahaan-perusahaan dengan komitmen keberlanjutan yang tinggi melihat krisis sebagai ujian. Oleh karena itu, krisis perlu dihadapi perusahaan dengan berbagai strategi dan taktik, bukan justru mengurangi kinerjanya.
‎
‎"Tetapi mungkin mereka harus berpikir ulang soal efisiensi, mereka harus berpikir ulang tentang apa, cara lain untuk mencapai target-target yang sudah ditetapkan. Jadi tidak ada penyusutan target sama sekali, tidak ada penurunan kinerja sama sekali," ujar Jalal.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Swasta
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pemerintah
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
LSM/Figur
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau