Editor
KOMPAS.com – Komunitas perempuan Buibu Baca Buku (BBB) menggelar acara "Buibu Berdaya Bumi: Dari Literasi jadi Aksi" di Galeri Emiria Soenassa, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (30/5/2026).
Acara dibuat sebagai refleksi dari program Climate Literacy for Mothers yang telah dibuat sejak 2024.
Adapun program sengaja diinisiasi untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman para ibu untuk bersuara serta mengambil aksi dalam mitigasi krisis iklim, memastikan bahwa sudut pandang, gagasan, dan keresahan mereka menjadi bagian dari perubahan sistem.
Selama dua tahun pelaksanaannya, BBB mengintegrasikan literasi iklim ke dalam berbagai kegiatan utama komunitas, seperti diskusi buku, membaca nyaring (read aloud), lokakarya, lomba resensi buku, hingga diskusi bersama penulis. Pendekatan ini dilakukan untuk membuka percakapan tentang iklim yang lebih mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan para anggota komunitas.
Baca juga: Bappenas Proyeksikan Kerugian Ekonomi akibat Krisis Iklim Capai Rp 2.005 Triliun
Seiring berjalannya waktu, program ini berkembang menjadi ruang kolaborasi yang lebih luas dengan memberdayakan lebih dari seratus komunitas lokal dan Taman Baca Masyarakat, di 16 provinsi mulai dari Nangroe Aceh Darussalam hingga Papua Selatan.
Selain mengirimkan buku bertema krisis iklim, BBB juga memberikan pembekalan materi dan pelatihan membacakan nyaring bagi puluhan komunitas untuk menjalankan kegiatan di wilayah masing-masing.
“Program ini telah menjangkau hampir 9.000 penerima manfaat di seluruh Indonesia dan bekerja sama dengan lebih dari seratus kolaborator,” ujar Pendiri sekaligus Direktur Eksekutif Buibu Baca Buku, Puty Puar, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (2/6/2026).
Selama acara berlangsung, berbagai isu lingkungan dibahas, mulai dari sistem pangan berkelanjutan, transisi energi, kota yang ramah lingkungan dan bebas polusi, hingga pengembangan karakter peduli lingkungan pada anak melalui sekolah dan keluarga.
Baca juga: Pelajar Diajak Lebih Peduli Lingkungan Lewat Industri Populer
Berbagai narasumber berpengalaman yang kerap berkontribusi di bidang lingkungan dan literasi pun turut hadir, antara lain Direktur Iklim dan Transisi Energi Berkeadilan (IESR) Agus P Tampubolon, Kepala Sekretariat Koalisi Sistem Pangan Lestari Gina Karina, Founder Bijak Kertas (Kapten Kepik dan Ibu) Muhammad Gibraltar Elmalik, praktisi home schooling Delih Ratnasari, Founder Reading Bugs dari Komunitas Read Aloud Indonesia Roosie Setiawan, dan Head of Academic Sekolah Murid Merdeka Ranggi Kanya.
Peserta acara Buibu Berdaya Bumi: Dari Literasi jadi Aksi menghadiri acara sebagai aksi kepedulian terhadap iklim.Dalam acara ini, BBB juga meluncurkan dua buku terbaru dalam Seri Keluarga Panik, yaitu Dari Mana Listrik Berasal? dan Makan Apa Hari Ini?.
Sesuai judulnya, Dari Mana Listrik Berasal? menjelaskan tentang sumber energi, sementara Makan Apa Hari Ini? membahas perjalanan makanan hingga sampai ke piring keluarga di rumah.
Kedua buku tersebut disajikan dengan cerita dan ilustrasi menarik, serta dilengkapi panduan aktivitas seru untuk orangtua dan anak.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, BBB berharap semakin banyak keluarga dan komunitas yang terlibat dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya