KOMPAS.com -Taskforce on Nature-related Financial Disclosures (TNFD) atau Lembaga Internasional untuk Keterbukaan Keuangan Terkait Alam telah meluncurkan sebuah panduan baru yang dirancang untuk membantu para direktur keuangan (CFO).
Melansir Edie, Selasa (2/6/2026) panduan ini akan membantu mereka menilai bagaimana ketergantungan, dampak, risiko, dan peluang yang berkaitan dengan alam dapat memengaruhi kinerja bisnis dan nilai jangka panjang perusahaan.
Panduan ini diterbitkan bekerja sama dengan organisasi Accounting for Sustainability (A4S) dan diberi judul ‘Asking Better Questions on Nature for CFOs’.
Sebagai bagian dari rangkaian materi yang sedang dikembangkan oleh TNFD untuk para pengambil keputusan, panduan ini bertujuan untuk membantu para pemimpin keuangan dalam memasukkan pertimbangan terkait alam ke dalam perencanaan keuangan, manajemen risiko, pembagian modal, penilaian aset, dan pengambilan keputusan strategis perusahaan.
Panduan ini menyediakan kerangka pertanyaan yang bisa digunakan oleh para CFO untuk menguji asumsi mereka sendiri, serta untuk mengajak tim keuangan dan rekan kerja di seluruh perusahaan ikut berpikir.
Baca juga: Akal-Akalan Perusahaan Hadapi Aturan Emisi, Pindahkan Pabrik Polutif ke Tempat Lain
Panduan ini dibuat untuk membantu para pemimpin keuangan menghubungkan informasi tentang alam dengan proses pengelolaan keuangan dan risiko yang sudah ada saat ini.
Selain itu, ini juga mempersiapkan mereka dalam menghadapi pemeriksaan yang semakin ketat dari dewan direksi, investor, dan pihak terkait lainnya.
"Isu alam telah bergeser dengan sangat cepat, dari yang dulunya cuma masalah kepedulian sosial perusahaan (CSR) dan kepatuhan hukum belaka, sekarang menjadi hal wajib dalam pengelolaan risiko strategis dan peluang bisnis," kata Ketua Eksekutif TNFD, Tony Goldner.
"Para CFO perlu memahami bagaimana kelancaran arus kas bisnis mereka sangat bergantung pada kelestarian alam yang menyediakan bahan-bahan penting untuk operasional dan model bisnis mereka," terangnya.
Peluncuran panduan ini dilakukan di saat penggunaan kerangka kerja TNFD terus berkembang pesat.
Semua model bisnis sebenarnya bergantung pada alam, baik secara langsung melalui penggunaan air, tanah, bahan baku, dan fungsi ekosistem, maupun secara tidak langsung melalui rantai pasokan, pelanggan, dan investasi.
Di saat yang sama, aktivitas bisnis juga bisa menjadi penyebab hilangnya keanekaragaman hayati dan rusaknya ekosistem. Hal ini akan menurunkan kemampuan alam dalam menyediakan sumber daya dan layanan yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan itu sendiri.
Akibatnya, perusahaan menghadapi berbagai potensi risiko keuangan yang berkaitan dengan dampak dan ketergantungan mereka terhadap alam.
Risiko-risiko ini meliputi aset yang menjadi tidak berharga, gangguan operasional, kenaikan biaya produksi, premi asuransi yang lebih mahal, dan penurunan nilai aset perusahaan.
Pada bulan November lalu, TNFD memastikan bahwa lebih dari 700 perusahaan secara sukarela telah menggunakan rekomendasi aturan mereka.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya