Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

HUT Ke-47, Bintaro Jaya Perkuat Komitmen Bangun Kota Berkelanjutan lewat Ruang Publik Berbasis Konservasi

Kompas.com, 10 Juni 2026, 21:01 WIB
Sri Noviyanti

Editor

KOMPAS.com - Memasuki usia ke-47 tahun, Bintaro Jaya memperkuat komitmennya dalam membangun kawasan yang tidak hanya nyaman untuk dihuni, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.

Di tengah laju urbanisasi yang terus meningkat, pengembangan ruang publik berbasis konservasi menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk mewujudkan kawasan yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya poin 11 yang mendorong terciptanya kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, serta berkelanjutan.

Di perkotaan, ruang publik yang terintegrasi dengan fungsi edukasi dan pelestarian lingkungan dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Baca juga: Aviary Park Bintaro Resmi Dibuka, Tawarkan Wisata Mini Zoo dengan 5 Ekosistem

Selain menjadi sarana rekreasi, fasilitas semacam ini juga berperan dalam memperluas akses masyarakat terhadap ruang hijau, memperkuat interaksi sosial, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Salah satu wujud komitmen tersebut hadir melalui Aviary Park @ Bintaro Creative District, taman konservasi seluas 6 hektare yang diresmikan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni pada 24 Februari 2025.

Mengusung konsep edukasi dan konservasi, Aviary Park menghadirkan lebih dari 200 spesies satwa mulai dari burung hingga reptil dalam habitat yang dirancang menyerupai kondisi alaminya. Kehadiran fasilitas ini tidak hanya menawarkan alternatif wisata edukatif bagi keluarga, tetapi juga memperkuat kualitas ruang publik di kawasan Bintaro Jaya.

Baca juga: Bintaro Jaya 46 Tahun, Kota Mandiri untuk Semua Generasi

Menurut Wakil Direktur Utama PT Jaya Real Property Tbk Henky Wijaya, seluruh fasilitas yang dihadirkan di kawasan Bintaro Jaya dirancang untuk memperkaya pengalaman hidup masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung kebahagiaan lintas generasi.

“Saya berharap semua yang kami hadirkan di kawasan ini akan membawa sukacita. Sejalan dengan misi kami yang berkeinginan membangun dan mengembangkan kawasan yang nyaman untuk dihuni, bekerja, berkarya, berusaha, dan nyaman untuk berkumpul dan bergembira ria,” ujar Henky dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (10/6/2026).

Kehadiran Aviary Park melengkapi berbagai fasilitas yang telah dikembangkan Bintaro Jaya dalam membangun kawasan yang lebih berkelanjutan. Selain ruang publik berbasis konservasi, kawasan ini juga menghadirkan berbagai fasilitas edukasi dan rekreasi yang mendukung terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih layak huni.

Baca juga: Rencana Induk District Barat Bintaro Jaya Karya 10 Design

Semangat tersebut juga tecermin dalam perayaan HUT Bintaro Jaya ke-47 yang tahun ini mengusung tema “EcoCity”.

Melalui tema tersebut, Bintaro Jaya mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan.

Salah satunya melalui penyelenggaraan Lomba K3 (Kebersihan, Kelestarian, dan Kesehatan) yang melibatkan partisipasi aktif warga dalam menjaga kualitas lingkungan di kawasan tempat tinggal mereka.

Sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi EcoCity, Bintaro Jaya juga mengembangkan kawasan hunian yang mendukung kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Salah satunya melalui Discovery Riviera, kawasan seluas 18 hektare yang dirancang untuk menunjang gaya hidup sehat dan aktif. Pengembangan ini didukung oleh Discovery Clubhouse yang menghadirkan berbagai fasilitas olahraga dan rekreasi modern, serta cluster terbaru Bria yang menawarkan hunian nyaman bagi keluarga modern di kawasan yang terus berkembang.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
LSM/Figur
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Pemerintah
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
LSM/Figur
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
Pemerintah
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Pemerintah
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
LSM/Figur
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Pemerintah
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
Pemerintah
4.000 Pekerja Pemilah Sampah Informal di Bantargebang Dapat Jaminan Sosial
4.000 Pekerja Pemilah Sampah Informal di Bantargebang Dapat Jaminan Sosial
Pemerintah
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pemerintah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Pemerintah
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Pemerintah
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
LSM/Figur
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Pemerintah
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau