Editor
KOMPAS.com - Memasuki usia ke-47 tahun, Bintaro Jaya memperkuat komitmennya dalam membangun kawasan yang tidak hanya nyaman untuk dihuni, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.
Di tengah laju urbanisasi yang terus meningkat, pengembangan ruang publik berbasis konservasi menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk mewujudkan kawasan yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya poin 11 yang mendorong terciptanya kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, serta berkelanjutan.
Di perkotaan, ruang publik yang terintegrasi dengan fungsi edukasi dan pelestarian lingkungan dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Baca juga: Aviary Park Bintaro Resmi Dibuka, Tawarkan Wisata Mini Zoo dengan 5 Ekosistem
Selain menjadi sarana rekreasi, fasilitas semacam ini juga berperan dalam memperluas akses masyarakat terhadap ruang hijau, memperkuat interaksi sosial, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan keanekaragaman hayati.
Salah satu wujud komitmen tersebut hadir melalui Aviary Park @ Bintaro Creative District, taman konservasi seluas 6 hektare yang diresmikan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni pada 24 Februari 2025.
Mengusung konsep edukasi dan konservasi, Aviary Park menghadirkan lebih dari 200 spesies satwa mulai dari burung hingga reptil dalam habitat yang dirancang menyerupai kondisi alaminya. Kehadiran fasilitas ini tidak hanya menawarkan alternatif wisata edukatif bagi keluarga, tetapi juga memperkuat kualitas ruang publik di kawasan Bintaro Jaya.
Baca juga: Bintaro Jaya 46 Tahun, Kota Mandiri untuk Semua Generasi
Menurut Wakil Direktur Utama PT Jaya Real Property Tbk Henky Wijaya, seluruh fasilitas yang dihadirkan di kawasan Bintaro Jaya dirancang untuk memperkaya pengalaman hidup masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung kebahagiaan lintas generasi.
“Saya berharap semua yang kami hadirkan di kawasan ini akan membawa sukacita. Sejalan dengan misi kami yang berkeinginan membangun dan mengembangkan kawasan yang nyaman untuk dihuni, bekerja, berkarya, berusaha, dan nyaman untuk berkumpul dan bergembira ria,” ujar Henky dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (10/6/2026).
Kehadiran Aviary Park melengkapi berbagai fasilitas yang telah dikembangkan Bintaro Jaya dalam membangun kawasan yang lebih berkelanjutan. Selain ruang publik berbasis konservasi, kawasan ini juga menghadirkan berbagai fasilitas edukasi dan rekreasi yang mendukung terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih layak huni.
Baca juga: Rencana Induk District Barat Bintaro Jaya Karya 10 Design
Semangat tersebut juga tecermin dalam perayaan HUT Bintaro Jaya ke-47 yang tahun ini mengusung tema “EcoCity”.
Melalui tema tersebut, Bintaro Jaya mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan.
Salah satunya melalui penyelenggaraan Lomba K3 (Kebersihan, Kelestarian, dan Kesehatan) yang melibatkan partisipasi aktif warga dalam menjaga kualitas lingkungan di kawasan tempat tinggal mereka.
Sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi EcoCity, Bintaro Jaya juga mengembangkan kawasan hunian yang mendukung kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Salah satunya melalui Discovery Riviera, kawasan seluas 18 hektare yang dirancang untuk menunjang gaya hidup sehat dan aktif. Pengembangan ini didukung oleh Discovery Clubhouse yang menghadirkan berbagai fasilitas olahraga dan rekreasi modern, serta cluster terbaru Bria yang menawarkan hunian nyaman bagi keluarga modern di kawasan yang terus berkembang.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya