Editor
KOMPAS.com – Forum Dayak Kalimantan Barat Jakarta (FDKJ) mendorong pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sektor pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan.
Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan lahan pertanian hortikultura yang dikelola UMKM binaan FDKJ di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.
Di kawasan tersebut, UMKM binaan FDKJ mengembangkan berbagai komoditas hortikultura, mulai dari kacang panjang, terong, timun, cabai, hingga melon. Komoditas tersebut dibudidayakan di tiga kawasan perkebunan, yakni Kebun Ray, Kebun Perumnas, dan satu lahan budidaya lainnya dengan total luas sekitar 8 hektare.
Sejumlah komoditas yang telah memasuki masa panen pun dipanen bersama dalam kegiatan yang dihadiri Ketua Umum FDKJ Gregorio Victor Leo Oendoen beserta jajaran pengurus dan anggota FDKJ.
Baca juga: Upaya Ketahanan Pangan dari Desa, Warga Karawang Kembangkan Hidroponik dan Bioflok
Kegiatan panen tersebut menjadi bagian dari program pembinaan berkelanjutan FDKJ untuk mendorong sektor pertanian produktif sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Pembinaan tidak hanya berfokus pada proses budidaya. FDKJ juga mendorong pengelolaan usaha hingga promosi hasil pertanian agar UMKM binaan dapat berkembang, memiliki daya saing, serta memperoleh nilai tambah dari komoditas yang dihasilkan.
Dengan pendekatan tersebut, pengembangan pertanian diharapkan tidak berhenti pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Gregorio mengatakan, sektor pertanian memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan pangan sekaligus dapat menjadi sumber penggerak ekonomi masyarakat.
Baca juga: Perkuat Produksi dan Manajemen Pascapanen, IPB Dampingi Petani Bandung Barat Garap Hortikultura
“Panen bukan hanya tentang hasil yang diperoleh, melainkan menjadi simbol dari kerja keras, kolaborasi, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. FDKJ akan terus mendorong lahirnya UMKM yang produktif, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional,” ujar Gregorio dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (24/7/2026).
Menurut FDKJ, pemberdayaan UMKM pertanian menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membangun ekosistem pangan yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Terlebih, pengembangan potensi pertanian lokal dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha di tingkat masyarakat.
Karena itu, FDKJ mendorong kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, pelaku UMKM, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas pengembangan sektor agribisnis.
Baca juga: Lima Bendungan Baru Diresmikan Prabowo, Perkuat Irigasi dan Ketahanan Pangan
Salah satu upayanya dilakukan dengan mendokumentasikan kegiatan panen melalui foto dan video udara atau aerial footage. Dokumentasi tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi pertanian UMKM binaan kepada masyarakat, dunia usaha, serta calon mitra yang memiliki perhatian terhadap pengembangan agribisnis.
FDKJ berharap, langkah tersebut dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, baik dalam pengembangan kapasitas usaha, pemasaran hasil pertanian, maupun penguatan ekosistem pertanian di tingkat lokal.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan, FDKJ juga menargetkan UMKM binaan dapat semakin mandiri dalam mengelola usaha pertaniannya.
Baca juga: Presiden Belarus Tawarkan Transfer Teknologi untuk Dukung Ketahanan Pangan Indonesia
Keberadaan UMKM pertanian yang produktif dan mandiri diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha dan masyarakat sekitar, tetapi juga ikut memperkuat ketersediaan pangan dari tingkat lokal.
Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, FDKJ berkomitmen melanjutkan program pemberdayaan UMKM berbasis pertanian sebagai bagian dari kontribusi organisasi terhadap penguatan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya