Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

FDKJ Perkuat Ketahanan Pangan lewat Pemberdayaan UMKM Hortikultura di Jonggol

Kompas.com, 24 Juli 2026, 12:41 WIB
Sri Noviyanti

Editor


KOMPAS.com – Forum Dayak Kalimantan Barat Jakarta (FDKJ) mendorong pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sektor pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan lahan pertanian hortikultura yang dikelola UMKM binaan FDKJ di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.

Di kawasan tersebut, UMKM binaan FDKJ mengembangkan berbagai komoditas hortikultura, mulai dari kacang panjang, terong, timun, cabai, hingga melon. Komoditas tersebut dibudidayakan di tiga kawasan perkebunan, yakni Kebun Ray, Kebun Perumnas, dan satu lahan budidaya lainnya dengan total luas sekitar 8 hektare.

Sejumlah komoditas yang telah memasuki masa panen pun dipanen bersama dalam kegiatan yang dihadiri Ketua Umum FDKJ Gregorio Victor Leo Oendoen beserta jajaran pengurus dan anggota FDKJ.

Baca juga: Upaya Ketahanan Pangan dari Desa, Warga Karawang Kembangkan Hidroponik dan Bioflok

Kegiatan panen tersebut menjadi bagian dari program pembinaan berkelanjutan FDKJ untuk mendorong sektor pertanian produktif sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Pembinaan tidak hanya berfokus pada proses budidaya. FDKJ juga mendorong pengelolaan usaha hingga promosi hasil pertanian agar UMKM binaan dapat berkembang, memiliki daya saing, serta memperoleh nilai tambah dari komoditas yang dihasilkan.

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan pertanian diharapkan tidak berhenti pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Gregorio mengatakan, sektor pertanian memiliki posisi strategis karena berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan pangan sekaligus dapat menjadi sumber penggerak ekonomi masyarakat.

Baca juga: Perkuat Produksi dan Manajemen Pascapanen, IPB Dampingi Petani Bandung Barat Garap Hortikultura

“Panen bukan hanya tentang hasil yang diperoleh, melainkan menjadi simbol dari kerja keras, kolaborasi, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. FDKJ akan terus mendorong lahirnya UMKM yang produktif, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional,” ujar Gregorio dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (24/7/2026).

Menurut FDKJ, pemberdayaan UMKM pertanian menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membangun ekosistem pangan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Terlebih, pengembangan potensi pertanian lokal dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha di tingkat masyarakat.

Karena itu, FDKJ mendorong kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, pelaku UMKM, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas pengembangan sektor agribisnis.

Baca juga: Lima Bendungan Baru Diresmikan Prabowo, Perkuat Irigasi dan Ketahanan Pangan

Salah satu upayanya dilakukan dengan mendokumentasikan kegiatan panen melalui foto dan video udara atau aerial footage. Dokumentasi tersebut sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi pertanian UMKM binaan kepada masyarakat, dunia usaha, serta calon mitra yang memiliki perhatian terhadap pengembangan agribisnis.

FDKJ berharap, langkah tersebut dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, baik dalam pengembangan kapasitas usaha, pemasaran hasil pertanian, maupun penguatan ekosistem pertanian di tingkat lokal.

Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan, FDKJ juga menargetkan UMKM binaan dapat semakin mandiri dalam mengelola usaha pertaniannya.

Baca juga: Presiden Belarus Tawarkan Transfer Teknologi untuk Dukung Ketahanan Pangan Indonesia

Keberadaan UMKM pertanian yang produktif dan mandiri diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha dan masyarakat sekitar, tetapi juga ikut memperkuat ketersediaan pangan dari tingkat lokal.

Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, FDKJ berkomitmen melanjutkan program pemberdayaan UMKM berbasis pertanian sebagai bagian dari kontribusi organisasi terhadap penguatan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
LSM/Figur
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Pemerintah
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
LSM/Figur
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
Pemerintah
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Pemerintah
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
LSM/Figur
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Pemerintah
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
Pemerintah
4.000 Pekerja Pemilah Sampah Informal di Bantargebang Dapat Jaminan Sosial
4.000 Pekerja Pemilah Sampah Informal di Bantargebang Dapat Jaminan Sosial
Pemerintah
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pemerintah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Pemerintah
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Pemerintah
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
LSM/Figur
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Pemerintah
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau