Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
JEJAK BERKELANJUTAN

Dari Lapangan Desa, 60 Bocah Solok Selatan Kejar Mimpi Menjadi Pemain Sepak Bola

Kompas.com, 28 Agustus 2026, 16:56 WIB
Muhammad Farid Faqih,
Aditya Mulyawan

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di Nagari Talao Sungai Kunyit, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, sebanyak 60 anak sekolah dasar (SD) mengisi waktu luang dengan cara berlatih sepak bola bersama di Sekolah Sepak Bola (SSB) Kolonal.

Setahun berjalan, SSB Kolonal menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan minat dan bakat sepak bola sekaligus menjalani aktivitas yang lebih sehat. 

Program tersebut merupakan bagian dari corporate social responsibility (CSR) PT Kencana Sawit Indonesia (KSI), Wilmar Group.

Mayoritas anggota SSB Kolonal berusia 11 hingga 12 tahun. Mereka mengikuti latihan sebanyak tiga kali dalam sepekan, masing-masing sekitar dua jam, tanpa dipungut biaya sepeser pun. 

Anak-anak hanya perlu menyediakan seragam latihan, sementara sejumlah perlengkapan seperti bola berasal dari sumbangan para karyawan perusahaan.

Anak-anak SSB Kolonal berlatih menggiring bola dalam sesi latihan rutin yang digelar tiga kali sepekan.PT Kencana Sawit Indonesia Anak-anak SSB Kolonal berlatih menggiring bola dalam sesi latihan rutin yang digelar tiga kali sepekan.

Sosok di balik SSB Kolonal

Di balik kegiatan tersebut, ada Yasril Awan, karyawan PT KSI yang sehari-hari bekerja sebagai civil engineer. Ia merupakan penggagas SSB Kolonal sekaligus pelatih (coach) bagi anak-anak.

Menurut Yasril, ide mendirikan SSB berangkat dari keinginan menyediakan aktivitas positif bagi anak-anak di sekitar wilayah operasional perusahaan. 

“Sepak bola bukan hanya tentang bermain dan berkompetisi, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan, kerja sama, sportivitas, dan pola hidup sehat,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (28/8/2026).

Anak-anak SSB Kolonal melakukan peregangan sebelum memulai sesi latihan sepak bola.PT Kencana Sawit Indonesia Anak-anak SSB Kolonal melakukan peregangan sebelum memulai sesi latihan sepak bola.

Selain rutin berlatih, anak-anak SSB Kolonal juga mulai mengikuti sejumlah turnamen sepak bola tingkat Kabupaten Solok Selatan. 

Mereka pun menyimpan mimpi yang lebih besar, yakni membawa nama Solok Selatan hingga Sumatera Barat dan nasional dalam kompetisi sepak bola usia dini.

Yasril berharap, SSB Kolonal dapat melahirkan bibit-bibit pesepak bola yang bisa berprestasi. 

“Hal paling penting adalah anak-anak mendapatkan pengalaman, belajar bekerja sama, dan tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan disiplin,” ujarnya.

Bagi Yasril, eksistensi SSB Kolonal bukan hanya tentang mencetak pemain sepak bola, melaikan menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensi mereka sejak dini.

“Harapannya, aktivitas tersebut tidak hanya mengasah talenta anak-anak, tetapi juga membantu menyiapkan mereka menjadi generasi masa depan yang unggul,” ujarnya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Baca tentang


Terkini Lainnya
Mereka Menyebutnya “Ojek Laut”...
Mereka Menyebutnya “Ojek Laut”...
LSM/Figur
Hadapi Disrupsi AI, Kepemimpinan Berkelanjutan Jadi Kunci Capai Target SDG
Hadapi Disrupsi AI, Kepemimpinan Berkelanjutan Jadi Kunci Capai Target SDG
Swasta
Peneliti UI dan Kyoto University Berkolaborasi untuk Ubah Limbah Cair Kelapa Sawit Jadi Energi
Peneliti UI dan Kyoto University Berkolaborasi untuk Ubah Limbah Cair Kelapa Sawit Jadi Energi
LSM/Figur
Kian Dekat dengan Alam, Bantu Bangun Kebiasaan Makan Lebih Sehat
Kian Dekat dengan Alam, Bantu Bangun Kebiasaan Makan Lebih Sehat
Pemerintah
Pemerintah Diminta Susun Mekanisme Penyelesaian Wilayah Masyarakat Adat dengan Area Konsesi
Pemerintah Diminta Susun Mekanisme Penyelesaian Wilayah Masyarakat Adat dengan Area Konsesi
Pemerintah
Hanya 10 dari 516 Masyarakat Adat yang Diakui di Kaltim, Ini Penyebabnya
Hanya 10 dari 516 Masyarakat Adat yang Diakui di Kaltim, Ini Penyebabnya
Pemerintah
Karier Perempuan Sering Terhambat, Khususnya pada Posisi Dewan Direksi
Karier Perempuan Sering Terhambat, Khususnya pada Posisi Dewan Direksi
Pemerintah
Target WHO 2030: Deteksi Wabah Baru Hanya dalam 24 Jam
Target WHO 2030: Deteksi Wabah Baru Hanya dalam 24 Jam
Pemerintah
Perubahan Iklim Ancam Kesehatan Kulit Negara Berpendapatan Rendah
Perubahan Iklim Ancam Kesehatan Kulit Negara Berpendapatan Rendah
Pemerintah
Kerugian Hunian Akibat Bencana Capai 228 Miliar Dolar AS Setiap Tahunnya
Kerugian Hunian Akibat Bencana Capai 228 Miliar Dolar AS Setiap Tahunnya
Pemerintah
Astra Boyong 37 Peserta Binaan ke Trade Expo Indonesia 2026
Astra Boyong 37 Peserta Binaan ke Trade Expo Indonesia 2026
Desa Sejahtera Astra
Dua Tahun 'Water for Banuan', Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
Dua Tahun "Water for Banuan", Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
LSM/Figur
Kepemimpinan 'Human-Centered' Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Kepemimpinan "Human-Centered" Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Swasta
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
LSM/Figur
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau