Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing

Kompas.com, 20 September 2026, 11:40 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

TANGERANG, KOMPAS.com - Skala lahan yang kecil dan pola usaha tani yang masih individual menjadi salah satu tantangan pengembangan hortikultura di Indonesia.

Kondisi tersebut membuat petani sulit mengatur produksi secara seragam sekaligus memperkuat posisi tawar dalam rantai pasok.

Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Freddy mengatakan, mayoritas petani hortikultura masih mengelola lahan di bawah 5.000 meter persegi secara individual dan terpencar.

Baca juga: FDKJ Perkuat Ketahanan Pangan lewat Pemberdayaan UMKM Hortikultura di Jonggol

Kondisi tersebut, menurut dia, menyulitkan penerapan jadwal tanam yang seragam dan membuat rantai pasok hortikultura rentan. Petani juga cenderung bergantung pada pengepul dalam pemasaran hasil panen.

"Jadi memang tantangan terbesar di hortikultura itu di hulunya. Kita banyak petani yang skala produksinya kecil-kecil, lahannya masih di bawah 5.000 meter persegi, kecil, terpencar-pencar, terus individu," ujar Freddy dalam acara "Masa Depan Pertanian Tropis; Huluisasi dan Hilirisasi untuk Bioekonomi Bernilai Tinggi", Rabu (16/9/2026).

Menurut Freddy, konsolidasi petani melalui Kelompok Tani (Poktan), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), atau koperasi diperlukan untuk mengatasi persoalan tersebut.

Melalui kelembagaan bersama, lahan dan produksi petani dapat dikelola secara lebih terkoordinasi. Petani juga dapat menyusun jadwal tanam, mengatur volume produksi, serta membangun hubungan langsung dengan pembeli.

Kelembagaan tersebut juga dapat mempermudah pemerintah dalam menyalurkan bimbingan teknis, bantuan sarana dan prasarana, hingga proses sertifikasi mutu untuk kebutuhan ekspor.

Teknologi dan peluang pasar

Selain persoalan skala usaha, perubahan iklim menjadi tantangan lain bagi sektor hortikultura. Komoditas hortikultura memiliki sensitivitas terhadap ketersediaan air sehingga efisiensi penggunaan air menjadi bagian penting dalam modernisasi pertanian.

Freddy mengatakan, penerapan smart farming dan irigasi tetes (drip irrigation) berbasis sensor dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi penggunaan air.

Menurut dia, perkembangan teknologi tersebut sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan dan penerapannya di tingkat petani.

Di sisi pasar, Freddy melihat peluang pengembangan hortikultura masih terbuka, baik untuk kebutuhan konsumsi segar maupun produk setengah jadi dan produk olahan.

Ia mencontohkan ekspor bawang merah dari Brebes ke Thailand sebagai salah satu gambaran adanya pasar bagi komoditas hortikultura Indonesia.

Baca juga: Hilirisasi Perkebunan dan Hortikultura, Mentan Target Serap 1,6 Juta Pekerja dalam 2 Tahun

"Artinya, peluang bagi generasi muda ini masih besar. Khususnya hortikultura itu banyak sekali, sayuran, buah, yang konsumsi segar, semi olahan, olahan penuh. Itu masih terbuka luas," tuturnya.

Hilirisasi perlu dimulai dari hulu

Mantan Menteri Pertanian periode 2000-2004 Bungaran Saragih mengatakan, pengembangan industri hilir pertanian tidak dapat dipisahkan dari penguatan sektor hulu.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Program FOLU dan PBNU Rintis Pemanfaatan Hutan Selain Tebu di Blitar Jatim
Program FOLU dan PBNU Rintis Pemanfaatan Hutan Selain Tebu di Blitar Jatim
LSM/Figur
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum
BUMN
Pengurangan Emisi Krusial untuk Tekan Penyakit Bawaan Nyamuk
Pengurangan Emisi Krusial untuk Tekan Penyakit Bawaan Nyamuk
LSM/Figur
Kota Rendah Karbon Butuh Tata Kelola Terintegrasi dan Kolaborasi Antardaerah
Kota Rendah Karbon Butuh Tata Kelola Terintegrasi dan Kolaborasi Antardaerah
LSM/Figur
AI dan Transisi Energi Buka Peluang Investasi, Indonesia Perlu Siapkan Talenta
AI dan Transisi Energi Buka Peluang Investasi, Indonesia Perlu Siapkan Talenta
Swasta
Menteri LH Apresiasi Ekowisata yang Memuliakan Lingkungan, dari Dusun Bambu hingga EIGER Nature
Menteri LH Apresiasi Ekowisata yang Memuliakan Lingkungan, dari Dusun Bambu hingga EIGER Nature
BrandzView
Astra dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Pencegahan Stunting di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango
Astra dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Pencegahan Stunting di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango
Desa Sejahtera Astra
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Swasta
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Pemerintah
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Pemerintah
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Pemerintah
Hashim: Tutup Industri Batu Bara Bisa Picu “Bunuh Diri Ekonomi”
Hashim: Tutup Industri Batu Bara Bisa Picu “Bunuh Diri Ekonomi”
Pemerintah
82 Persen Investor Global Waspadai Dampak Krisis Iklim pada Harga Aset
82 Persen Investor Global Waspadai Dampak Krisis Iklim pada Harga Aset
Pemerintah
Harga dari Ketiadaan Data Emisi, Keunggulan Produk Ekspor RI Terkikis Pajak Karbon
Harga dari Ketiadaan Data Emisi, Keunggulan Produk Ekspor RI Terkikis Pajak Karbon
LSM/Figur
Pakar Iklim Dunia Rilis 5 Langkah Strategis Hadapi El Nino
Pakar Iklim Dunia Rilis 5 Langkah Strategis Hadapi El Nino
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau