KOMPAS.com - Riset terbaru dari University College Cork (UCC) menemukan bahwa sektor seni, budaya, dan kreatif dapat menjadi penggerak utama dalam aksi iklim. Sektor-sektor ini mampu mengubah cara orang memahami, terlibat, dan bertindak dalam menghadapi perubahan iklim.
Melansir Phys, Rabu (23/9/2/026) para peneliti menemukan bahwa pendekatan kreatif dapat meningkatkan kemampuan dan motivasi masyarakat untuk mengambil tindakan nyata, mempererat hubungan sosial, serta mendukung transisi yang adil dan inklusif menuju masa depan bebas emisi (net-zero).
Studi selama tiga tahun ini dipimpin oleh Profesor Marguerite Nyhan bersama tim peneliti di UCC Sustainability Institute.
Baca juga: Pengaruh Sosial Bisa Jadi Kunci Menghadapi Perubahan Iklim
Mereka mengevaluasi program Creative Climate Action Fund II di Irlandia, sebuah program nasional yang terdiri dari 42 proyek seni, budaya, dan kreatif untuk mengajak masyarakat peduli terhadap isu iklim.
Proyek-proyek tersebut menggabungkan berbagai pendekatan seni dan kreatif, seperti seni rupa, seni pertunjukan, film, fotografi, musik, desain, arsitektur, seni komunitas, dongeng, puisi, hingga lokakarya interaktif.
Kreativitas bangun kemampuan untuk aksi iklim
Studi tersebut menemukan, pendekatan seni dan kreatif menyajikan cara yang mudah diterima bagi masyarakat untuk terhubung dengan isu perubahan iklim secara personal dan emosional.
Proyek-proyek kreatif ini juga menciptakan ruang baru untuk berdialog, belajar, dan berkolaborasi dengan mempertemukan komunitas, pelaku usaha, pemerintah daerah, LSM, dan berbagai organisasi lainnya.
"Riset kami membuktikan bahwa sektor seni, budaya, dan kreatif dapat memberikan cara-cara yang kuat dan inovatif untuk mengajak orang-orang terlibat dalam aksi iklim. Dengan menciptakan ruang yang inklusif untuk berdiskusi, berpartisipasi, dan berkarya bersama, proyek-proyek ini membuat masyarakat mampu menghubungkan isu perubahan iklim dengan kehidupan, komunitas, dan nilai-nilai pribadi mereka sendiri, sekaligus membangun pengetahuan serta kemampuan bersama yang dibutuhkan untuk bertindak," ungkap Nyhan.
Baca juga: Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Riset ini juga menemukan bukti adanya perubahan budaya yang lebih mendalam di berbagai tatanan kehidupan. Pengalaman seni dan budaya terbukti mampu memengaruhi nilai-nilai, sudut pandang, serta rasa percaya diri peserta untuk bertindak, yang dampaknya terus meluas ke komunitas, tempat kerja, dan jaringan profesional mereka.
"Besarnya tantangan iklim membutuhkan lebih dari sekadar solusi teknologi, kita juga membutuhkan perubahan budaya yang mendalam. Riset kami membuktikan bahwa praktik seni, budaya, dan kreatif adalah kunci utama dalam perubahan ini," papar Nyhan.
"Cara ini mengubah cara orang memahami isu iklim dan keberlanjutan, cara kita berhubungan satu sama lain dan dengan alam, serta bagaimana komunitas dan organisasi dapat merancang dan bekerja bersama menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. Ini adalah fondasi penting untuk aksi iklim yang berjangka panjang," tambahnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya