Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seni dan Budaya Bisa Jadi Kunci Aksi Iklim yang Inklusif

Kompas.com, 29 September 2026, 15:28 WIB
Monika Novena,
Andika Aditia

Tim Redaksi

Sumber PHYSORG

KOMPAS.com - Riset terbaru dari University College Cork (UCC) menemukan bahwa sektor seni, budaya, dan kreatif dapat menjadi penggerak utama dalam aksi iklim. Sektor-sektor ini mampu mengubah cara orang memahami, terlibat, dan bertindak dalam menghadapi perubahan iklim.

Melansir Phys, Rabu (23/9/2/026) para peneliti menemukan bahwa pendekatan kreatif dapat meningkatkan kemampuan dan motivasi masyarakat untuk mengambil tindakan nyata, mempererat hubungan sosial, serta mendukung transisi yang adil dan inklusif menuju masa depan bebas emisi (net-zero).

Studi selama tiga tahun ini dipimpin oleh Profesor Marguerite Nyhan bersama tim peneliti di UCC Sustainability Institute.

Baca juga: Pengaruh Sosial Bisa Jadi Kunci Menghadapi Perubahan Iklim

Mereka mengevaluasi program Creative Climate Action Fund II di Irlandia, sebuah program nasional yang terdiri dari 42 proyek seni, budaya, dan kreatif untuk mengajak masyarakat peduli terhadap isu iklim.

Proyek-proyek tersebut menggabungkan berbagai pendekatan seni dan kreatif, seperti seni rupa, seni pertunjukan, film, fotografi, musik, desain, arsitektur, seni komunitas, dongeng, puisi, hingga lokakarya interaktif.

Kreativitas bangun kemampuan untuk aksi iklim

Studi tersebut menemukan, pendekatan seni dan kreatif menyajikan cara yang mudah diterima bagi masyarakat untuk terhubung dengan isu perubahan iklim secara personal dan emosional.

Proyek-proyek kreatif ini juga menciptakan ruang baru untuk berdialog, belajar, dan berkolaborasi dengan mempertemukan komunitas, pelaku usaha, pemerintah daerah, LSM, dan berbagai organisasi lainnya.

"Riset kami membuktikan bahwa sektor seni, budaya, dan kreatif dapat memberikan cara-cara yang kuat dan inovatif untuk mengajak orang-orang terlibat dalam aksi iklim. Dengan menciptakan ruang yang inklusif untuk berdiskusi, berpartisipasi, dan berkarya bersama, proyek-proyek ini membuat masyarakat mampu menghubungkan isu perubahan iklim dengan kehidupan, komunitas, dan nilai-nilai pribadi mereka sendiri, sekaligus membangun pengetahuan serta kemampuan bersama yang dibutuhkan untuk bertindak," ungkap Nyhan.

Baca juga: Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim

Riset ini juga menemukan bukti adanya perubahan budaya yang lebih mendalam di berbagai tatanan kehidupan. Pengalaman seni dan budaya terbukti mampu memengaruhi nilai-nilai, sudut pandang, serta rasa percaya diri peserta untuk bertindak, yang dampaknya terus meluas ke komunitas, tempat kerja, dan jaringan profesional mereka.

"Besarnya tantangan iklim membutuhkan lebih dari sekadar solusi teknologi, kita juga membutuhkan perubahan budaya yang mendalam. Riset kami membuktikan bahwa praktik seni, budaya, dan kreatif adalah kunci utama dalam perubahan ini," papar Nyhan.

"Cara ini mengubah cara orang memahami isu iklim dan keberlanjutan, cara kita berhubungan satu sama lain dan dengan alam, serta bagaimana komunitas dan organisasi dapat merancang dan bekerja bersama menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. Ini adalah fondasi penting untuk aksi iklim yang berjangka panjang," tambahnya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kemenhut Pilih Wehea-Kelay sebagai Lokasi Percontohan Multiusaha Kehutanan
Kemenhut Pilih Wehea-Kelay sebagai Lokasi Percontohan Multiusaha Kehutanan
Pemerintah
Ekonomi Biru Indonesia Butuh Pembiayaan Inovatif, Hilirisasi Rumput Laut Jadi Peluang
Ekonomi Biru Indonesia Butuh Pembiayaan Inovatif, Hilirisasi Rumput Laut Jadi Peluang
Pemerintah
Ilmuwan yang Terlalu Percaya Solusi Teknologi Cenderung Pasif Hadapi Krisis Iklim
Ilmuwan yang Terlalu Percaya Solusi Teknologi Cenderung Pasif Hadapi Krisis Iklim
Pemerintah
AHY Soroti Pencemaran dan Sedimentasi Sungai, Dorong Pengelolaan Air Terpadu
AHY Soroti Pencemaran dan Sedimentasi Sungai, Dorong Pengelolaan Air Terpadu
Pemerintah
Program FOLU dan PBNU Rintis Pemanfaatan Hutan Selain Tebu di Blitar Jatim
Program FOLU dan PBNU Rintis Pemanfaatan Hutan Selain Tebu di Blitar Jatim
LSM/Figur
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum
BUMN
Pengurangan Emisi Krusial untuk Tekan Penyakit Bawaan Nyamuk
Pengurangan Emisi Krusial untuk Tekan Penyakit Bawaan Nyamuk
LSM/Figur
Kota Rendah Karbon Butuh Tata Kelola Terintegrasi dan Kolaborasi Antardaerah
Kota Rendah Karbon Butuh Tata Kelola Terintegrasi dan Kolaborasi Antardaerah
LSM/Figur
AI dan Transisi Energi Buka Peluang Investasi, Indonesia Perlu Siapkan Talenta
AI dan Transisi Energi Buka Peluang Investasi, Indonesia Perlu Siapkan Talenta
Swasta
Menteri LH Apresiasi Ekowisata yang Memuliakan Lingkungan, dari Dusun Bambu hingga EIGER Nature
Menteri LH Apresiasi Ekowisata yang Memuliakan Lingkungan, dari Dusun Bambu hingga EIGER Nature
BrandzView
Astra dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Pencegahan Stunting di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango
Astra dan BKKBN Perkuat Kolaborasi Pencegahan Stunting di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango
Desa Sejahtera Astra
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Langkah Membumi Market 2026 Buktikan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Bisa Menyenangkan
Swasta
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Krisis Iklim Dorong Pernikahan Anak dan Kehamilan Remaja
Pemerintah
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Kasus Melonjak, WHO Terbitkan Panduan Global Pertama Penanganan Obesitas Anak
Pemerintah
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Studi Global: Adopsi AI Justru Dorong Peningkatan Lapangan Kerja
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau