Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Grup Astra Lirik PLTS Atap untuk Tekan Emisi dan Konsumsi Energi

Kompas.com, 1 Juni 2026, 10:30 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di sektor industri terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk menekan emisi karbon dan meningkatkan efisiensi energi.

Salah satu implementasi terbaru dilakukan di fasilitas produksi PT Astra Komponen Indonesia (ASKI) di Bogor melalui pemasangan PLTS atap berkapasitas 788,97 kilowatt peak (kWp).

Proyek tersebut dibangun oleh PT Energia Prima Nusantara (EPN), anak usaha PT United Tractors Tbk yang bergerak di bidang energi terbarukan.

Baca juga: PLTS 100 GW Dikejar, Fondasi Eksekusi Jadi Penentu

Sistem tersebut terdiri dari 1.326 panel surya dan diproyeksikan menghasilkan listrik sebesar 1.084.981 kilowatt hour (kWh) pada tahun pertama operasionalnya.

Selain memasok kebutuhan listrik dari sumber energi terbarukan, PLTS tersebut diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon hingga sekitar 900 ton karbon dioksida (CO2) per tahun.

Direktur EPN Achmad Rizal Roesindrawan mengatakan pemanfaatan energi surya di sektor industri menjadi salah satu langkah untuk mendukung transisi energi sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan energi.

“EPN sudah berpengalaman sejak tahun 2018 dan hingga saat ini telah mengembangkan kapasitas PLTS mencapai 37 MWp. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh ASKI. Semoga kehadiran PLTS ini dapat membantu efisiensi energi ASKI sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan,” ujar Achmad Rizal dikutip Senin (1/6/2026).

Kurangi jejak karbon

Sementara itu, Presiden Direktur ASKI Prihatanto Agung Lesmono mengatakan penggunaan PLTS menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mengurangi jejak karbon operasional sekaligus memperkuat sinergi di lingkungan Grup Astra.

“Value chain sesama Astra untuk memperkuat sesama perusahaan Astra, terutama pada perusahaan kami yang memproduksi alat kesehatan. Langkah ini adalah kontribusi nyata terhadap lingkungan oleh ASKI dan pengurangan emisi karbon,” kata Prihatanto.

Ia menambahkan, perusahaan juga tengah mempertimbangkan pengembangan sistem penyimpanan energi berbasis baterai untuk mengoptimalkan pemanfaatan listrik yang dihasilkan panel surya.

Baca juga: Industri Mulai Lirik ke PLTS Demi Jaga Bisnis Tetap Jalan

“Selanjutnya kami memperhitungkan bersama untuk pemasangan baterai berkolaborasi dengan EPN. Pemakaian solar panel bisa tersambung sempurna dengan mesin yang ASKI miliki. Semoga ini menjadi kerja sama awal dan lebih besar lagi ke depannya,” ujarnya.

Pemanfaatan PLTS atap di sektor industri dinilai semakin penting di tengah dorongan pemerintah untuk meningkatkan bauran energi baru dan terbarukan serta mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Selain membantu menekan emisi, penggunaan energi surya juga menjadi salah satu strategi perusahaan dalam memenuhi target keberlanjutan dan efisiensi operasional jangka panjang.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
PLN Siap Kembangkan Panas Bumi Gunung Ungaran, Kajian Lingkungan dan Sosial Jadi Perhatian
PLN Siap Kembangkan Panas Bumi Gunung Ungaran, Kajian Lingkungan dan Sosial Jadi Perhatian
BUMN
Gelar Rembug Nasional 2026, KTNA Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Pertanian dan Perikanan
Gelar Rembug Nasional 2026, KTNA Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Pertanian dan Perikanan
LSM/Figur
Kenaikan Suhu 1 Derajat Celsius Bisa Pangkas Pendapatan UMKM hingga 14 Persen
Kenaikan Suhu 1 Derajat Celsius Bisa Pangkas Pendapatan UMKM hingga 14 Persen
Pemerintah
Dampak Panas Ekstrem, Sebabkan Kerugian Finansial Dunia Kerja
Dampak Panas Ekstrem, Sebabkan Kerugian Finansial Dunia Kerja
Pemerintah
Bagaimana Negara Cegah Bencana Jadi Krisis Pangan, Analisis Tunjukan
Bagaimana Negara Cegah Bencana Jadi Krisis Pangan, Analisis Tunjukan
Pemerintah
Asap Kebakaran Hutan Terbukti Lebih Toksik dari Polusi Udara Lainnya
Asap Kebakaran Hutan Terbukti Lebih Toksik dari Polusi Udara Lainnya
Pemerintah
Udara Bersih Berdampak Positif pada Perkembangan Anak Usia Dini
Udara Bersih Berdampak Positif pada Perkembangan Anak Usia Dini
Pemerintah
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Kebakaran Hutan Dorong Populasi Gajah Sumatra ke Ambang Kepunahan
Pemerintah
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Petani Hortikultura Skala Kecil Perlu Konsolidasi untuk Perkuat Daya Saing
Pemerintah
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
PBB: Perang Besar Jadi Ancaman Global Paling Ditakuti Masyarakat Dunia
Pemerintah
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Pemerintah
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
LSM/Figur
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Pemerintah
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk 'Urban Farming' Tanaman Anggur
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk "Urban Farming" Tanaman Anggur
LSM/Figur
Menjadi Ruang Tumbuh Anak Pekerja, Begini Peran SD YPTSS di Solok Selatan
Menjadi Ruang Tumbuh Anak Pekerja, Begini Peran SD YPTSS di Solok Selatan
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau