Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas

Kompas.com, 20 September 2026, 09:44 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

TANGERANG, KOMPAS.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pengembangan varietas tanaman yang tidak hanya memiliki produktivitas tinggi, tetapi juga mampu menghadapi berbagai tekanan lingkungan akibat perubahan iklim.

Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) BRIN Puji Lestari mengatakan, varietas unggul untuk masa depan perlu memiliki karakter yang sesuai dengan kondisi agroekosistem Indonesia, termasuk tahan terhadap banjir, kekeringan, salinitas, serta serangan hama dan penyakit.

Menurut dia, pemuliaan tanaman juga perlu diarahkan untuk menghasilkan varietas yang lebih efisien dalam penggunaan input, seperti pupuk dan air.

Baca juga: Bukan Cuma Rasa, Ini Beda Kandungan Gula Buah Matang dan Mengkal

"Bagaimana kita mulai bergerak, orientasi kita bukan hanya basis tonase, tidak hanya basis produksi, tapi bagaimana produktivitas ini juga diikuti dengan efisiensi input. Bagaimana varietas unggul ini juga tahan terhadap krisis iklim," ujar Puji dalam acara "Masa Depan Pertanian Tropis; Huluisasi dan Hilirisasi untuk Bioekonomi Bernilai Tinggi", Rabu (16/9/2026).

Selain ketahanan terhadap cekaman lingkungan, pengembangan varietas juga diarahkan pada peningkatan kandungan nutrisi.

Puji mencontohkan pengembangan tanaman dengan kandungan senyawa tertentu yang lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Salah satunya adalah pengembangan kangkung dengan kandungan antosianin tinggi yang diarahkan untuk mendukung penanganan persoalan stunting.

Pemuliaan tanaman dipercepat dengan bioteknologi

Untuk menghasilkan varietas dengan berbagai karakter tersebut, BRIN mengembangkan pendekatan pemuliaan berbasis bioteknologi.

Teknologi yang digunakan antara lain genome editing, Marker Assisted Selection (MAS), serta multi-omics yang mencakup genomik, transkriptomik, dan metabolomik.

Teknologi tersebut digunakan untuk mempercepat proses seleksi tanaman. Melalui pemetaan genom dan identifikasi marka fungsional, peneliti dapat menyeleksi karakter tertentu sejak fase awal berdasarkan informasi genetik tanaman.

"Teknologi ini merupakan akselerator, bukan tujuan akhir," kata Puji.

Salah satu riset yang dikembangkan adalah genome editing pada apel lokal atau Apel Malang. Riset tersebut diarahkan untuk mempertahankan karakter rasa manis dan ukuran buah ketika tanaman menghadapi kondisi suhu yang lebih tinggi.

Puji mengatakan, perubahan kondisi suhu dapat memengaruhi karakter Apel Malang, termasuk rasa dan ukuran buah.

Baca juga: Inilah Satu-Satunya Buah Langka Berwarna Biru di Dunia Ada 2 Negara Ini

"Apel Malang, tanaman yang tadinya dengan arsitektur yang sama, itu manis, buah besar. Sekarang manisnya berkurang, ukurannya kecil. Sekarang kami melakukan genome editing dengan menyasar satu ekspresi gen invertase," ujarnya.

Menurut dia, penelitian tersebut masih dalam tahap pengembangan dan diarahkan agar Apel Malang tetap memiliki karakter rasa manis sekaligus mampu beradaptasi pada suhu yang lebih tinggi.

Diarahkan sejak awal ke kebutuhan pasar

Selain mempercepat pemuliaan, BRIN juga berupaya mengatasi kesenjangan antara hasil penelitian dan penerapannya di masyarakat.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Laporan Sumber Daya Air Global: Benua di Seluruh Dunia Makin Mengering
Pemerintah
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
BRIN Dorong Varietas Tanaman Tahan Banjir, Kekeringan hingga Salinitas
LSM/Figur
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Perkuat Bisnis, Perusahaan Genjot Pengeluaran untuk Adaptasi Iklim
Pemerintah
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk 'Urban Farming' Tanaman Anggur
Kisah Warga Setu Olah Sampah Organik untuk "Urban Farming" Tanaman Anggur
LSM/Figur
Menjadi Ruang Tumbuh Anak Pekerja, Begini Peran SD YPTSS di Solok Selatan
Menjadi Ruang Tumbuh Anak Pekerja, Begini Peran SD YPTSS di Solok Selatan
Swasta
UNTR Menjaga Asa Anak-anak Pedalaman Kalimantan melalui Pendidikan dan Pemberdayaan
UNTR Menjaga Asa Anak-anak Pedalaman Kalimantan melalui Pendidikan dan Pemberdayaan
Swasta
PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel Sekaligus Dekarbonisasi dengan Energi Bersih
PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel Sekaligus Dekarbonisasi dengan Energi Bersih
BUMN
PLTS Bukan Satu-satunya, UNTR Jawab Tantangan ESG dengan Diversifikasi Bisnis
PLTS Bukan Satu-satunya, UNTR Jawab Tantangan ESG dengan Diversifikasi Bisnis
Swasta
Tantangan Data Cuaca, Negara Miskin Hadapi Akurasi Prediksi yang Rendah
Tantangan Data Cuaca, Negara Miskin Hadapi Akurasi Prediksi yang Rendah
Pemerintah
Studi: Rating ESG Tak Gambarkan Deforestasi Akibat Ulah Perusahaan
Studi: Rating ESG Tak Gambarkan Deforestasi Akibat Ulah Perusahaan
Pemerintah
Jejak Karier Wahidah di Balik Kendali Ekskavator Perkebunan Solok Selatan
Jejak Karier Wahidah di Balik Kendali Ekskavator Perkebunan Solok Selatan
Swasta
Perempuan di Balik Aktivitas Lapangan Perkebunan Sawit Solok Selatan
Perempuan di Balik Aktivitas Lapangan Perkebunan Sawit Solok Selatan
Swasta
Terganjal Regulasi, Pengelolaan Hutan oleh Petani di Blitar Lambat
Terganjal Regulasi, Pengelolaan Hutan oleh Petani di Blitar Lambat
Pemerintah
Kesejahteraan Pekerja Jadi Kunci Keberlanjutan Bisnis
Kesejahteraan Pekerja Jadi Kunci Keberlanjutan Bisnis
Swasta
Musim Mas Perkuat Upaya Bersama Cegah dan Tangani Karhutla di Kalteng
Musim Mas Perkuat Upaya Bersama Cegah dan Tangani Karhutla di Kalteng
BrandzView
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau