Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 21 April 2023, 13:04 WIB
Hadi Maulana,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

BATAM, KOMPAS.com – Mengedepankan peran sebagai society enabler dalam momen Ramadan dan Idulfitri 1444 H (RAFI 2023), Telkomsel melanjutkan rangkaian kegiatan perusahaan dalam Nyalakan Kebersamaan untuk berbagi dengan penerima manfaat yang membutuhkan, dengan menggelar rangkaian program Corporate Social Responsibility (CSR).

Rangkaian program CSR Telkomsel tetap berfokus pada inklusivitas serta keberlanjutan sosial dan ekonomi di sekitar wilayah operasi Telkomsel.

Telkomsel mengedepankan konsep sharing economy dalam memenuhi pengadaan bantuan makanan dan sembako yang akan diberikan kepada penerima manfaat, dengan mendorong pemberdayaan para pelaku Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar wilayah penerima manfaat.

Telkomsel berharap program ini juga dapat mendukung kebangkitan UMKM Nasional pasca tantangan masa pandemi Covid-19 yang kini sudah semakin mereda.

Baca juga: 1.444 Marbot se-Indonesia Terima Donasi Ramadan dari Indosat

Serangkaian kegiatan CSR Telkomsel Siaga selama periode RAFI 2023 tersebut mencakup penyerahan bantuan untuk penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Antara lain kepada 280 masyarakat duafa dalam kondisi sakit atau penyandang disabilitas, dan 280 guru mengaji.

Kemudian 1.800 masyarakat duafa dalam bentuk paket buka puasa atau sahur gratis, 1.800 masyarakat duafa yang mendapatkan paket bantuan sembako, 28 masjid, serta 280 yayasan duafa, yayasan penyandang disabilitas, dan panti jompo di seluruh Indonesia.

“Telkomsel secara konsisten berupaya untuk terus mendampingi aktivitas masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi para pelanggan yang kami layani, terutama pada momen bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1444 H,” kata Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (21/4/2023).

Setelah berhasil melalui tantangan masa pandemi yang begitu sulit, Hendri mengaku, Ramadan dan Idulfitri kali ini menjadi waktu yang tepat bagi seluruh masyarakat, khususnya umat muslim, untuk bertemu kembali dalam kehangatan dan mempererat silaturahmi satu sama lain.

Dengan semangat Nyalakan Kebersamaan yang dapat membuka lebih banyak peluang kebaikan antar sesama.

Selain melakukan penyerahan secara langsung kepada penerima manfaat pada sejumlah wilayah di Indonesia, penyerahan juga dilakukan bersamaan dengan kegiatan roadshow Telkomsel yang digelar di empat kota di Indonesia, yakni Cirebon, Jawa Barat (28 Maret 2023), Banjarmasin, Kalimantan Selatan (3 April 2023), Banda Aceh, Aceh (12 April 2023), dan Lombok (13 April 2023).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada mereka yang membutuhkan untuk Nyalakan Kebersamaan di momen bulan suci umat muslim.

Melalui kegiatan tersebut, Telkomsel berharap semangat Nyalakan Kebersamaan dapat menjadikan kebermanfaatan perusahaan menjadi semakin bermakna, terutama dalam mendampingi seluruh lapisan masyarakat dalam merayakan kehangatan di sepanjang momen RAFI 2023.

“Telkomsel juga telah memastikan kesiapan jaringan broadband berteknologi terdepan yang andal serta ketersediaan produk dan layanan unggulannya, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan sekaligus menambah keseruan dalam menjalani gaya hidup digital yang bermakna selama momen Ramadan dan Idulfitri,” terang Hendri.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
LSM/Figur
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
Pemerintah
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Pemerintah
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
LSM/Figur
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Pemerintah
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
Pemerintah
4.000 Pekerja Pemilah Sampah Informal di Bantargebang Dapat Jaminan Sosial
4.000 Pekerja Pemilah Sampah Informal di Bantargebang Dapat Jaminan Sosial
Pemerintah
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pemerintah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Pemerintah
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Pemerintah
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
LSM/Figur
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Pemerintah
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Pemerintah
Ahli Ingatkan Ancaman Kerusakan Total 'Great Barrier Reef' Akibat El Nino
Ahli Ingatkan Ancaman Kerusakan Total "Great Barrier Reef" Akibat El Nino
Pemerintah
Dari Ibu Hamil hingga Remaja, Program PASTI Bangun Ekosistem Pencegahan Stunting di Kubu Raya
Dari Ibu Hamil hingga Remaja, Program PASTI Bangun Ekosistem Pencegahan Stunting di Kubu Raya
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau