Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

COP28 Sambut Platform Investasi Solusi Iklim, Nilainya Rp 11,6 Triliun

Kompas.com, 3 Desember 2023, 12:34 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Presidensi COP28 menyambut baik Platform Investasi Solusi Iklim baru senilai 750 juta dollar AS atau ekuivalen Rp 11,6 triliun yang diumumkan oleh Investcorp.

Ini merupakan sebuah perusahaan manajemen investasi alternatif, sebagai bagian dari kolaborasi dengan 'Inovasi untuk Teknologi Iklim', koalisi antara Masdar City, Tencent, dan Catalyst yang difasilitasi oleh Presidensi COP28.

Platform Investasi Solusi Iklim ini akan memberikan modal pertumbuhan kepada perusahaan-perusahaan yang menyediakan produk, layanan, dan teknologi yang mendorong dekarbonisasi dan mengatasi dampak perubahan iklim.

Sebagai informasi, koalisi Innovate for Climate Tech diluncurkan pada bulan November 2023 dan difasilitasi oleh Presidensi COP28.

Koalisi ini dimotori oleh Masdar City, perintis komunitas perkotaan berkelanjutan dan pusat bisnis dan teknologi kelas dunia di Abu Dhabi.

Baca juga: COP28 Sepakati Dana Kerugian dan Kerusakan untuk Negara Miskin

Sementara Tencent, perusahaan internet dan teknologi terkemuka dunia yang berkantor pusat di China, dan Catalyst, akselerator teknologi startup yang berbasis di Kota Masdar.

Sebagai mitra investasi dalam koalisi, Investcorp dapat memanfaatkan basis pengetahuan koalisi dan memanfaatkan peluang jaringan untuk membantu memandu alokasinya.

CEO COP28 UEA Adnan Amin menyambut Investcorp ke dalam koalisi Innovate for Climate Tech. Komitmen mereka dalam mengatasi dampak iklim melalui teknologi sejalan dengan komitmen COP28 dalam mendukung, mempromosikan dan memfasilitasi penerapan teknologi iklim.

"Dengan bekerja sama dan membangun platform inovasi dan investasi, kita dapat menciptakan peluang bagi pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja yang berkelanjutan, terutama di wilayah-wilayah yang paling membutuhkannya,” kata Adnan.

Co-CEO Investcorp Rishi Kapoor memastikan, fokus perusahaan adalah meningkatkan solusi iklim yang terbukti secara komersial memberikan keuntungan risiko yang paling menarik dan memberikan dampak tertinggi.

"Langkah ini membantu perusahaan dan konsumen mencapai target dekarbonisasi dalam jangka waktu yang dipercepat,” imbuh Rishi,

Baca juga: Indonesia Kawal 4 Agenda Krusial dalam COP28

Sementara itu, Direktur Pertumbuhan Masdar City Steve Severance menambahkan, komitmen teguh Kota Masdar terhadap ekosistem teknologi iklim ditunjukkan melalui kemitraan strategis seperti ini.

"keyakinan kuat dalam bekerja sama mendorong inisiatif yang mempercepat dekarbonisasi dan membangun masa depan yang lebih berkelanjutan untuk generasi mendatang," cetus Steve.

Investcorp menyampaikan pengumuman tersebut pada Forum Bisnis dan Filantropi di COP28 di Dubai pada tanggal 1 Desember 2023.

Investcorp meluncurkan platformnya dengan komitmen awal dari Sovereign Wealth Fund Mumtalakat Bahrain dan lembaga-lembaga lain yang berbasis di Bahrain.

Beberapa entitas terbaru yang bergabung dengan koalisi ini antara lain Siemens, Asian Infrastructure Investment Bank, The Climate Drive yang didukung oleh World Business Council for Sustainable Development, dan Flat6Labs.

Kemudian Gulf Capital, Martin Trust Center for MIT Entrepreneurship, Climate Collective, Startup Nation Central, Rainmaking , Pusat Pertukaran dan Transfer Teknologi Lingkungan Belt and Road, Foresight Group, dan Principes Ventures.

Baca juga: Ikuti COP28, Indonesia Paparkan Kemajuan Aksi Iklim

Koalisi Innovate for Climate Tech menyatukan para inovator, investor, program, dan mitra pengetahuan teknologi iklim untuk menggerakkan ekosistem teknologi iklim global.

Koalisi ini memperkuat upaya COP28 untuk meningkatkan ekosistem teknologi iklim global dan akan melanjutkannya setelah konferensi dua minggu ini dengan memberikan landasan peluncuran yang signifikan untuk memperluas pekerjaan para anggotanya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
Pemerintah
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Pemerintah
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
LSM/Figur
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Pemerintah
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
Pemerintah
4.000 Pekerja Pemilah Sampah Informal di Bantargebang Dapat Jaminan Sosial
4.000 Pekerja Pemilah Sampah Informal di Bantargebang Dapat Jaminan Sosial
Pemerintah
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pemerintah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Pemerintah
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Pemerintah
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
LSM/Figur
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Pemerintah
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Pemerintah
Ahli Ingatkan Ancaman Kerusakan Total 'Great Barrier Reef' Akibat El Nino
Ahli Ingatkan Ancaman Kerusakan Total "Great Barrier Reef" Akibat El Nino
Pemerintah
Dari Ibu Hamil hingga Remaja, Program PASTI Bangun Ekosistem Pencegahan Stunting di Kubu Raya
Dari Ibu Hamil hingga Remaja, Program PASTI Bangun Ekosistem Pencegahan Stunting di Kubu Raya
Swasta
PLTS Atap Dinilai Bisa Perkuat Keandalan Listrik, Kebijakan Kuota Diminta Direvisi
PLTS Atap Dinilai Bisa Perkuat Keandalan Listrik, Kebijakan Kuota Diminta Direvisi
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau