Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 12 Desember 2023, 13:00 WIB
Sigiranus Marutho Bere,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KUPANG, KOMPAS.com - Forum Group Discussion terkait Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) digelar di Hotel Harper Kupang, Senin (11/12/2023).

Acara itu dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi NTT, Delegasi Kedutaan Besar Kanada Kevin Tolkar dan dari International Centre for Research in Agroforestry (ICRAF).

Kegiatan yang merupakan kerjasama antara Pemprov NTT dan ICRAF Indonesia, ini berfokus pada isu perubahan iklim.

Pemerintah Kanada melalui Land4Lives mengucurkan dana Rp 195 miliar untuk merintis kegiatan kerjasama tersebut, khususnya dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim.

"Ini proyek penting sehingga pemerintah kami senang bisa menjadi bagian dalam kegiatan perubahan iklim ini dan perlu mendengar berbagai masukan dari masyarakat dan Pemprov NTT untuk progres ke depan," kata Delegasi Kedutaan Besar Kanada Kevin Tolkar.

Baca juga: Kesepakatan dengan Ambisi Iklim Tinggi Jadi Kemenangan COP28

Land4Lives membantu mendukung pertanian cerdas iklim, kami membantu masyarakat meningkatkan gizi.

"Kami juga membantu mendukung pengelolaan bentang alam dan daerah aliran sungai serta mendorong proses yang lebih inklusif di tingkat lokal, termasuk lebih banyak keterlibatan perempuan khususnya dalam proses pengambilan keputusan," tutur Kevin.

Sebagai seorang konselor dan Kepala Kerja Sama Pembangunan di Kedutaan Besar Kanada untuk Indonesia, pihaknya ingin mendukung masyarakat NTT mencegah gizi buruk dan stunting.

Menurut Kevin, masyarakat Kanada maupun Indonesia termasuk NTT sama-sama menghadapi masalah yang sama yakni perubahan iklim.

"Sehingga kita perlu kerja sama atau kolaborasi untuk membuat perkembangan yang baik untuk menghasilkan solusi bersama mengatasi persoalan iklim ini," imbuhnya.

Baca juga: COP28: Aktivis Muda Muak dengan Janji-janji Iklim

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTT Ondy Siagian mengatakan, kerja sama Pemprov NTT dengan ICRAF Indonesia terkait isu perubahan iklim sudah dilakukan sejak tahun 2021.

"Untuk saat ini lebih kepada penyusunan rencana melalui KLHS, baik itu RTRW maupun RPJPD NTT," ujar Ondy.

Ondy menyebut, ICRAF membantu penyusunan KLHS sekaligus mendampingi NTT untuk isu-isu global terkait lingkungan hidup.

Sehingga, Pemprov NTT yakni DLHK sangat berterima kasih dalam kerja sama ini dan semoga produk-produk perencanaan ini menjadi lebih baik bagi NTT ke depannya.

Khusus untuk program pemberdayaan, ICRAF sudah mengaplikasikan program irigasi tetes di beberapa daerah di NTT seperti di Desa Neke, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Di desa itu, ada beragam program yakni Kebun Belajar, kebun dapur, dan Sekolah Perempuan Neke.

Sedangkan untuk daratan Pulau Flores juga sudah mulai diterapkan irigasi tetes oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Termasuk juga di Pulau Sumba, yang juga sudah replikasi teknologi irigasi tetes.

"Karena beberapa tumbuhan yang tidak bisa tumbuh ternyata dengan irigasi tetes bisa tumbuh seperti anggur. Ini menandakan di semua tempat bisa menggunakan irigasi tetes sehingga DLH NTT akan replikasi praktik baik yang sudah dilakukan oleh ICRAF Indonesia," kata dia.

Khusus pengembangan pertanian lanjut Ondy, DLHK NTT memprogramkan skema agroforestri sehingga tetap ada hutan dan sebagian lahan terbuka dimanfaatkan untuk penanaman jagung, sorgum dan tanaman lainnya

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
LSM/Figur
Capaian Dekarbonisasi Pertamina Semester I 2026 Tembus 118 Persen
Capaian Dekarbonisasi Pertamina Semester I 2026 Tembus 118 Persen
Pemerintah
Arah Politik Hukum RUU Perubahan Iklim
Arah Politik Hukum RUU Perubahan Iklim
Pemerintah
Banyak Remaja Hadapi Masalah Mental, Sekolah Perkuat Budaya Saling Peduli
Banyak Remaja Hadapi Masalah Mental, Sekolah Perkuat Budaya Saling Peduli
Swasta
Lonjakan Pusat Data Bakal Picu 'Tsunami' Sampah Elektronik
Lonjakan Pusat Data Bakal Picu 'Tsunami' Sampah Elektronik
Pemerintah
KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah
KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah
Pemerintah
Hadapi Krisis Iklim, Pemda Diminta Tinggalkan Tata Kelola Sektoral
Hadapi Krisis Iklim, Pemda Diminta Tinggalkan Tata Kelola Sektoral
Pemerintah
TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat
TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat
Pemerintah
Penggunaan AI di Tempat Kerja Masih Lambat, Informal, dan Tidak Merata
Penggunaan AI di Tempat Kerja Masih Lambat, Informal, dan Tidak Merata
Pemerintah
Gambar Buah pada Kemasan Jus Bisa Pengaruhi Persepsi Konsumen
Gambar Buah pada Kemasan Jus Bisa Pengaruhi Persepsi Konsumen
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau