Seiring berjalannya waktu, Nanang dan teman-teman anggota kelompok taninya berfokus pada pengembangan komoditas buah naga.
Nanang berharap, buah naga bisa dikenal sebagai maskot andalan Kabupaten Banyuwangi.
“Ke depan, kami akan terus mengembangkan olahan buah naga. Selama ini kan untuk buah (naga) yang dijadikan olahan itu masih minim. Jadi kami dengan pendampingan dari YDBA maupun pemerintah, Dinas Banyuwangi, kami terus kolaborasi bagaimana buah ini ada nilai tambah,” tutur Nanang.
Ketua Poktan Curah Jati Hernawan mengaku memiliki harapan yang sama dengan Nanang.
Kami akan terus mengikuti berbagai pelatihan mengolah produk. Saya berharap buah naga Banyuwangi bisa seperti apel di Malang, yang bisa menjadi aneka produk olahan," ucap Hernawan.
Sementara itu, Ketua Pengurus YDBA Rahmat Samulo mengapresiasi kerja keras dan upaya para anggota Poktan Tunas Sejahtera. Lebih lanjut, ia juga berpesan agar para petani dapat terus berinovasi demi meningkatkan produktivitas dan nilai tambah.
“Jangan berhenti. Tetap berinovasi, walaupun yang sekarang produktivitas sudah naik, segala macam, tapi pikirkan lagi, apalagi? Ada ekspor, ada apa, macam-macam yang bisa dilakukan,” ujar Rahmat.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya