Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dukung Keberlanjutan, CleanLiving.id Perkuat Standar Kebersihan dan Pemberdayaan Sosial

Kompas.com, 22 Februari 2025, 10:13 WIB
Sri Noviyanti

Editor


KOMPAS.com – Industri kebersihan kerap dipandang sebelah mata, padahal tenaga kerja di sektor ini memiliki peran penting dalam menjaga kenyamanan dan kesehatan masyarakat.

Salah satu perusahaan yang bernaung di sektor tersebut, CleanLiving.id hadir tak hanya untuk menyediakan layanan kebersihan berkualitas, tetapi juga membangun tenaga kerja yang berintegritas, profesional, dan beretika tinggi.

Sejak didirikan lima tahun lalu, CleanLiving.id berkomitmen menghadirkan tenaga kerja yang tidak hanya terampil dalam kebersihan, tetapi juga memiliki standar moral dan profesionalisme tinggi.

Direktur People and Culture CleanLiving.id, James Baltimore Ballo, menegaskan bahwa perusahaan ini memiliki kode etik ketat untuk memastikan layanan berkualitas sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman.

Lewat pengalaman lebih dari 17 tahun di dunia Non-Government Organization (NGO), James memiliki visi kuat dalam menciptakan perubahan sosial melalui lapangan pekerjaan yang beretika dan berintegritas.

“Kami ingin membentuk tenaga kerja yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memahami pentingnya etika kerja. Oleh karena itu, setiap pekerja CleanLiving.id dibekali pelatihan terkait integritas, kejujuran, serta kebijakan bebas dari segala bentuk kekerasan, termasuk pelecehan seksual dan catcalling,” ujar James.

Baca juga: Green Jobs, Bidang Pekerjaan Layak yang Menjawab Masalah Lingkungan

Kode etik tersebut diterapkan secara ketat dalam setiap aspek pekerjaan. Pekerja diharuskan menghormati pelanggan, menjaga profesionalisme, dan bekerja dengan standar tinggi. Selain itu, perusahaan juga menyediakan jalur pelaporan bagi pekerja dan pelanggan jika terjadi pelanggaran etika di lingkungan kerja.

Pelatihan komprehensif

Untuk memastikan standar layanan yang tinggi, CleanLiving.id membekali setiap pekerjanya dengan pelatihan intensif sebelum mulai bekerja.

Pelatihan tersebut mencakup keterampilan teknis seperti deep cleaning, penggunaan alat modern seperti hydrovacuum dan steam sterilization, hingga prosedur fogging disinfektan.

Namun, lebih dari itu, pekerja juga mendapatkan pembekalan terkait komunikasi profesional, tata krama, dan manajemen waktu.

Baca juga: Green Jobs, Bidang Pekerjaan Layak yang Menjawab Masalah Lingkungan

“Kami percaya bahwa profesionalisme tidak hanya diukur dari keterampilan teknis, tetapi juga dari bagaimana pekerja berinteraksi dengan pelanggan dan menjaga kepercayaan yang diberikan kepada mereka,” tambah James.

Pelatihan ini diberikan secara berkala untuk memastikan tenaga kerja CleanLiving.id selalu berkembang dan mampu beradaptasi dengan standar industri yang terus meningkat.

Peluang kerja yang inklusif dan berkelanjutan

CleanLiving.id juga berupaya menciptakan peluang kerja yang inklusif, membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin berkembang, tanpa memandang latar belakang pendidikan atau pengalaman sebelumnya.

Perusahaan tersebut memberikan kesempatan bagi anak muda, kepala keluarga, hingga mereka yang sebelumnya kehilangan pekerjaan akibat pandemi.

Dengan lebih dari 6.600 pelanggan di berbagai kota seperti Jabodetabek, Balikpapan, Surabaya, dan Sidoarjo, CleanLiving.id terus memperluas dampak sosialnya. Perusahaan ini tidak hanya berkontribusi dalam menyediakan layanan kebersihan yang profesional, tetapi juga membantu meningkatkan taraf hidup para pekerjanya melalui pekerjaan yang stabil dan berkelanjutan.

“Kami melihat banyak anak muda dan kepala keluarga yang kehilangan penghasilan akibat pandemi. Banyak dari mereka yang tidak memiliki pengalaman kerja di industri kebersihan, tetapi itu bukan hambatan. Di CleanLiving.id, kami percaya bahwa setiap orang bisa belajar dan berkembang,” ujar James.

Ia menerangkan bahwa CleanLiving.id adalah tempat di mana tenaga kerja bisa berkembang, belajar, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Bagi Anda yang ingin memakai layanan kebersihan profesional dengan tenaga kerja yang berintegritas, kunjungi situs cleanliving.id atau ikuti akun Instagram cleanliving.id untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan layanan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
LSM/Figur
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Pemerintah
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
LSM/Figur
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
Pemerintah
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Pemerintah
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
Gaya Hidup Berkelanjutan Tak Cukup Jadi Pilihan Individu, Butuh Dukungan Ekosistem
LSM/Figur
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Menteri LH Klaim Karhutla di Lahan Konsesi Turun Akibat Sanksi Hukum
Pemerintah
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
Pemerintah
4.000 Pekerja Pemilah Sampah Informal di Bantargebang Dapat Jaminan Sosial
4.000 Pekerja Pemilah Sampah Informal di Bantargebang Dapat Jaminan Sosial
Pemerintah
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pramono: Pilah Sampah di Jakarta Capai 23 Persen, 8.615 Fasilitas Pengelolaan Disiapkan
Pemerintah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Indonesia Dinilai Terlambat Terapkan EPR, Produsen Bakal Wajib Biayai Pengelolaan Sampah
Pemerintah
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Peran Teknologi Informatika: Bantu Olah Data Biodiversitas jadi Panduan Kebijakan
Pemerintah
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
LSM/Figur
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Pemerintah
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau