Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dekarbonisasi Baja dan Logam, Uni Eropa Luncurkan Rencana Aksi

Kompas.com, 31 Maret 2025, 18:00 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

Sumber ESG Today

KOMPAS.com - Komisi Eropa mengumumkan peluncuran Rencana Aksi Baja dan Logam untuk melindungi dan meningkatkan daya saing industri baja dan logam serta memfasilitasi proses dekarbonisasi yang menjadi target iklim UE.

Sebagai informasi sektor tersebut merupakan salah satu penyumbang emisi industri terbesar di Uni Eropa.

Komisi Eropa menjelaskan Rencana Aksi baru ini diluncurkan karena industri baja dan logam Eropa sedang menghadapi berbagai tantangan, seperti biaya energi yang tinggi, persaingan global yang tidak adil, dan kebutuhan akan investasi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Seperti dikutip dari ESG Today, Senin (31/3/2025) rencana tersebut berfokus pada enam pilar utama, yaitu memastikan ketersediaan energi bersih dan terjangkau, mencegah kebocoran karbon, memperkuat kapasitas industri Eropa, mendorong ekonomi sirkular untuk logam, menjaga lapangan kerja industri yang berkualitas, dan mengurangi risiko proyek melalui pasar unggulan dan dukungan pemerintah.

Baca juga: Komisi UE Investasikan 4,6 Miliar Euro untuk Proyek Teknologi Bersih

Pada industri-industri utama yang menggunakan banyak energi, Komisi Eropa meluncurkan serangkaian inisiatif dan rencana yang bertujuan untuk meningkatkan akses dan penggunaan energi bersih oleh industri, mendorong investasi dalam teknologi bersih, dan mengurangi risiko investasi pengurangan emisi bagi perusahaan.

Tindakan-tindakan utama untuk mendorong penggunaan energi bersih mencakup promosi Perjanjian Pembelian Daya (PPAs), mendorong negara-negara anggota untuk menurunkan tarif jaringan guna menstabilkan harga listrik, mempercepat akses ke jaringan listrik, dan mendukung peningkatan penggunaan hidrogen terbarukan dan hidrogen rendah karbon.

Rencana ini juga menyoroti pendanaan dan insentif yang berfokus pada keberlanjutan, termasuk rencana untuk mengumpulkan dana sebesar 100 miliar euro melalui "Bank Dekarbonisasi Industri" yang diumumkan pada bulan Februari lalu dalam Kesepakatan Industri Bersih.

Langkah awal akan dilakukan dengan lelang percontohan senilai 1 miliar euro pada tahun 2025 yang difokuskan pada dekarbonisasi dan elektrifikasi proses industri utama.

Rencana Aksi juga berupaya menerapkan langkah-langkah untuk menangani masalah "kebocoran karbon" di sektor baja dan logam.

Kebocoran karbon terjadi ketika perusahaan memindahkan produksi barang dengan emisi tinggi ke negara-negara dengan peraturan lingkungan dan iklim yang lebih longgar.

Upaya ini akan dilakukan dengan cara merevisi Mekanisme Penyesuaian Batas Karbon (CBAM), yaitu pajak karbon Uni Eropa untuk barang-barang impor.

Rencana yang ada mencakup pengajuan proposal legislatif pada akhir tahun ini untuk memperluas cakupan CBAM ke produk-produk hilir tertentu yang berbahan dasar baja dan aluminium, serta memasukkan langkah-langkah tambahan untuk mencegah penghindaran pajak.

Baca juga: UE Longgarkan Target Emisi Produsen Mobil

Sebagai tambahan, Rencana Aksi ini menyertakan pula serangkaian langkah yang bertujuan untuk meningkatkan praktik ekonomi sirkular dalam industri logam.

Langkah-langkah tersebut mencakup rencana penetapan target penggunaan baja dan aluminium daur ulang di sektor-sektor kunci, penilaian apakah produk seperti bahan bangunan dan elektronik perlu memiliki persyaratan terkait daur ulang atau kandungan bahan daur ulang, serta pertimbangan langkah-langkah perdagangan untuk memo logam guna memastikan ketersediaan memo yang memadai.

“Industri baja selalu menjadi sumberbagi kemakmuran Eropa. Oleh karena itu, baja bersih generasi berikutnya harus terus diproduksi di Eropa. Itu berarti kita harus membantu produsen menghadapi tantangan berat di pasar global," ungkap Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

"Untuk memastikan mereka tetap kompetitif, kita harus mengurangi biaya energi dan membantu produsen memperkenalkan teknologi inovatif rendah karbon ke pasar. Dengan Rencana Aksi hari ini, kami menawarkan solusi konkret untuk industri baja Eropa yang berkembang pesat,” paparnya lagi.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Studi: 140 Juta Pekerjaan di Eropa Berpotensi Terdampak Krisis Alam
Studi: 140 Juta Pekerjaan di Eropa Berpotensi Terdampak Krisis Alam
Pemerintah
Studi Ungkap 56 Ton Partikel Mikroplastik  Hujani Gunung Everest Sepanjang Tahun
Studi Ungkap 56 Ton Partikel Mikroplastik Hujani Gunung Everest Sepanjang Tahun
Pemerintah
BRIN Kembangkan Teknologi Berbasis Karbon dan Jamur untuk Urai Limbah
BRIN Kembangkan Teknologi Berbasis Karbon dan Jamur untuk Urai Limbah
LSM/Figur
Masjid Indonesia Bidik Kontribusi 1 GW Energi Surya
Masjid Indonesia Bidik Kontribusi 1 GW Energi Surya
Pemerintah
PBB: 80 Persen Pekerja Rumah Tangga Tak Punya Perlindungan Kerja Formal
PBB: 80 Persen Pekerja Rumah Tangga Tak Punya Perlindungan Kerja Formal
Pemerintah
Kadar Gas Rumah Kaca Capai Rekor Tertinggi Baru pada 2025v
Kadar Gas Rumah Kaca Capai Rekor Tertinggi Baru pada 2025v
Pemerintah
Beras Rendah Emisi Berpeluang Masuk Pasar Ritel, Pendapatan Petani Bisa Naik
Beras Rendah Emisi Berpeluang Masuk Pasar Ritel, Pendapatan Petani Bisa Naik
LSM/Figur
Pemkot Surakarta dan Konsorsium Filantrofi Dorong Transisi Sanitasi Aman
Pemkot Surakarta dan Konsorsium Filantrofi Dorong Transisi Sanitasi Aman
Pemerintah
K-24 Grup dan Danone Indonesia Dukung Pemenuhan Nutrisi Anak Pascabencana di NTT
K-24 Grup dan Danone Indonesia Dukung Pemenuhan Nutrisi Anak Pascabencana di NTT
Swasta
Restorasi Gambut dan Pemantauan Udara Diperlukan untuk Penanganan Karhutla Jangka Panjang
Restorasi Gambut dan Pemantauan Udara Diperlukan untuk Penanganan Karhutla Jangka Panjang
LSM/Figur
PBB: Daya Serap Karbon Samudra Kian Menurun akibat Krisis Iklim
PBB: Daya Serap Karbon Samudra Kian Menurun akibat Krisis Iklim
Pemerintah
Skor Daya Saing Karbon RI Terendah di ASEAN, Tertinggal Jauh dari Filipina
Skor Daya Saing Karbon RI Terendah di ASEAN, Tertinggal Jauh dari Filipina
LSM/Figur
ESG di Asia Tak Lagi Sekadar CSR, Kini Terintegrasi ke Jantung Bisnis
ESG di Asia Tak Lagi Sekadar CSR, Kini Terintegrasi ke Jantung Bisnis
Swasta
Nilai yang Tinggal di Tanah Nikel
Nilai yang Tinggal di Tanah Nikel
Swasta
UNBL dan Uniska Dampingi Warga Al Kautsar Olah Potensi Desa Jadi Produk Bernilai
UNBL dan Uniska Dampingi Warga Al Kautsar Olah Potensi Desa Jadi Produk Bernilai
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau