Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Investasi Energi Bersih ASEAN, Jepang dan Korsel Goyang Dominasi China

Kompas.com, 21 Mei 2025, 07:44 WIB
Yunanto Wiji Utomo

Penulis

KOMPAS.com - Sudah bukan rahasia bahwa China adalah penyumbang investasi energi bersih terbesar di Asia Tenggara sepanjang 2013–2023, dengan total dana mencapai 2,7 miliar dollar AS. Yang tak banyak tahu, Jepang dan Korea Selatan kini mulai ikut menggoyang. 

Fakta itu terungkap dalam Laporan Zero Carbon Analytics (ZCA) bertajuk “The Race to Invest in Southeast Asia’s Green Economy” yang mengulas investasi energi bersih dari China, Jepang, Korea Selatan, dan Australia ke lima negara utama Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

“Meski China mendominasi investasi dan perdagangan teknologi bersih, Korea Selatan unggul dalam ekspor komponen baterai, dan Jepang memimpin investasi tenaga surya. Kawasan Asia Tenggara menawarkan peluang besar untuk memperluas investasi energi bersih,” kata Yu Sun Chin, Peneliti ZCA.

Jepang: Motor Pendanaan Transisi Energi

Jepang menjadi penggerak utama pendanaan transisi energi di Asia Tenggara melalui skema seperti Just Energy Transition Partnership (JETP) dan Energy Transition Mechanism (ETM).

Jepang memberikan pendanaan JETP senilai 20 miliar dollar AS kepada Indonesia dan mendukung inisiatif serupa di Vietnam. Pada 2021, Jepang juga mengalokasikan 25 juta dollar AS melalui ETM untuk mempercepat pensiun dini PLTU di Indonesia, Filipina, dan Vietnam.

Jepang juga tercatat sebagai investor terbesar di sektor surya dan panas bumi di lima negara utama kawasan, dengan nilai investasi mencapai 1,3 miliar dollar AS pada 2013 dan 142 juta dollar AS pada 2023. Di Filipina, Jepang menjadi pemasok utama kendaraan listrik dan bus listrik.

Baca juga: Bank Capital Awali Transaksi REC di ICDX, Beli 2.098 MWh Energi Hidro

Korea Selatan: Pemain Utama Baterai EV

Korea Selatan memimpin ekspor komponen baterai ke Malaysia (143,37 juta dollar AS) dan Indonesia (52,99 juta dollar AS), serta menjadi eksportir terbesar kedua baterai kendaraan listrik ke Indonesia setelah China. Peran ini memperkuat posisinya dalam rantai pasok kendaraan listrik Asia Tenggara.

Peluang Asia Tenggara

Posisi strategis dan pertumbuhan ekonomi yang pesat menjadikan Asia Tenggara magnet bagi investor. 

Asia Tenggara dapat menangkap peluang ini dengan memperluas permintaan dan pasar hijau kawasan, sehingga bisa mengamankan pasokan energi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi mereka yang cukup cepat. 

"Energi terbarukan dengan cepat menjadi sumber listrik termurah di sebagian besar Asia Tenggara, menawarkan peluang bagi ASEAN. Perluasan energi bersih akan mengamankan sumber energi dengan harga terjangkau untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang cepat di kawasan ini. Investor yang terlibat dapat menangkap pangsa pasar sektor energi bersih di kawasan, mencapai target netral karbon, dan membangun kerja sama regional di tengah gejolak geopolitik global,” jelas Amy Kong, Peneliti ZCA.

Laporan ini dirilis menjelang KTT ASEAN Ke-46 di Malaysia. Di tengah ketegangan global dan kebijakan proteksionis energi bersih AS, pertemuan ini diharapkan menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat industri bersih kawasan.

Baca juga: WITS Group dan ITPLN Kolaborasi Kembangkan Teknologi AI untuk Ubah Sampah Jadi Energi

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Limbah Cairan Perasan Rumput Laut Diolah Jadi Kemasan Pintar Dukung Keamanan Pangan
Limbah Cairan Perasan Rumput Laut Diolah Jadi Kemasan Pintar Dukung Keamanan Pangan
LSM/Figur
AI Masuk Dunia Pendidikan, UNESCO Dorong Penguatan Kompetensi Guru
AI Masuk Dunia Pendidikan, UNESCO Dorong Penguatan Kompetensi Guru
LSM/Figur
Banjir Bandang Berulang di Sumatera, Pakar Minta Tata Ruang Diubah
Banjir Bandang Berulang di Sumatera, Pakar Minta Tata Ruang Diubah
LSM/Figur
Agrinas Palma-IPB University Kembangkan Bioetanol Singkong, Sorgum, dan Jagung Dukung E20
Agrinas Palma-IPB University Kembangkan Bioetanol Singkong, Sorgum, dan Jagung Dukung E20
BUMN
Rasa Makanan Tentukan Keberhasilan Program Makanan Sekolah Ramah Lingkungan
Rasa Makanan Tentukan Keberhasilan Program Makanan Sekolah Ramah Lingkungan
Pemerintah
Dari Bambu hingga PLTMH, Peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara VI Belajar Jaga Lingkungan di Kawasan Ekowisata Boon Pring
Dari Bambu hingga PLTMH, Peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara VI Belajar Jaga Lingkungan di Kawasan Ekowisata Boon Pring
LSM/Figur
ASEAN Didorong Selaraskan Harga Karbon agar Tak Kehilangan Potensi Pendapatan
ASEAN Didorong Selaraskan Harga Karbon agar Tak Kehilangan Potensi Pendapatan
Pemerintah
UNDP: 160 Juta Orang Terancam Terjebak Krisis Berkepanjangan
UNDP: 160 Juta Orang Terancam Terjebak Krisis Berkepanjangan
Pemerintah
WHO: Angka Harapan Hidup Global Mendekati Tingkat Sebelum Pandemi
WHO: Angka Harapan Hidup Global Mendekati Tingkat Sebelum Pandemi
Pemerintah
Makanan Busuk Lepaskan Gas Rumah Kaca 5 Kali Lebih Banyak Dibanding Pesawat
Makanan Busuk Lepaskan Gas Rumah Kaca 5 Kali Lebih Banyak Dibanding Pesawat
Pemerintah
Potensi Pendapatan dari Pengelolaan Sampah Organik di Jabar Capai 64 M Per Tahun
Potensi Pendapatan dari Pengelolaan Sampah Organik di Jabar Capai 64 M Per Tahun
LSM/Figur
IPB Sulap Limbah Mata Ikan Tuna Jadi Camilan Fungsional
IPB Sulap Limbah Mata Ikan Tuna Jadi Camilan Fungsional
LSM/Figur
PwC: Tingkat Kemahiran AI Memicu Kesenjangan Baru di Dunia Kerja
PwC: Tingkat Kemahiran AI Memicu Kesenjangan Baru di Dunia Kerja
Pemerintah
Ketika AI 'Haus' Air Bersih, Catatan Pengingat dari Data Center Jatiluhur
Ketika AI "Haus" Air Bersih, Catatan Pengingat dari Data Center Jatiluhur
LSM/Figur
'Long Service Award', Humanisasi di Tengah Era Transaksional
"Long Service Award", Humanisasi di Tengah Era Transaksional
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau