Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IATA Bikin Matchmaker, Jodohkan Maskapai dengan Avtur Ramah Lingkungan

Kompas.com, 21 Juli 2025, 19:02 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) telah meluncurkan platform Sustainable Aviation Fuel Matchmaker.

Itu adalah sebuah tool yang bertujuan untuk memfasilitasi antara maskapai penerbangan dan produsen bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF).

Platform nantinya berfungsi untuk menghubungkan maskapai yang mencari SAF dengan produsen yang memiliki pasokan, dengan tujuan mendorong praktik penerbangan yang lebih ramah lingkungan.

Program ini juga memungkinkan maskapai dan penyedia SAF untuk langsung bernegosiasi soal detail seperti harga, setelah sistem menemukan pasangan yang cocok antara kebutuhan maskapai dan ketersediaan SAF.

Baca juga: Studi: Hanya 10 dari 77 Maskapai yang Mendorong Penerapan SAF

"Untuk mencapai emisi karbon nol bersih pada tahun 2050, kita membutuhkan pasar SAF yang mudah diakses, transparan, likuid, dan efisien. SAF Matchmaker adalah contoh lain dari upaya yang dilakukan IATA untuk menciptakan pasar SAF yang berfungsi penuh," papar Marie Owens Thomsen, SVP Keberlanjutan dan Kepala Ekonom IATA, dikutip dari Sustainability Magazine, Kamis (17/7/2025).

Platform SAF Matchmaker sendiri dirancang untuk mengatasi tiga tantangan utama di pasar.

Pertama soal efisiensi. Platform ini membuat proses pembelian SAF lebih cepat dan murah karena semua terpusat, sehingga pasar pembelian SAF secara sukarela jadi lebih efisien.

Kedua mengenai konektivitasnya di mana produsen bisa mengumumkan berapa banyak SAF yang mereka punya atau akan produksi, dan maskapai bisa menyampaikan kebutuhan mereka. Tapi, pembelian atau penjualan SAF tetap dilakukan di luar platform ini.

Lalu yang terakhir adalah tantangan visibilitas. Platform SAF Matchmaker memberikan detail lengkap tentang SAF yang tersedia, mulai dari jumlah, bahan baku, lokasi dan teknologi produksi, sampai seberapa banyak emisi yang bisa dikurangi dan apakah sudah sesuai standar internasional seperti CORSIA atau RED Uni Eropa.

Baca juga: Tekan Emisi, Sejumlah Negara akan Kenakan Pajak untuk Penerbangan Mewah

Dengan menyederhanakan pengadaan SAF dan meningkatkan visibilitas pilihan yang ada, platform ini mendorong pengembangan lebih lanjut dari pasar SAF.

Informasi rinci mengenai SAF, seperti volume dan bahan baku, bersama dengan data emisi dan sertifikasi kepatuhan, tersedia bagi para peserta untuk membuat keputusan yang tepat.

"Platform SAF Matchmaker akan mempercepat adopsi SAF dengan mengurangi biaya dan kompleksitas yang dihadapi maskapai penerbangan saat mencari pemasok SAF," ujar Marie.

Bahan bakar penerbangan berkelanjutan sendiri semakin diakui sebagai elemen vital dalam mengurangi emisi di sektor penerbangan.

Menurut IATA, SAF dapat menyumbang hingga 65 persen dari pengurangan yang dibutuhkan untuk mencapai emisi CO2 nol bersih pada tahun 2050.

Baca juga: Pertamina NRE Sediakan Energi Bersih bagi 98 Desa Program DBE

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Korea Selatan Larang Label Plastik di Botol Air Minum per Januari 2026
Korea Selatan Larang Label Plastik di Botol Air Minum per Januari 2026
Pemerintah
Aturan Baru Uni Eropa, Wajibkan 25 Persen Plastik Daur Ulang di Mobil Baru
Aturan Baru Uni Eropa, Wajibkan 25 Persen Plastik Daur Ulang di Mobil Baru
Pemerintah
BRIN Soroti Banjir Sumatera, Indonesia Dinilai Tak Belajar dari Sejarah
BRIN Soroti Banjir Sumatera, Indonesia Dinilai Tak Belajar dari Sejarah
Pemerintah
KLH Periksa 8 Perusahaan Diduga Picu Banjir di Sumatera Utara
KLH Periksa 8 Perusahaan Diduga Picu Banjir di Sumatera Utara
Pemerintah
Banjir Sumatera, BMKG Dinilai Belum Serius Beri Peringatan Dini dan Dampaknya
Banjir Sumatera, BMKG Dinilai Belum Serius Beri Peringatan Dini dan Dampaknya
LSM/Figur
Mengenal Kemitraan Satu Atap Anak Usaha TAPG di Kalimantan Tengah, Apa Itu?
Mengenal Kemitraan Satu Atap Anak Usaha TAPG di Kalimantan Tengah, Apa Itu?
Swasta
KLH Identifikasi Hutan di Aceh Dibuka untuk Sawit dan Tambang Ilegal
KLH Identifikasi Hutan di Aceh Dibuka untuk Sawit dan Tambang Ilegal
Pemerintah
Menjaga Bumi Nusantara Melalui Kearifan Lokal
Menjaga Bumi Nusantara Melalui Kearifan Lokal
Pemerintah
Tingkatkan Produktivitas Lahan, IPB Latih Petani Kuasai Teknik Agroforestri
Tingkatkan Produktivitas Lahan, IPB Latih Petani Kuasai Teknik Agroforestri
Pemerintah
Desa Utak Atik di Serangan Bali Hadirkan Inovasi Lampu Nelayan hingga Teknologi Hijau
Desa Utak Atik di Serangan Bali Hadirkan Inovasi Lampu Nelayan hingga Teknologi Hijau
LSM/Figur
Pasca-Siklon Senyar, Ilmuwan Khawatir Populasi Orangutan Tapanuli Makin Terancam
Pasca-Siklon Senyar, Ilmuwan Khawatir Populasi Orangutan Tapanuli Makin Terancam
Pemerintah
Adaptasi Perubahan Iklim, Studi Temukan Beruang Kutub Kembangkan DNA Unik
Adaptasi Perubahan Iklim, Studi Temukan Beruang Kutub Kembangkan DNA Unik
Pemerintah
Permintaan Meningkat Tajam, PBB Peringatkan Potensi Krisis Air
Permintaan Meningkat Tajam, PBB Peringatkan Potensi Krisis Air
Pemerintah
Bibit Siklon Tropis Terpantau, Hujan Lebat Diprediksi Landa Sejumlah Wilayah
Bibit Siklon Tropis Terpantau, Hujan Lebat Diprediksi Landa Sejumlah Wilayah
Pemerintah
Masyarakat Adat Terdampak Ekspansi Sawit, Sulit Jalankan Tradisi hingga Alami Kekerasan
Masyarakat Adat Terdampak Ekspansi Sawit, Sulit Jalankan Tradisi hingga Alami Kekerasan
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau