Penulis
Jumlah orang kerinci yang ingin membunuh harimau lebih rendah ketika satwa tersebut menyerang ternak. Mereka cenderung melaporkan pada pihak yang berwajib, misalnya petugas hutan atau kepolisian.
Dalam skenario harimau menyerang orang yang dianggap melakukan perbuatan asusila, sejumlah komunitas tersebut cenderung tak melakukan apa-apa, bahkan tak melaporkannya.
Studi yang dipublikasikan pada 2023 mengungkap, dalam periode Maret 2008 hingga Maret 2023, ditemukan 28 kasus jerat yang terverifikasi dan 13 titik hotspot. Angka ini kemungkinan masih di bawah kenyataan karena keterbatasan patroli dan pelaporan masyarakat.
Dari seluruh kasus tersebut, 32,1 persen mengakibatkan kematian harimau dan 28,6 persen lainnya membuat harimau harus dipindahkan ke penangkaran akibat luka serius dan kadang harus ditindaklanjuti dengan amputasi.
Mayoritas kasus (64,3 persen) terjadi di area tepi hutan dalam Ekosistem Leuser, dan 28,6 persen dari jerat tersebut dipasang di lahan pertanian dengan tujuan menangkap babi hutan.
Baca juga: Melihat Harimau sebagai Bagian dari Kearifan Lokal Masyarakat Sumatra
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya