Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jerman Kucurkan 1,15 Miliar Dollar AS untuk Dana Tropical Forest Forever Facility

Kompas.com, 24 November 2025, 19:05 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

Sumber ESG News

KOMPAS.com - Jerman membuat janji finansial sebesar 1,15 miliar dolar AS selama dekade mendatang untuk dana Tropical Forest Forever Facility (TFFF) Brasil yang bertujuan memerangi deforestasi.

Komitmen yang diumumkan pada konferensi iklim PBB di Belem ini pun menjadi salah satu dukungan terbesar bagi upaya Brasil untuk membangun struktur perlindungan hutan yang efektif.

“Ini tentang melindungi hutan hujan tropis sebagai paru-paru planet kita,” ungkap Menteri Lingkungan Hidup Jerman, Carsten Schneider.

Pernyataan tersebut menegaskan pandangan bahwa kemajuan iklim internasional bergantung pada struktur finansial yang dapat memberikan insentif kinerja, alih-alih hanya mengandalkan janji sukarela.

Melansir ESG News, Jumat (21/11/2025) kerangka kerja TFFF sengaja dibuat ketat.

Baca juga: TFFF Resmi Diluncurkan di COP30, Bisakah Lindungi Hutan Tropis Dunia?

Negara-negara yang menjaga area hutan hujan tetap utuh akan menerima pembayaran. Negara-negara yang meningkatkan deforestasi akan menghadapi denda yang dihitung per hektar yang hilang.

Pemantauan berbasis satelit akan memverifikasi tutupan hutan, memungkinkan penilaian tahunan dan membatasi perselisihan mengenai data.

Bagi para pembuat kebijakan, mekanisme ini bertujuan untuk menyelesaikan dua isu jangka panjang yakni kurangnya pendanaan iklim jangka panjang yang dapat diprediksi dan tidak adanya penalti atas ketidakpatuhan dalam perjanjian kehutanan.

Dengan menggabungkan insentif dan denda dalam satu model, Brasil memosisikan TFFF sebagai instrumen tata kelola yang dapat mendukung kerangka kerja iklim global, termasuk Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (NDC) dan janji keanekaragaman hayati.

“Hutan hujan tropis menyimpan karbon dalam jumlah besar dan mendinginkan iklim regional melalui penguapan air. Hutan hujan tropis juga merupakan rumah bagi beragam spesies yang luar biasa,” ujar Schneider.

Hilangnya hutan yang berkelanjutan sendiri berkontribusi langsung terhadap ketidakstabilan global, mulai dari risiko iklim hingga runtuhnya keanekaragaman hayati hingga gangguan ekonomi di masyarakat yang bergantung pada hutan.

Lantas seperti apa implikasi bagi investor, pimpinan eksekutif, dan pembuat kebijakan?

Model ketat TFFF akan menetapkan standar baru untuk transparansi dan akuntabilitas global dalam mengatasi deforestasi.

Baca juga: Masa Depan Keberlanjutan Sawit RI di Tengah Regulasi Anti Deforestasi UE dan Tekanan dari AS

Karena verifikasi satelit menjadi norma, perusahaan yang berbisnis komoditas berisiko akan berada di bawah tekanan besar dari investor dan regulator untuk membersihkan dan mendokumentasikan rantai pasok mereka sesuai dengan standar tata kelola berbasis data ini.

Bagi para pembuat kebijakan, pendanaan jangka panjang Jerman memberikan dasar yang stabil bagi pembuat kebijakan untuk melawan deforestasi secara efektif.

Selain itu, pendanaan ini memperkuat kerja sama global dan memberikan dukungan krusial bagi negara-negara berkembang yang kesulitan mendanai sistem pengawasan dan penegakan konservasi yang mahal.

Sementara para eksekutif C-suite di sektor-sektor seperti pertanian, pertambangan, keuangan, dan barang konsumen akan mengamati dengan cermat.

Pasalnya, TFFF di COP30 telah menempatkan hutan di pusat negosiasi iklim sehingga menciptakan tekanan yang signifikan pada perusahaan-perusahaan besar yang rentan risiko deforestasi untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas mereka mengenai dampak operasi mereka terhadap hutan.

Baca juga: Uni Eropa Tunda Setahun Penerapan Regulasi Deforestasi EUDR

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Swasta
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pemerintah
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
LSM/Figur
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau