Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

ASRI Goes to School 2025 Berakhir: Sebarkan Literasi Keberlanjutan di 13 Sekolah Jabodetabek

Kompas.com, 28 November 2025, 18:42 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Program Akademi Sekolah Lestari (ASRI) Goes to School 2025 menyebarkan literasi keberlanjutan ke 13 sekolah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Yaitu, SMAN 34 Jakarta, SMAN 78 Jakarta, SMAN 75 Jakarta, SMAN 54 Jakarta, SMAN 55 Jakarta, SMA Yapermas, SMAN 23 Jakarta, SMA Tarakanita 1, SMK 1 Perguruan Cikini, SMAN 30 Jakarta, SMAN 83 Jakarta, SMAN 36 Jakarta, dan SMAN 12 Jakarta.

Sebanyak lebih dari 4.600 siswa dan guru terlibat dalam berbagai kegiatan pembelajaran yang berlangsung selama September hingga Oktober 2025 ini.

Baca juga: ASRI dan WCI Tanamkan Kesadaran Pentingnya Pilah Sampah ke Generasi Muda

Sebagai inisiatif Kompas Gramedia yang berkolaborasi dengan Unilever Indonesia, program ASRI Goes to School 2025 memperluas akses edukasi keberlanjutan ke generasi pelajar SMA/SMK /sederajat berada pada fase krusial pembentukan karakter dan pola pikir.

Salah seorang siswa SMAN 78 Jakarta, Aerzu mengatakan, program SRI Goes to School 2025 relevan bagi generasi muda dan mampu merangsang pemikiran kritis terhadap berbagai isu lingkungan di tingkat nasional maupun global.

"Saya memperoleh banyak insight inovatif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ucapnya.

Penanaman literasi keberlanjutan sejak dini menjadi langkah strategis dalam menciptakan generasi sadar lingkungan, peduli kesehatan fisik, serta mampu mengambil keputusan hidup berkelanjutan. Di tengah perkembangan zaman dan perubahan pola hidup masyarakat, isu keberlanjutan lingkungan dan kesehatan fisik menjadi tema penting yang semakin mendesak untuk diperhatikan.

Pemanasan global, polusi, penurunan kualitas udara, hingga ancaman penyakit akibat gaya hidup tidak sehat menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan lagi sekadar wacana. Namun, keberlanjutan sudah menjadi kebutuhan nyata untuk memastikan kualitas hidup manusia di masa kini dan masa depan.

Melalui berbagai metode yang interaktif dan aplikatif, peserta ASRI Goes to School 2025 mendapatkan beberapa pengalaman pembelajaran.

Pertama, tantangan inovasi daur ulang berbasis konsep Reduce–Reuse–Recycle. Kedua, aktivitas permainan untuk mengenalkan prinsip-prinsip keberlanjutan secara interaktif dan seru.

Salah seorang siswi SMAN 23 Jakarta, Nasha mengatakan, sosialisasi ASRI interaktif dan penyampaian materinya seru. "Saya mendapatkan wawasan baru mengenai isu lingkungan dan berharap kegiatan serupa dapat diadakan kembali," ucapnya.

Ketiga, workshop pembuatan gantungan kunci dan wadah dari tutup botol serta botol plastik bekerja sama dengan Warriors Cleanup Indonesia. Keempat, pengenalan platform edukasi keberlanjutan ASRI melalui lestariacademy.id yang dapat diakses melalui handphone/laptop secara gratis.

Kelima, pengenalan Kompetisi ASRI 2025, kompetisi inovasi untuk aksi nyata keberlanjutan dalam lingkup sekolah yang dapat diikuti oleh guru dan murid SMA/SMK sederajat.

Keenam, distribusi hadiah edukatif yang disediakan oleh Unilever untuk mendukung kebiasaan keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Siswa SMA Lakukan Aksi Peduli Lingkungan Usai Ikut Program ASRI KG Media

Di dalam pelaksanaan kegiatan ini, ASRI Goes to School 2025 juga menggandeng Warriors Cleanup Indonesia, Sebentala, dan Jasa Raharja sebagai mitra kolaborasi dalam penyelenggaraan edukasi dan workshop di sekolah.

Keterlibatan berbagai pihak ini menjadi modal penting dalam memperluas jangkauan edukasi dan memastikan dampak program dirasakan oleh lebih banyak pemangku kepentingan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kepemimpinan 'Human-Centered' Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Kepemimpinan "Human-Centered" Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Swasta
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
LSM/Figur
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Pemerintah
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Pemerintah
Strategi Para Petambak di Surabaya agar Mampu Bertahan dari Limbah Kiriman
Strategi Para Petambak di Surabaya agar Mampu Bertahan dari Limbah Kiriman
LSM/Figur
Kemiskinan Global Naik, PBB: Alarm Pengingat untuk Dunia
Kemiskinan Global Naik, PBB: Alarm Pengingat untuk Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Enzim dari Jamur Lokal untuk Urai Limbah Pewarna Tekstil
BRIN Kembangkan Enzim dari Jamur Lokal untuk Urai Limbah Pewarna Tekstil
Pemerintah
Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah
Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah
Pemerintah
Ikan Betina Lebih Banyak Ditemukan di Kali Surabaya, Pembuangan Limbah Cair Perlu Diperketat
Ikan Betina Lebih Banyak Ditemukan di Kali Surabaya, Pembuangan Limbah Cair Perlu Diperketat
LSM/Figur
Panas Ekstrem Jadi Tantangan Asia Tenggara, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Panas Ekstrem Jadi Tantangan Asia Tenggara, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Swasta
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Swasta
Sektor Transisi Rendah Karbon Justru Paling Rawan Greenwashing
Sektor Transisi Rendah Karbon Justru Paling Rawan Greenwashing
Pemerintah
WWF: Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
WWF: Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
Pemerintah
CBAM Tekan Daya Saing Ekspor RI, Kemenperin Soroti Perbedaan Perhitungan Emisi
CBAM Tekan Daya Saing Ekspor RI, Kemenperin Soroti Perbedaan Perhitungan Emisi
Pemerintah
Rosan: Pengembangan PLTS 100 GW Dimulai dari Penggantian PLTD 13 GW
Rosan: Pengembangan PLTS 100 GW Dimulai dari Penggantian PLTD 13 GW
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau