Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Langkah Membumi Ecoground 2025, Gaya Hidup Sadar Lingkungan Bisa Dimulai dari Ruang Publik

Kompas.com, 31 Desember 2025, 09:21 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Blibli Tiket Action telah menggelar program keberlanjutan tahunan untuk menjawab tantangan krisis iklim dengan menumbuhkan tren gaya hidup ramah lingkungan melalui 'Langkah Membumi Ecoground 2025'.

Sebagai refleksi, Blibli Tiket Action, merilis impact report 'Langkah Membumi Ecoground 2025' yang berlangsung pada awal November lalu.

Selama dua hari pelaksanaan Langkah Membumi Ecoground 2025, total 187 kg sampah berhasil dikelola dan dipilah. Keberadaan 12 water refill station yang menyediakan 741 liter air minum dapat mencegah penggunaan 1.235 botol plastik sekai pakai.

Selain itu, pemanfaatan infrastruktur yang sudah ada (eksisting), efisiensi energi, serta praktik penggunaan kembali (repurposing) material mampu menekan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 94,1 kg CO2e.

Kolaborasi lintas pihak memungkinkan donasi 110.500 pohon mangrove, yang dalam delapan tahun ke depan berpotensi menyerap hingga 3.635,5 ton CO2.

Pengumpulan pohon mangrove tersebut juga dilakukan selama gelaran 'Langkah Membumi Ecoground 2025'. Yaitu, sebanyak 6.000 pohon berasal dari konversi pembelian tiket oleh pengunjung.

Lalu, sebanyak 1.000 pohon diperoleh dari community run bersama Brodo Active, 1.000 pohon disumbang community cycling WCC Seli, yang merupakan hasil dukungan Jejakin, serta 2.500 pohon melalui pelari Fresh Track dalam rangka Ranch Market anniversary.

Namun, dampak 'Langkah Membumi Ecoground 2025' tidak hanya tercermin dari angka. Berdasarkan survei internal dengan responden mayoritas generasi muda, lebih dari separuh menyatakan berniat untuk mengubah perilaku mereka usai menghadiri 'Langkah Membumi Ecoground 2025'.

“Impact Report ini menjadi pengingat bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Ketika ruang publik dirancang dengan lebih bertanggung jawab, maka bisa membantu membangun kebiasaan baru dimulai dari pilihan-pilihan sederhana dalam keseharian.” ujar COO & Co-Founder Blibli, Lisa Widodo.

COO & Co-Founder Blibli, Lisa Widodo saat opening speech dalam acara Opening Ceremony Langkah Membumi Ecoground 2025 di Taman Kota PERURI, Jakarta, Sabtu (8/11/2025). Kompas.com/Manda Firmansyah COO & Co-Founder Blibli, Lisa Widodo saat opening speech dalam acara Opening Ceremony Langkah Membumi Ecoground 2025 di Taman Kota PERURI, Jakarta, Sabtu (8/11/2025).

Lisa menganggap keberlanjutan dalam acara memang semestinya tidak ditempatkan sebagai pesan tambahan, melainkan justru menjadi bagian dari keputusan operasional sehari-hari.

Langkah Membumi Ecoground 2025 dikemas sebagai acara keberlanjutan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui empat zona utama, para pengunjung diajak untuk mengalami langsung bagaimana aktivitas sehari-hari dapat menjadi langkah kecil menuju perubahan besar bagi bumi. Yaitu, zona Eco Motion, Eco Market, Eco Labs, dan Eco Stage.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Diaz Hendropriyono mengapresiasi 'Langkah Membumi Ecoground 2025 sebagai ruang edukatif yang mengajak masyarakat, terutama generasi muda, memahami isu lingkungan sekaligus menunjukkan praktik nyata.

"(Bahkan) Termasuk (menunjukkan) pengelolaan acara yang bertanggung jawab," tutur Diaz.

Menurut Diaz, keterlibatan generasi muda memang menjadi kunci penting dalam mendorong perubahan berkelanjutan lingkungan. Generasi muda, khususnya Gen Z, adalah segmen yang tepat untuk membangun kesadaran terhadap isu krisis iklim, pengelolaan sampah, serta perlindungan keanekaragaman hayati.

"Melalui kolaborasi lintas sektor seperti ini, upaya menjaga lingkungan dapat diperkuat dan dijalankan secara berkelanjutan,” ucapnya.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono mengunjungi salah satu booth yang berfokus pada solusi pengelolaan sampah di Langkah Membumi Ecoground 2025 pada Sabtu (8/11/2025).Kompas.com/Manda Firmansyah Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono mengunjungi salah satu booth yang berfokus pada solusi pengelolaan sampah di Langkah Membumi Ecoground 2025 pada Sabtu (8/11/2025).

Kolaborasi lintas sektor

Seiring pertumbuhannya, 'Langkah Membumi Ecoground' berkembang sebagai ruang temu lintas sektor dalam satu ekosistem yang saling memperkuat. Mulai dari brand, universitas, pemerintah komunitas olahraga, UMKM, penggiat lingkungan, kreator konten, hingga masyarakat umum.

Peningkatan jumlah mitra dan kolaborator menggambarkan keyakinan bersama bahwa kolaborasi merupakan pondasi utama untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan. Salah satunya 'Langkah Membumi Goes to University', yang merupakan hasil kolaborasi Blibli Tiket Action bersama komunitas Act of Love dan inisiatif keberlanjutan yang diinisiasi oleh Cinta Laura Kiehl.

Program tersebut merangkul lebih dari 800 mahasiswa dari Universitas Multimedia Nusantara, President University, dan Universitas Indonesia, untuk terlibat aktif sebagai agen perubahan keberlanjutan.

"Impact Report Langkah Membumi ini membuktikan bahwa saat satu orang melakukan satu micro habit dan itu dilakukan oleh banyak orang, hal tersebut menjadi ripple effect (domino efek) yang menghasilkan dampak jangka panjang,” ujar Changemaker Partner Langkah Membumi, Cinta Laura Kiehl.

Momentum awal tahun 2026 menjadi konteks penting bagi perilisan Impact Report ini. Di saat banyak orang menetapkan resolusi baru, Langkah Membumi Ecoground mengajak masyarakat untuk memulainya dari hal-hal yang sederhana mengurangi limbah. Di antaranya, memilih produk yang lebih bertanggung jawab, lebih sadar dalam berkonsumsi, serta terlibat aktif dalam komunitas.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pemerintah
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
LSM/Figur
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau