Penulis
Aturan ini diharapkan memudahkan penegakan hukum terhadap perusahaan air. Perusahaan yang melanggar batas aman bisa langsung dikenai sanksi.
"Sangat penting bagi kita untuk melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan untuk generasi mendatang," kata Menteri Lingkungan Hidup Inggris, Emma Hardy.
Hardy juga menyebut kolaborasi akan menjadi kunci. Pemerintah akan bekerja sama dengan regulator, serta industri dan komunitas lokal juga akan dilibatkan dalam proses ini.
Selain pengaturan, Inggris juga mendorong pengembangan alternatif yang lebih aman. Produk sehari-hari seperti pembalut dan pakaian tahan air menjadi sasaran inovasi. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan pada PFAS.
Masalah PFAS bukan hanya isu Inggris. Jejak zat ini ditemukan dari Tibet hingga Antartika. Skandal pencemaran PFAS juga terjadi di Belgia dan Amerika Serikat.
Sejumlah negara mulai memperketat aturan. Beberapa negara bagian Amerika Serikat, termasuk California, akan melarang penggunaan PFAS dalam kosmetik mulai 2025. Negara bagian lain akan menyusul pada 2026.
Uni Eropa juga tengah mengkaji larangan PFAS pada produk konsumen. Sebuah laporan terbaru memperkirakan dampaknya sangat besar.
Jika penggunaan PFAS terus berlanjut, biaya kesehatan di Eropa bisa mencapai 1,7 triliun euro (sekitar Rp 33.874 triliun) pada tahun 2050.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya