Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Wujudkan "Green Mining", PLN dan BIB Borong 23.040 Unit Renewable Energy Certificate

Kompas.com, 11 Februari 2026, 19:35 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Industri tambang sering kali identik dengan debu dan emisi karbon tinggi. Namun, di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng), narasi itu mulai diubah.

Hal itu dibuktikan melalui komitmen PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalselteng bersama PT Borneo Indobara (BIB) dalam penandatanganan perjanjian jual beli Renewable Energy Certificate (REC). 

Dalam perjanjian yang berlangsung di Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (8/2/2026), BIB resmi menambah pembelian REC sebanyak 23.040 unit atau setara 40.000 megavolt ampere (MVA) listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT).

Sebagai informasi, REC merupakan sertifikat resmi yang membuktikan bahwa satu unit (1 megawatt hour/MWh) listrik yang digunakan berasal dari pembangkit energi terbarukan.

Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto menyatakan bahwa kerja sama tersebut menjadi bukti kuat dukungan PLN terhadap transisi energi industri nasional.

Baca juga: PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

Dia menegaskan, PLN berkomitmen penuh mendukung daya saing industri nasional melalui penggunaan energi bersih dan ramah lingkungan.

“Kami menghadirkan opsi layanan listrik hijau 100 persen yang dipasok oleh pembangkit berbasis EBT melalui layanan REC,” ujar Adi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (11/2/2026).

Perjanjian itu bukan hanya sekadar jual beli sertifikat, tetapi juga langkah nyata memperkuat daya saing industri Indonesia di tengah tuntutan global dekarbonisasi dan peningkatan praktik keberlanjutan.

Sementara itu, Chief Operating Officer BIB Raden Utoro mengaku bangga atas komitmen kedua pihak.

Dia mengapresiasi dukungan PLN terhadap pelaksanaan program Green Mining Realization di lingkungan operasional perusahaan.

Baca juga: PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Green Energy, dari Home Charging hingga SPKLU

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada PLN. Kerja sama ini sangat krusial karena keandalan pasokan listrik menjadi kebutuhan mutlak. Gangguan pasokan dapat menghentikan seluruh aktivitas operasional tambang,” kata Raden.

Dia menekankan bahwa keandalan pasokan listrik bersih menjadi kebutuhan penting, terutama untuk operasional titik tambang BIB yang terus berkembang.

Dengan dukungan teknis dan infrastruktur ketenagalistrikan, termasuk jaringan transmisi dan pembangunan gardu induk, fasilitas itu diyakini mampu menopang kebutuhan daya puncak yang diperkirakan mencapai 200–240 MVA pada 2028.

Raden menyebutkan, program Green Mining Realization menjadi salah satu inisiatif skala besar pertama di Indonesia.

“Dengan target elektrifikasi pada 2026 mencapai 25 persen armada alat berat berbasis listrik, naik menjadi 75 persen pada 2028, serta membidik target nol emisi pada 2028–2029,” katanya.

Baca juga: Jumlah Mobil Listrik Tembus 103.000, PLN Perkuat Infrastruktur EV di IIMS 2026

Cetak biru energi bersih 

Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan REC di Indonesia menunjukkan tren signifikan.

Pada 2024, penggunaan REC meningkat lebih dari 117 persen dibandingkan 2023, dengan total konsumsi energi hijau mencapai lebih dari 10,9 terawatt hour (TWh).

PLN mencatat semakin banyak perusahaan, baik global maupun nasional, memanfaatkan instrumen ini untuk mendukung target keberlanjutan mereka.

Peningkatan minat tersebut mencerminkan kesadaran industri dalam memenuhi tuntutan pemangku kepentingan untuk meminimalkan jejak karbon.

REC dinilai sebagai katalis penting dalam mempercepat pencapaian target bauran energi nasional sebagaimana diamanatkan dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Baca juga: Viral Menara Listrik di Bumiayu Brebes Diterjang Banjir Bandang, PLN Pastikan Masih Aman

General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono menyambut positif keputusan BIB. 

Ia menegaskan, penjualan 23.040 unit REC tersebut menjadi pencapaian terbesar di wilayah Kalimantan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan PT Borneo Indobara kepada PLN,” katanya.

Lebih lanjut, Iwan meyakini kolaborasi tersebut dapat menjadi tolok ukur (benchmark) transformasi energi bersih bagi sektor pertambangan lainnya di Indonesia.

Dengan kualitas dan keandalan pasokan listrik yang kuat, PLN siap menopang pertumbuhan produksi dan kebutuhan listrik industri sekaligus mendukung target lingkungan yang semakin ambisius di era transisi energi.

Di sisi lain, transformasi menuju energi bersih tidak lepas dari berbagai tantangan, terutama terkait investasi infrastruktur, kebijakan, serta pembentukan pasar energi terbarukan yang lebih matang.

Baca juga: Kasus Balita Tewas Tersengat Listrik Gardu PLN di Blitar, Polisi Sebut Keluarga Lalai

Oleh karena itu, sinergi antara penyedia listrik nasional dan pelaku industri besar menjadi contoh nyata bahwa jalan menuju net zero emissions bukan sekadar wacana.

Seperti ditunjukkan PLN dan BIB, aksi nyata dalam pemanfaatan energi bersih dapat menggerakkan ekonomi sekaligus meminimalkan dampak lingkungan.

Dengan langkah kolaboratif tersebut, Indonesia menunjukkan komitmen pada agenda global keberlanjutan serta mendorong praktik pertambangan modern yang lebih efisien, bersih, dan berdaya saing tinggi di tingkat internasional.

Pentingnya REC dalam pertambangan hijau

Transaksi PLN dan BIB menegaskan kolaborasi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyedia listrik dan perusahaan tambang besar di Indonesia.

Keduanya mendukung praktik pertambangan yang lebih hijau (green mining) serta pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK).

Baca juga: Penyidikan Korupsi PLN Sumbagsel, 3 Rekanan Kembalikan Uang Rp 4,9 Miliar

Sebagai informasi, REC merupakan sertifikat digital yang mewakili atribut lingkungan dari satu MWh listrik yang berasal dari sumber energi terbarukan, seperti surya, air, atau panas bumi.

Sertifikat itu menjadi bukti bahwa listrik yang digunakan pelanggan dilengkapi kontribusi EBT.

Secara teknis, listrik yang digunakan BIB tetap mengalir melalui jaringan umum PLN yang mencampurkan berbagai sumber energi.

Dengan membeli REC, perusahaan tidak perlu membangun infrastruktur EBT sendiri, tetapi tetap dapat mengklaim penggunaan listrik hijau untuk memenuhi target keberlanjutan, pengurangan emisi, serta tuntutan konsumen maupun regulator.

Baca juga: Mau Pasang Listrik Baru? Cek Tarif Pasang Baru PLN Februari 2026

Instrumen tersebut juga tercatat melalui sistem pelacakan elektronik (electronic tracking) sehingga menjamin transparansi dan keabsahan konsumsi energi terbarukan yang disertifikasi.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Baca tentang


Terkini Lainnya
Badan Baru: Di Mana Ruang Kelola Masyarakat Gambut?
Badan Baru: Di Mana Ruang Kelola Masyarakat Gambut?
Pemerintah
Dari Biopori hingga Maggot, Warga Surabaya Bangun Ekosistem Kampung Ramah Lingkungan
Dari Biopori hingga Maggot, Warga Surabaya Bangun Ekosistem Kampung Ramah Lingkungan
LSM/Figur
Limbah Cairan Perasan Rumput Laut Diolah Jadi Kemasan Pintar Dukung Keamanan Pangan
Limbah Cairan Perasan Rumput Laut Diolah Jadi Kemasan Pintar Dukung Keamanan Pangan
LSM/Figur
AI Masuk Dunia Pendidikan, UNESCO Dorong Penguatan Kompetensi Guru
AI Masuk Dunia Pendidikan, UNESCO Dorong Penguatan Kompetensi Guru
LSM/Figur
Banjir Bandang Berulang di Sumatera, Pakar Minta Tata Ruang Diubah
Banjir Bandang Berulang di Sumatera, Pakar Minta Tata Ruang Diubah
LSM/Figur
Agrinas Palma-IPB University Kembangkan Bioetanol Singkong, Sorgum, dan Jagung Dukung E20
Agrinas Palma-IPB University Kembangkan Bioetanol Singkong, Sorgum, dan Jagung Dukung E20
BUMN
Rasa Makanan Tentukan Keberhasilan Program Makanan Sekolah Ramah Lingkungan
Rasa Makanan Tentukan Keberhasilan Program Makanan Sekolah Ramah Lingkungan
Pemerintah
Dari Bambu hingga PLTMH, Peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara VI Belajar Jaga Lingkungan di Kawasan Ekowisata Boon Pring
Dari Bambu hingga PLTMH, Peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara VI Belajar Jaga Lingkungan di Kawasan Ekowisata Boon Pring
LSM/Figur
ASEAN Didorong Selaraskan Harga Karbon agar Tak Kehilangan Potensi Pendapatan
ASEAN Didorong Selaraskan Harga Karbon agar Tak Kehilangan Potensi Pendapatan
Pemerintah
UNDP: 160 Juta Orang Terancam Terjebak Krisis Berkepanjangan
UNDP: 160 Juta Orang Terancam Terjebak Krisis Berkepanjangan
Pemerintah
WHO: Angka Harapan Hidup Global Mendekati Tingkat Sebelum Pandemi
WHO: Angka Harapan Hidup Global Mendekati Tingkat Sebelum Pandemi
Pemerintah
Makanan Busuk Lepaskan Gas Rumah Kaca 5 Kali Lebih Banyak Dibanding Pesawat
Makanan Busuk Lepaskan Gas Rumah Kaca 5 Kali Lebih Banyak Dibanding Pesawat
Pemerintah
Potensi Pendapatan dari Pengelolaan Sampah Organik di Jabar Capai 64 M Per Tahun
Potensi Pendapatan dari Pengelolaan Sampah Organik di Jabar Capai 64 M Per Tahun
LSM/Figur
IPB Sulap Limbah Mata Ikan Tuna Jadi Camilan Fungsional
IPB Sulap Limbah Mata Ikan Tuna Jadi Camilan Fungsional
LSM/Figur
PwC: Tingkat Kemahiran AI Memicu Kesenjangan Baru di Dunia Kerja
PwC: Tingkat Kemahiran AI Memicu Kesenjangan Baru di Dunia Kerja
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau