Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

UNICEF Gandeng DBS Foundation untuk Tingkatkan Kesejahteraan Anak di NTT

Kompas.com, 26 Februari 2026, 15:27 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - UNICEF Indonesia dan DBS Foundation mengumumkan kemitraan selama dua tahun untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak di NTT, termasuk pendidikan dan gizi, di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam kerja sama ini, DBS Foundation berkomitmen mendukung program terpadu senilai 3,51 juta dollar Singapura (sekitar 2,7 juta dollar AS) untuk anak usia 4–12 tahun di sejumlah pusat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur.

Selama dua tahun, program ini ditargetkan menjangkau sedikitnya 5.270 penerima manfaat langsung melalui dukungan konkret sekaligus penguatan sistem. Sasaran mencakup anak-anak di PAUD dan sekolah dasar, serta orang tua, pengasuh, guru, dan kepala sekolah.

Baca juga: Muhammadiyah Luncurkan Pesantren Eco-Saintek, yang Integrasi Pendidikan dan Lingkungan

Katheryn Bennett, Chief of Education UNICEF Indonesia menyatakan Nusa Tenggara Timur terus menghadapi tantangan yang memengaruhi gizi dan pendidikan anak-anak. Hadirnya program ini diharapkan bisa menghadirkan pendekatan holistik untuk pembelajaran anak usia dini yang diperkuat dengan terpenuhinya gizi.

“Setiap anak berhak memperoleh awal kehidupan terbaik. Masa awal kehidupan merupakan periode krusial untuk memenuhi hak tersebut. Ketika anak-anak mendapatkan gizi yang cukup, kesempatan belajar berkualitas, serta lingkungan yang aman dan melindungi, mereka memiliki fondasi untuk tumbuh optimal dan mencapai potensi penuh," jelas dia dalam keterangan resmi, Kamis (26/2/2026).

Pembelajaran untuk Anak Usia Dini

Sementara itu Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia menyatakan pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup komunitas rentan dengan menyediakan kebutuhan dasar dan mendorong inklusi keuangan.

"Kolaborasi dengan UNICEF ini bertujuan untuk mewujudkannya dengan meningkatkan status gizi dan hasil pendidikan mereka, serta mencerminkan komitmen DBS Foundation untuk menciptakan dampak di luar perbankan dan mengkatalisasi perubahan yang berkelanjutan dan terukur," jelas dia.

Dalam program ini, guru dan kepala sekolah akan dilatih serta dibekali paket pembelajaran anak usia dini untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi. Anak-anak akan diajak menggunakan bahan bacaan lokal serta mengikuti kegiatan berkebun di sekolah guna menumbuhkan kebiasaan hidup sehat.

Baca juga: BEM UGM Surati UNICEF Pasca Tragedi Anak di NTT

Program ini juga mendukung gizi anak melalui pemantauan pertumbuhan, pemberian obat cacing, dan peningkatan kesadaran gizi.

Orang tua dan pengasuh akan dibekali pengetahuan praktis untuk memperkuat pola makan sehat serta mendukung pembelajaran dini di rumah.

Program ini juga akan membantu pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat, dalam perencanaan dan pengalokasian anggaran agar hasil pembelajaran dan gizi berkualitas dapat terus berkelanjutan.

Pada akhir masa kemitraan, program ini menargetkan capaian terukur di bidang pendidikan dan gizi. Penilaian komprehensif, baik di awal maupun akhir, akan dilakukan dengan menggunakan instrumen internasional untuk memantau peningkatan literasi, numerasi, serta status gizi anak.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dua Tahun 'Water for Banuan', Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
Dua Tahun "Water for Banuan", Dampak Nyata Air Bersih Berkelanjutan di Pelosok NTT
LSM/Figur
Kepemimpinan 'Human-Centered' Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Kepemimpinan "Human-Centered" Jadi Kunci Ukur Kesejahteraan Karyawan
Swasta
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
Antisipasi Ancaman Penyakit Pes, RI Perlu Perkuat Pemantauan Tikus
LSM/Figur
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Satelit Ungkap Kota Dunia Alami Penurunan Tanah: Medan dan Bandung Masuk Daftar
Pemerintah
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Studi Ungkap Hubungan Lingkungan dan Kesehatan Mental Anak Muda
Pemerintah
Strategi Para Petambak di Surabaya agar Mampu Bertahan dari Limbah Kiriman
Strategi Para Petambak di Surabaya agar Mampu Bertahan dari Limbah Kiriman
LSM/Figur
Kemiskinan Global Naik, PBB: Alarm Pengingat untuk Dunia
Kemiskinan Global Naik, PBB: Alarm Pengingat untuk Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Enzim dari Jamur Lokal untuk Urai Limbah Pewarna Tekstil
BRIN Kembangkan Enzim dari Jamur Lokal untuk Urai Limbah Pewarna Tekstil
Pemerintah
Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah
Super El Niño Berpotensi Jadikan 2026 Tahun Terpanas dalam Sejarah
Pemerintah
Ikan Betina Lebih Banyak Ditemukan di Kali Surabaya, Pembuangan Limbah Cair Perlu Diperketat
Ikan Betina Lebih Banyak Ditemukan di Kali Surabaya, Pembuangan Limbah Cair Perlu Diperketat
LSM/Figur
Panas Ekstrem Jadi Tantangan Asia Tenggara, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Panas Ekstrem Jadi Tantangan Asia Tenggara, Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Swasta
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Swasta
Sektor Transisi Rendah Karbon Justru Paling Rawan Greenwashing
Sektor Transisi Rendah Karbon Justru Paling Rawan Greenwashing
Pemerintah
WWF: Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
WWF: Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
Pemerintah
CBAM Tekan Daya Saing Ekspor RI, Kemenperin Soroti Perbedaan Perhitungan Emisi
CBAM Tekan Daya Saing Ekspor RI, Kemenperin Soroti Perbedaan Perhitungan Emisi
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau