Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Emisi Karbon Kursi Kelas Bisnis di Pesawat Lebih Banyak dari Kelas Ekonomi

Kompas.com, 2 Maret 2026, 11:52 WIB
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kursi kelas bisnis atau kelas satu di pesawat menghasilkan emisi karbon hingga lima kali lebih tinggi dibandingkan kursi kelas ekonomi, menurut laporan Air Transport Association (IATA). 

Laporan dari studi yang dipublikasikan di jurnal Nature ini menemukan, menghilangkan kursi kelas bisnis dalam penerbangan pesawat dapat memangkas emisi karbon.

Baca juga: 

Di samping itu, pengoperasian pesawat yang paling hemat bahan bakar dan menambah jumlah penumpang mengurangi 50-75 persen emisi global tanpa harus menunggu avtur berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel atau SAF).

"Di sini kami menilai efisiensi karbon dioksida untuk 27,5 juta penerbangan dengan 26.156 rute antar kota pada tahun 2023, menggunakan data dari Airline Data, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, dan IATA," kata peneliti dalam studinya, dikutip Senin (2/3/2026).

Kursi kelas bisnis di pesawat hasilkan emisi tinggi

Amerika Serikat jadi negara penghasil emisi tertinggi

Tim peneliti mengungkap, rata-rata emisi penerbangan global mencapai 84,4 gram karbon dioksida (CO2) per kilometer (km) untuk setiap penumpang pada tahun 2023.

Emisi berkisar dari 30 gram CO2 per km per penumpang pada beberapa rute, dan hampir 900 gram CO2 pada rute lainnya.

Dalam periode dan rute yang dipelajari, Amerika Serikat merupakan negara penghasil emisi tertinggi secara global yakni 144,6 juta ton CO2, dengan rata-rata emisi penerbangan 96,5 gram CO2 per km.

Kemudian, China berada di urutan kedua yakni 88,6 gram CO2 per km per penumpang.

Norwegia dinilai sebagai negara dengan penerbangan yang sangat tidak efisien, yang sering dikaitkan dengan bandara yang lebih kecil dan penerbangan yang kurang ramai.

Di beberapa negara, rute tersebut mendapatkan pendanaan pemerintah dan penting untuk konektivitas ke daerah terpencil.

Baca juga:

Hilangkan kelas bisnis bisa kurangi hingga 57 persen emisi

Penggunaan pesawat tertentu dan menghapus kursi kelas bisnis di pesawat bisa mengurangi emisi hingga 75 persen. UNSPLASH/SUHYEON CHOI Penggunaan pesawat tertentu dan menghapus kursi kelas bisnis di pesawat bisa mengurangi emisi hingga 75 persen.

Studi tersebut menemukan bahwa mengubah konfigurasi pesawat menjadi kelas ekonomi saja akan mengakomodasi lebih banyak penumpang serta mengurangi 22 hingga 57 persen emisi.

Kursi-kursi kelas bisnis memakan ruang jauh lebih besar sehingga dalam satu pesawat jumlah penumpang yang bisa dibawa menjadi lebih sedikit. Padahal bahan bakar yang digunakan untuk lepas landas dan terbang tetap hampir sama.

Akan tetapi, tidak semua penerbangan sama lantaran emisi masing-masing pesawat sangat bervariasi tergantung pada efisiensi maupun konfigurasi pesawat.

Studi tersebut juga menemukan, mengganti pesawat yang lebih tua dengan armada yang lebih baru dan lebih efisien mengurangi penggunaan bahan bakar sekitar 25 sampai 28 persen.

Jenis pesawat Boeing 787-9 untuk penerbangan jarak jauh serta Airbus A321neo untuk penerbangan jarak pendek dan menengah, tercatat menghasilkan 60 gram CO2 per kilometer untuk setiap penumpang.

Sementara itu, jenis pesawat lain yang paling tidak efisien menghasilkan 360 gram CO2 per penumpang.

“Secara realistis ini akan menjadi transisi jangka panjang, transisi yang dapat didorong oleh kebijakan terkait efisiensi. Dengan demikian, pesawat yang paling efisien akan diutamakan setiap kali keputusan penggantian dibuat,” ujar salah satu peneliti Ofxord University, Milan Klöwer, dilansir dari Euronews.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
LSM/Figur
Capaian Dekarbonisasi Pertamina Semester I 2026 Tembus 118 Persen
Capaian Dekarbonisasi Pertamina Semester I 2026 Tembus 118 Persen
Pemerintah
Arah Politik Hukum RUU Perubahan Iklim
Arah Politik Hukum RUU Perubahan Iklim
Pemerintah
Banyak Remaja Hadapi Masalah Mental, Sekolah Perkuat Budaya Saling Peduli
Banyak Remaja Hadapi Masalah Mental, Sekolah Perkuat Budaya Saling Peduli
Swasta
Lonjakan Pusat Data Bakal Picu 'Tsunami' Sampah Elektronik
Lonjakan Pusat Data Bakal Picu 'Tsunami' Sampah Elektronik
Pemerintah
KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah
KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah
Pemerintah
Hadapi Krisis Iklim, Pemda Diminta Tinggalkan Tata Kelola Sektoral
Hadapi Krisis Iklim, Pemda Diminta Tinggalkan Tata Kelola Sektoral
Pemerintah
TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat
TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat
Pemerintah
Penggunaan AI di Tempat Kerja Masih Lambat, Informal, dan Tidak Merata
Penggunaan AI di Tempat Kerja Masih Lambat, Informal, dan Tidak Merata
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau