KOMPAS.com - Setiap tahun, pertanian di seluruh dunia disebut menghasilkan tumpukan limbah setelah panen. Sayangnya, limbah seperti tangkai gandum, sekam padi, dan batang jagung sering kali hanya dibakar atau dibiarkan membusuk.
Kedua aktivitas tersebut dengan cepat melepaskan karbon kembali ke udara yang menambah masalah iklim.
Baca juga:
Dengan pengelolaan yang tepat, limbah pertanian ini sebenarnya bisa tetap bermanfaat, salah satunya dengan mengaplikasikannya sebagai bahan bangunan.
Sekitar 4,4 miliar ton limbah pertanian dihasilkan setiap tahun di seluruh dunia. Sebagian dimanfaatkan menjadi pakan ternak, tapi kebanyakan dibakar atau dibiarkan membusuk, dilansir dari Earth, Senin (23/2/2026).
Dari limbah tersebut, hanya sebagian kecil yang diolah menjadi produk yang bisa dipakai kembali. Hal itu pun menunjukkan betapa terbatasnya upaya yang dilakukan saat ini untuk mengatasi limbah pertanian.
Namun, sebuah studi yang dipimpin oleh Dr. Bamdad Ayati di Sustainability Research Institute (SRI) Universitas East London menemukan hal yang menarik.
Penelitiannya menunjukkan, jika serat-serat tak terpakai ini dialihkan menjadi bahan bangunan yang tahan lama, serat-serat tersebut dapat menyimpan karbon selama beberapa dekade dan menghasilkan efek pendinginan yang terukur.
Studi terbaru ungkap limbah pertanian seperti sekam padi dan batang jagung bisa diolah jadi bahan bangunan tahan lama.“Setiap tahun, sejumlah besar residu pertanian dibakar atau dibiarkan membusuk, mengembalikan karbon ke atmosfer dalam waktu singkat. Temuan ini pun mengubah perspektif dari masalah pembuangan menjadi potensi sumber daya iklim," papar Ayati.
Pendekatan ini menunjukkan beberapa pemanfaatan serat tanaman, misalnya dinding, panel, atau insulasi.
Dalam hal ini, peneliti berpendapat, industri konstruksi perlu berpikir lebih besar. Pasalnya, material berbasis bio selama ini lebih sering hanya menjadi produk khusus. Inilah saatnya dinding, lantai, dan panel yang terbuat dari serat tumbuhan beralih ke arus utama.
Meski tidak serta merta menyelesaikan perubahan iklim, pemanfaatan limbah pertanian akan mengurangi emisi dari dua sisi sekaligus. Hal itu akan mengurangi asap dan pembusukan dari lahan pertanian serta menyimpan karbon di dalam bangunan.
Studi lengkapnya diterbitkan dalam jurnal Cleaner Environmental Systems.
Baca juga:
Tumbuhan menyerap karbon dari udara saat tumbuh. Ketika limbah tanaman terbakar atau membusuk, karbon tersebut kembali ke atmosfer dalam beberapa bulan.
Perhitungan iklim seringkali menganggap ini netral karena karbon tersebut berasal dari tanaman sejak awal.
Namun, waktu mengubah segalanya. Karbon yang dilepaskan hari ini memanaskan planet ini.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya