Para peneliti menyampaikan, emisi penerbangan tetap melonjak kendati terjadi peningkatan efisiensi yang signifikan tahun 1980.
Alasannya adalah tingginya permintaan penerbangan yang melampaui penambahan kursi kosong di dalam penerbangan.
Emisi juga meningkat akibat penutupan wilayah udara akibat konflik, seperti perang Rusia-Ukraina, dengan tingginya konsumsi bahan bakar global.
Maskapai penerbangan berupaya mengurangi jejak kondensasi yang memerangkap panas dengan menghindari zona penerbangan tertentu sehingga penggunaan bahan bakar diperkirakan akan meningkat.
Para penulis merekomendasikan instrumen kebijakan untuk mendorong peralihan ke pesawat yang lebih ramah lingkungan berupa penggunaan bahan bakar SAF, batasan intensitas karbon, skema perdagangan emisi, peringkat emisi untuk maskapai penerbangan, serta penyesuaian bea penumpang udara dan biaya pendaratan berdasarkan kinerja pesawat.
Maskapai penerbangan bakal mengurangi emisi sekitar 11 persen secara langsung dengan menerbangkan pesawat yang paling efisien pada rute tertentu.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya