Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anthropic dan OpenAI Rekrut Spesialis Bahan Peledak, Cegah AI Disalahgunakan

Kompas.com, 31 Maret 2026, 18:15 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber Euronews

‎

KOMPAS.com - Anthropic dan OpenAI mencari ahli senjata dan bahan peledak untuk mencegah penyalahgunaan atas teknologi mereka.

Kedua perusahaan AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan) ini merekrut para ahli di bidang bahan kimia dan ledakan untuk membangun pengaman bagi sistem AI mereka, termasuk menangani informasi sensitif di bidang ini.

Baca juga:

Anthropic dan OpenAI buka lowongan ahli bahan peledak

Harus respons cepat tiap eskalasi

Kandidat akan bertugas merancang dan memantau batasan-batasan bagaimana model AI bereaksi terhadap perintah tentang senjata kimia dan bahan peledak, dilansir dari Euronews, Selasa (31/3/2026).

Tak hanya itu, kandidat tersebut akan bertugas melakukan "respons cepat" terhadap setiap eskalasi yang dideteksi Anthropic dalam perintah terkait senjata dan bahan peledak.

‎Pelamar harus memiliki pengalaman minimal lima tahun di bidang pertahanan senjata kimia, bahan peledak, serta pengetahuan tentang perangkat penyebar radiologi.

Posisi ini melibatkan perancangan evaluasi ancaman baru yang berpotensi muncul selama peluncuran model AI mutakhir berisiko tinggi.

‎Sementara itu, lowongan kerja OpenAI mencari peneliti untuk bergabung dengan tim mitigasi mereka, yang memantau risiko bencana terkait model AI mutakhir.

Baca juga:

Khawatir teknologi AI disalahgunakan, OpenAI dan Anthropic resmi buka lowongan bagi ahli bahan peledak.Dok. Freepik/rawpixel.com Khawatir teknologi AI disalahgunakan, OpenAI dan Anthropic resmi buka lowongan bagi ahli bahan peledak.

OpenAI pun mengiklankan lowongan untuk seorang "Pemodel Ancaman", yang akan memberikan seseorang tanggung jawab utama untuk mengidentifikasi, memodelisasi, dan memperkirakan risiko-risiko terdepan.

Mereka juga berfungsi sebagai pusat penghubung yang mengintegrasikan perspektif teknis, tata kelola, serta kebijakan tentang prioritas, fokus, dan alasan pendekatan terhadap risiko-risiko terdepan dari AI.

‎Perekrutan tersebut dilakukan setelah Anthropic mengajukan gugatan hukum terhadap pemerintah Amerika Serikat (AS) yang menetapkan perusahaan itu sebagai risiko rantai pasokan.

Label tersebut memungkinkan pemerintah AS untuk memblokir kontrak atau menginstruksikan departemen untuk tidak bekerja sama dengan Anthropic.

‎Konflik dimulai pada Selasa (24/2/2026), ketika Departemen Perang (Departement of War/DOW) AS menuntut akses tanpa batasan ke chatbot Claude milik Anthropic. 

CEO Dario Amodei mengatakan, kontrak DOW AS seharusnya tidak mencakup kasus yang mana platform AI, Claude dikerahkan untuk pengawasan domestik massal dan diintegrasikan ke dalam senjata otonom sepenuhnya.

‎Tak lama usai perselisihan dengan Anthropic, OpenAI menandatangani kesepakatan dengan DOW AS untuk mengerahkan AI-nya ke lingkungan rahasia.

OpenAI menyebut, kesepakatan itu mencakup batasan ketat, seperti larangan penggunaan sistemnya untuk pengawasan massal atau senjata otonom.

Baca juga:

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
LSM/Figur
Capaian Dekarbonisasi Pertamina Semester I 2026 Tembus 118 Persen
Capaian Dekarbonisasi Pertamina Semester I 2026 Tembus 118 Persen
Pemerintah
Arah Politik Hukum RUU Perubahan Iklim
Arah Politik Hukum RUU Perubahan Iklim
Pemerintah
Banyak Remaja Hadapi Masalah Mental, Sekolah Perkuat Budaya Saling Peduli
Banyak Remaja Hadapi Masalah Mental, Sekolah Perkuat Budaya Saling Peduli
Swasta
Lonjakan Pusat Data Bakal Picu 'Tsunami' Sampah Elektronik
Lonjakan Pusat Data Bakal Picu 'Tsunami' Sampah Elektronik
Pemerintah
KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah
KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah
Pemerintah
Hadapi Krisis Iklim, Pemda Diminta Tinggalkan Tata Kelola Sektoral
Hadapi Krisis Iklim, Pemda Diminta Tinggalkan Tata Kelola Sektoral
Pemerintah
TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat
TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat
Pemerintah
Penggunaan AI di Tempat Kerja Masih Lambat, Informal, dan Tidak Merata
Penggunaan AI di Tempat Kerja Masih Lambat, Informal, dan Tidak Merata
Pemerintah
Gambar Buah pada Kemasan Jus Bisa Pengaruhi Persepsi Konsumen
Gambar Buah pada Kemasan Jus Bisa Pengaruhi Persepsi Konsumen
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau