Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Pekerja IT di Indonesia Hadapi AI, Aktif Kejar Sertifikasi

Kompas.com, 17 Maret 2026, 10:33 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com - AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan) bisa memicu pekerja di Indonesia untuk turut berkembang guna mengimbangi kemampuan mereka. Pekerja bernama Hasib Rozi Pramana termasuk yang mengalaminya. 

Hasib bekerja sebagai quality assurance (QA) di salah satu perusahaan bidang teknologi pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Beberapa bulan lalu, perusahaan tersebut meminta para pekerjanya untuk terus mengikuti perkembangan teknologi terbaru. 

Baca juga:

Ke depannya, ada kemungkinan perusahaan tersebut mengadopsi AI guna mengoptimalisasi operasional bisnisnya.

Saat ini, Hasib aktif mengikuti sertifikasi untuk kompetensi AI. Ia telah mengantongi Microsoft Certified: Azure AI Fundamentals (AI-900) melalui salah satu program yang bekerja sama dengan perusahaan teknologi multinasional Amerika Serikat (AS) itu, yang mana pesertanya berhak atas vocher gratis untuk mengikuti ujian sertifikasi.

"Jadi kami bebas untuk mengeksplorasi sendiri teknologi terbaru. Bebas menggunakan AI untuk asalkan itu support (mendukung) pekerjaan kami. (Ke depannya), teknologi yang sedang dipakai (perusahaan) itu juga akan diarahkan ke sana, mengadopsi AI," ujar Hasib kepada Kompas.com di Surabaya, Minggu (15/3/2026).

Cerita pekerja IT di Indonesia hadapi AI

Mengaku tidak terancam dengan perkembangan AI, mengapa?

Hasib Rozi Pramana, seorang pekerja Quality Assurace di perusahaan edutech di Daerah Istimewa Yogyakarta saat membahas adopsi AI di lingkungan kerjanya di Surabaya, Minggu (15/3/2026).Kompas.com/Manda Firmansyah Hasib Rozi Pramana, seorang pekerja Quality Assurace di perusahaan edutech di Daerah Istimewa Yogyakarta saat membahas adopsi AI di lingkungan kerjanya di Surabaya, Minggu (15/3/2026).

Sejauh ini, rekan-rekan kerja Hasib sudah mengadopsi AI. Hasib kerap berdiskusi dengan mereka mengenai pemanfaatan platform AI, salah satunya ChatGPT.

Menurut dia, penggunaan AI lumayan membantunya menyelesaikan berbagai tugas dalam menjamin kualitas produk yang dikembangkan perusahannya. AI dapat membantu pekerjaannya dari aspek teknis dan non-teknis.

Hasib kerap bertanya pada beragam platform, seperti ChatGPT, Google Gemini, dan Claude AI, tentang product knowledge atau pemahaman mendalam tentang fitur, manfaat, harga, penggunaan, serta keunggulan produk atau layanan dibanding kompetitor.

Ia memperlakukan AI sebagai asisten yang membantunya mencari referensi.

"Memang jawaban dari AI itu tidak sepenuhnya benar. Masih ada kemungkinan halu dan tidak sesuai dengan di aplikasi di perusahaanku, karena aku konteks pertanyaan ketika menyakan product knowledge ke ChatGPT itu konteksnya secara umum, jadi enggak spesifik ke aplikasi sendiri," jelas laki-laki asal Tulungagung, Jawa Timur, ini.

Selain itu, Hasib memanfaatkan AI untuk mengecek apakah ada kesalahan dari hasil pekerjaannya. Bahkan, AI bisa memeriksa kesalahan secara mendetail dan menyodorkan solusi perbaikannya.

Simak cerita Hasib yang beradaptasi dengan AI. Bekerja sebagai QA, Hasib memperlakukan AI sebagai asisten, bukan ancaman.Dok. Unsplash/solenfeyissa Simak cerita Hasib yang beradaptasi dengan AI. Bekerja sebagai QA, Hasib memperlakukan AI sebagai asisten, bukan ancaman.

Sebagai QA, Hasib tidak hanya melakukan testing (pengujian) produk secara manual, tapi juga mengerjakan testing secara otomatis. Ia menyusun script coding yang nantinya akan dijalankan oleh mesin.

"Kasusnya mirip teman-teman developer. Aku pernah terbantu ketika bikin script. Saat aku running itu ada yang eror. Aku tanyakan ke ChatGPT, 'Ini kodeku potongan kodenya seperti ini, pesan erornya begini, solving-nya gimana?. Lalu, AI memberi tahu perbaikannya harusnya begini. Saat aku coba perbaiki kodenya, jalan. Itu aku benar-benar terbantu di situ," ucapnya.

Ia mengaku tidak merasa terancam dengan perkembangan AI. Saat ini, kata dia, belum ada tanda-tanda AI akan menggantikan pekerjaannya sebagai QA.

"Aku belum ada bayangan bagaimana mesin AI itu bisa testing desain secara mandiri," ujar Hasib.

Untuk bagian coding, AI sekarang sudah dapat meng-generate kode sendiri asalkan diberi instruksi yang detail dan jelas. 

Hasib menduga peran developer ke depannya akan berubah menjadi verifikator. Artinya, developer akan me-review kodenya, mulai dari kesesuaian dengan prompt yang diminta, sampai celah keamanan sibernya.

"Pernah ada kejadian orang yang mengandalkan AI untuk coding, tapi dia enggak verifikasi, ternyata kredensial API (Application Programming Interface) key-nya bocor atau tagihan Google Cloud-nya membengkak. Jadi untuk bisa mengecek itu jelas harus punya fundamental yaitu pernah coding dan paham konsepnya. Jadi, developer enggak bisa cuma nyuruh AI terus ditinggal gitu aja, harus dicek dulu dan diverifikasi," terang Hasib.

Baca juga:

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pemanasan Global Bikin Masyarakat Kurang Bergerak, Risiko Penyakit Kronis Naik
Pemanasan Global Bikin Masyarakat Kurang Bergerak, Risiko Penyakit Kronis Naik
LSM/Figur
DLH DKI Jakarta: Polusi Udara Jakarta 2019–2025 Lampaui Baku Mutu
DLH DKI Jakarta: Polusi Udara Jakarta 2019–2025 Lampaui Baku Mutu
Pemerintah
Cerita Pekerja IT di Indonesia Hadapi AI, Aktif Kejar Sertifikasi
Cerita Pekerja IT di Indonesia Hadapi AI, Aktif Kejar Sertifikasi
LSM/Figur
KLH Belum Ungkap Pemeriksaan Air Sungai Cisadane Tercemar Pestisida
KLH Belum Ungkap Pemeriksaan Air Sungai Cisadane Tercemar Pestisida
Pemerintah
Waspada Musim Kemarau di Indonesia, Ahli Ingatkan Peternak Siapkan Stok Pakan
Waspada Musim Kemarau di Indonesia, Ahli Ingatkan Peternak Siapkan Stok Pakan
LSM/Figur
Babak Baru Kasus Banjir Sumatera, KLH Izinkan PT Agincourt Beroperasi Lagi
Babak Baru Kasus Banjir Sumatera, KLH Izinkan PT Agincourt Beroperasi Lagi
Pemerintah
Waktu Sehari di Bumi Ternyata Makin Lama akibat Krisis Iklim
Waktu Sehari di Bumi Ternyata Makin Lama akibat Krisis Iklim
LSM/Figur
Cara Perusahaan Hadapi Panas Ekstrem, Pentingnya Investasi Mitigasi dan Kredit Karbon
Cara Perusahaan Hadapi Panas Ekstrem, Pentingnya Investasi Mitigasi dan Kredit Karbon
Swasta
Dorong Swasembada Energi, Tsingshan Group Hibahkan 2 PLTS ke Masyarakat Madura
Dorong Swasembada Energi, Tsingshan Group Hibahkan 2 PLTS ke Masyarakat Madura
Swasta
Kantong Teh Celup Lepaskan Miliaran Partikel Plastik Selama Diseduh
Kantong Teh Celup Lepaskan Miliaran Partikel Plastik Selama Diseduh
LSM/Figur
Konsep Daun, Cara Masyarakat NTT Paham Daerah Aliran Sungai
Konsep Daun, Cara Masyarakat NTT Paham Daerah Aliran Sungai
Pemerintah
Nilam, Harapan, dan Mimpi Besar Aceh Jadi Kota Parfum Kedua setelah Grasse Prancis
Nilam, Harapan, dan Mimpi Besar Aceh Jadi Kota Parfum Kedua setelah Grasse Prancis
LSM/Figur
Inpres Baru Presiden Prabowo Akan Wajibkan Perusahaan Jaga Habitat Gajah
Inpres Baru Presiden Prabowo Akan Wajibkan Perusahaan Jaga Habitat Gajah
Pemerintah
Astra Financial Jalankan Inisiatif Program Kesehatan, Jangkau 13.000 Penerima Manfaat
Astra Financial Jalankan Inisiatif Program Kesehatan, Jangkau 13.000 Penerima Manfaat
Swasta
Stok Ikan Global Terancam Turun Drastis akibat Perubahan Iklim
Stok Ikan Global Terancam Turun Drastis akibat Perubahan Iklim
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau