Penulis
KOMPAS.com - AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan) mengubah dinamika dunia kerja karena disebut bisa menggantikan peran manusia. Skill (keterampilan) AI memang tengah dicari di dunia kerja, tapi bukan berarti skill lainnya ditinggalkan.
Menurut laporan dan survei Upwork, 70 persen pemimpin bisnis menyampaikan, AI meningkatkan kebutuhan perusahaan mereka akan talenta dengan keahlian khusus dan spesifik.
Baca juga:
Permintaan untuk orang-orang yang dapat bekerja berdampingan dengan AI pun semakin meningkat.
"Namun, pada tahap perkembangan AI saat ini, perusahaan masih merekrut dan membayar untuk pekerjaan inti yang sama, sedangkan keterampilan AI baru muncul sebagai pelengkap, bukan pengganti," tulis laporan dari Upwork, dilansir dari laman resminya, Sabtu (28/3/2026).
"Permintaan akan tenaga kerja terampil tidak hilang; ia sedang mengalami transformasi, dengan bukti kuat bahwa kebutuhan akan talenta manusia tetap ada pada masa depan dunia kerja yang secara luas dipengaruhi oleh AI," tambah laporan itu.
Selain skill AI, ada skill (keterampilan) lain yang masih dicari perusahaan. Apa saja?Ada beberapa bidang spesifik yang sedang dibutuhkan sejak tahun lalu. Simak daftar selengkapnya, dikutip dari CNBC:
Baca juga: Berkunjung ke Pabrik Pintar Schneider Electric di Batam, Kolaborasi Manusia dan AI
Marak dugaan bahwa AI akan menghapus banyak pekerjaan. Namun, menurut data Upwork, permintaan untuk keterampilan tradisional tetap bertahan selama bertahun-tahun. Perusahaan masih berinvestasi besar pada enam kategori utama.
Kategori tersebut meliputi akuntansi untuk pekerjaan konsultasi. Ada juga pengembangan full stack untuk pembuatan website.
Sementara itu, virtual assistance tetap dicari untuk dukungan administrasi. Analisis data juga tetap menjadi prioritas bagi perusahaan, begitu pula dengan desain grafis dan pemasaran media sosial.
"Kami melihat bahwa keterampilan dalam menerapkan kecerdasan buatan pada bidang-bidang yang sudah ada inilah yang permintaannya semakin meningkat," ucap peneliti utama dalam laporan Upwork, Gabby Burlacu.
Salah satu contohnya adalah pembuatan logo atau ilustrasi. Meski ada ChatGPT, ada perusahaan yang tetap menyewa ahli untuk membuat desain berkualitas.
Baca juga: Otak Lelah Usai Pakai Chatbot AI di Tempat Kerja? Ini Alasannya
Selain skill AI, ada skill (keterampilan) lain yang masih dicari perusahaan. Apa saja?Perusahaan saat ini tidak hanya mencari orang yang paham AI. Mereka disebut cukup menghargai keterampilan manusia yang unik, lantaran bakat dan keahlian mendalam tetap menjadi prioritas utama.
Sekitar separuh pemimpin bisnis bahkan menyampaikan, mereka siap membayar lebih mahal untuk kandidat yang kreatif.
Sebagai informasi, survei Upwork dilakukan pada Oktober 2025 lalu terhadap 349 pemimpin perusahaan.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya