Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Cuma Soal AI, Ini Skill di Dunia Kerja yang Masih Dicari Tahun Ini

Kompas.com, 28 Maret 2026, 12:30 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

Sumber Upwork, CNBC

KOMPAS.com - AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan) mengubah dinamika dunia kerja karena disebut bisa menggantikan peran manusia. Skill (keterampilan) AI memang tengah dicari di dunia kerja, tapi bukan berarti skill lainnya ditinggalkan.

Menurut laporan dan survei Upwork, 70 persen pemimpin bisnis menyampaikan, AI meningkatkan kebutuhan perusahaan mereka akan talenta dengan keahlian khusus dan spesifik. 

Baca juga:

Permintaan untuk orang-orang yang dapat bekerja berdampingan dengan AI pun semakin meningkat.

"Namun, pada tahap perkembangan AI saat ini, perusahaan masih merekrut dan membayar untuk pekerjaan inti yang sama, sedangkan keterampilan AI baru muncul sebagai pelengkap, bukan pengganti," tulis laporan dari Upwork, dilansir dari laman resminya, Sabtu (28/3/2026).

"Permintaan akan tenaga kerja terampil tidak hilang; ia sedang mengalami transformasi, dengan bukti kuat bahwa kebutuhan akan talenta manusia tetap ada pada masa depan dunia kerja yang secara luas dipengaruhi oleh AI," tambah laporan itu.

Apa saja skill di dunia kerja yang banyak dicari 2026?

Skill AI mengalami peningkatan

Selain skill AI, ada skill (keterampilan) lain yang masih dicari perusahaan. Apa saja?Dok. Unsplash/solenfeyissa Selain skill AI, ada skill (keterampilan) lain yang masih dicari perusahaan. Apa saja?

Ada beberapa bidang spesifik yang sedang dibutuhkan sejak tahun lalu. Simak daftar selengkapnya, dikutip dari CNBC:

  • Pembuatan dan pengeditan video menggunakan AI (untuk pekerjaan desain dan kreatif), meningkat 329 persen.
  • Integrasi AI untuk pekerjaan pengkodean dan pengembangan web, meningkat 178 persen.
  • Anotasi dan pelabelan data AI untuk keperluan sains data, meningkat 154 persen.
  • Manajemen e-commerce untuk mendukung layanan pelanggan, meningkat 130 persen. 
  • Pembuatan dan pengeditan gambar menggunakan AI, meningkat 95 persen.

Baca juga: Berkunjung ke Pabrik Pintar Schneider Electric di Batam, Kolaborasi Manusia dan AI

Permintaan untuk keterampilan lain tetap ada

Marak dugaan bahwa AI akan menghapus banyak pekerjaan. Namun, menurut data Upwork, permintaan untuk keterampilan tradisional tetap bertahan selama bertahun-tahun. Perusahaan masih berinvestasi besar pada enam kategori utama.

Kategori tersebut meliputi akuntansi untuk pekerjaan konsultasi. Ada juga pengembangan full stack untuk pembuatan website.

Sementara itu, virtual assistance tetap dicari untuk dukungan administrasi. Analisis data juga tetap menjadi prioritas bagi perusahaan, begitu pula dengan desain grafis dan pemasaran media sosial.

"Kami melihat bahwa keterampilan dalam menerapkan kecerdasan buatan pada bidang-bidang yang sudah ada inilah yang permintaannya semakin meningkat," ucap peneliti utama dalam laporan Upwork, Gabby Burlacu. 

Salah satu contohnya adalah pembuatan logo atau ilustrasi. Meski ada ChatGPT, ada perusahaan yang tetap menyewa ahli untuk membuat desain berkualitas. 

Baca juga: Otak Lelah Usai Pakai Chatbot AI di Tempat Kerja? Ini Alasannya

Nilai tinggi untuk kreativitas dan bakat

Selain skill AI, ada skill (keterampilan) lain yang masih dicari perusahaan. Apa saja?Dok. Freepik/Freepik Selain skill AI, ada skill (keterampilan) lain yang masih dicari perusahaan. Apa saja?

Perusahaan saat ini tidak hanya mencari orang yang paham AI. Mereka disebut cukup menghargai keterampilan manusia yang unik, lantaran bakat dan keahlian mendalam tetap menjadi prioritas utama.

Sekitar separuh pemimpin bisnis bahkan menyampaikan, mereka siap membayar lebih mahal untuk kandidat yang kreatif.

Sebagai informasi, survei Upwork dilakukan pada Oktober 2025 lalu terhadap 349 pemimpin perusahaan. 

Baca juga:

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
BRIN Kembangkan Gasifikasi Sampah untuk Tekan Emisi Metana dan CO2
LSM/Figur
Capaian Dekarbonisasi Pertamina Semester I 2026 Tembus 118 Persen
Capaian Dekarbonisasi Pertamina Semester I 2026 Tembus 118 Persen
Pemerintah
Arah Politik Hukum RUU Perubahan Iklim
Arah Politik Hukum RUU Perubahan Iklim
Pemerintah
Banyak Remaja Hadapi Masalah Mental, Sekolah Perkuat Budaya Saling Peduli
Banyak Remaja Hadapi Masalah Mental, Sekolah Perkuat Budaya Saling Peduli
Swasta
Lonjakan Pusat Data Bakal Picu 'Tsunami' Sampah Elektronik
Lonjakan Pusat Data Bakal Picu 'Tsunami' Sampah Elektronik
Pemerintah
KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah
KLH : Kemampuan Ukur Emisi Metana di Fasilitas di Luar TPA Tentukan Kinerja Sistem Pengolahan Sampah Daerah
Pemerintah
Hadapi Krisis Iklim, Pemda Diminta Tinggalkan Tata Kelola Sektoral
Hadapi Krisis Iklim, Pemda Diminta Tinggalkan Tata Kelola Sektoral
Pemerintah
TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat
TNFD: Laporan Dampak Bisnis Terhadap Alam Melonjak 2 Kali Lipat
Pemerintah
Penggunaan AI di Tempat Kerja Masih Lambat, Informal, dan Tidak Merata
Penggunaan AI di Tempat Kerja Masih Lambat, Informal, dan Tidak Merata
Pemerintah
Gambar Buah pada Kemasan Jus Bisa Pengaruhi Persepsi Konsumen
Gambar Buah pada Kemasan Jus Bisa Pengaruhi Persepsi Konsumen
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau