Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Investor Desak Raksasa Teknologi Transparan Soal Dampak Pusat Data

Kompas.com, 9 April 2026, 18:33 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber knowesg

KOMPAS.com-Para investor besar kini semakin menekan raksasa teknologi Amazon, Microsoft, dan Google untuk lebih transparan mengenai seberapa banyak air dan listrik yang digunakan pusat data mereka yang terus bertambah luas di seluruh Amerika Serikat.

Tuntutan ini muncul menjelang rapat pemegang saham, di mana kinerja lingkungan perusahaan diprediksi akan diperiksa lebih ketat.

Melansir Know ESG, Rabu (8/4/2026) para investor semakin khawatir bahwa perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) dan layanan cloud akan menguras sumber daya alam setempat, terutama di daerah-daerah yang sudah mengalami krisis air.

Beberapa proyek pusat data besar sudah mulai ditolak oleh warga setempat. Masyarakat khawatir pembangunan tersebut akan mengganggu pasokan listrik dan ketersediaan air bersih bagi warga.

Bagi para investor, masalah ini bukan lagi sekadar soal citra ramah lingkungan, melainkan sudah menjadi risiko nyata terhadap operasional, rencana modal, dan kelangsungan bisnis jangka panjang.

Baca juga: Pusat Data Picu Pulau Panas, Suhu Sekitar Melonjak Hingga 2 Derajat

Target Iklim Dipertanyakan

Kekhawatiran utama para investor adalah apakah perusahaan teknologi tersebut bisa menepati janji mereka untuk menjaga lingkungan, sementara di sisi lain mereka terus membangun infrastruktur besar-besaran untuk mendukung perkembangan AI.

Trillium Asset Management, perusahaan investasi dari AS yang merupakan pionir dalam investasi ESG, telah mengajukan tuntutan resmi agar Alphabet, induk perusahaan Google, menjelaskan bagaimana cara mereka mencapai target ramah lingkungan.

Pada tahun 2020, Alphabet berjanji akan memangkas emisi gas buang hingga setengahnya dan beralih ke energi bersih pada tahun 2030. Namun kenyataannya, sejak saat itu emisi perusahaan malah naik 51 persen, sehingga orang-orang ragu apakah janji tersebut masih bisa ditepati.

Kelompok investor menyatakan bahwa mereka butuh informasi yang lebih jelas untuk memahami bagaimana perluasan teknologi AI bisa berdampak pada janji perusahaan dalam menjaga iklim.

Sementara itu, Green Century Capital Management dilaporkan sedang bernegosiasi dengan Nvidia mengenai tuntutan serupa yang fokus pada risiko lingkungan akibat pengembangan AI.

Para investor berpendapat bahwa keuntungan jangka pendek dari inovasi AI jangan sampai merusak kestabilan iklim maupun keuangan di masa depan.

Baca juga: Deloitte: Booming Pusat Data Asia Pasifik Uji Ketahanan Sistem Energi Berbagai Negara

Laporan Perusahaan Teknologi

Kini, seberapa banyak air yang digunakan menjadi fokus utama dalam menilai apakah sebuah pusat data benar-benar ramah lingkungan.

Penelitian dari Mordor Intelligence memperkirakan bahwa pada tahun 2025, pusat-pusat data di Amerika Utara menghabiskan hampir 1 triliun liter air. Jumlah ini kira-kira sama dengan seluruh pemakaian air penduduk kota New York dalam satu tahun.

Meskipun perusahaan seperti Meta, Google, Amazon, dan Microsoft sudah memperkenalkan teknologi pendingin yang lebih hemat, para investor menilai laporan mereka masih belum jelas dan tidak konsisten.

Meta hanya melaporkan data penggunaan air untuk gedung milik mereka sendiri, tapi mengabaikan gedung yang mereka sewa atau yang masih dibangun. Akibatnya, penggunaan air Meta tercatat melonjak 51 persen antara tahun 2020 hingga 2024.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
'Hutan Bukan Mainan': Menanam Harapan Lintas Generasi di Sedekah Hutan 2026
'Hutan Bukan Mainan': Menanam Harapan Lintas Generasi di Sedekah Hutan 2026
LSM/Figur
Hari Gajah Sedunia 2026: Hilangnya Hutan Jadi Ancaman Terbesar Gajah Sumatra
Hari Gajah Sedunia 2026: Hilangnya Hutan Jadi Ancaman Terbesar Gajah Sumatra
LSM/Figur
Karbon, Hutan Adat, dan Keadilan Tertunda
Karbon, Hutan Adat, dan Keadilan Tertunda
Pemerintah
Berdayakan 50.000 Warga, Armawati Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi
Berdayakan 50.000 Warga, Armawati Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi
Swasta
Reformasi Subsidi Energi, Jalan Menuju Perlindungan yang Lebih Adil
Reformasi Subsidi Energi, Jalan Menuju Perlindungan yang Lebih Adil
LSM/Figur
Dampak Kekeringan, Perancis Batasi Pemakaian Air di 70 Persen Wilayahnya
Dampak Kekeringan, Perancis Batasi Pemakaian Air di 70 Persen Wilayahnya
Pemerintah
Integrasi Keberlanjutan, Praktik Baik Bangunan Hijau Sektor FMCG dan Farmasi
Integrasi Keberlanjutan, Praktik Baik Bangunan Hijau Sektor FMCG dan Farmasi
Swasta
Kisah Nurdini Prihastiti Membuka Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas
Kisah Nurdini Prihastiti Membuka Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas
LSM/Figur
Coca-Cola Sediakan Drop Box Botol PET di 20 Gerai M Mart
Coca-Cola Sediakan Drop Box Botol PET di 20 Gerai M Mart
Swasta
WHO Rilis Kerangka Kerja Keberlanjutan untuk Dekarbonisasi Sektor Farmasi
WHO Rilis Kerangka Kerja Keberlanjutan untuk Dekarbonisasi Sektor Farmasi
Pemerintah
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
Pemuda Desa Sumbersari Ubah Sampah Pasar Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi
LSM/Figur
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Kemenhut Petakan 6,28 Juta Hektare Perhutanan Sosial untuk Perdagangan Karbon
Pemerintah
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
Teknologi Fermentasi ITB Pangkas Waktu Pengolahan Kakao dari 14 Hari Jadi 2 Hari
LSM/Figur
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
875 Bibit Ditanam Serentak di Kawasan Konservasi NTT, Ada Mangrove hingga Nangka
Pemerintah
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Perusahaan Dinilai Belum Maksimal Siapkan Pekerja Hadapi Disrupsi AI
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau