Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

JPMorgan Beli Kredit Karbon, Targetkan Pangkas 85.000 Ton Emisi

Kompas.com, 15 April 2026, 09:30 WIB
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi


KOMPAS.com - Perusahaan keuangan global JPMorgan Chase menandatangani kesepakatan pembelian kredit karbon untuk mengurangi lebih dari 85.000 ton emisi karbon dioksida (CO2).

Kesepakatan ini dilakukan bersama perusahaan solusi iklim Anew Climate dan pengelola hutan Aurora Sustainable Lands.

Kredit karbon berasal dari proyek pengelolaan hutan di kawasan Pegunungan Appalachian, yang mencakup wilayah West Virginia dan Virginia, Amerrika Serikat. Tujuan lainnya, meningkatkan kemampuan hutan dalam menyerap dan menyimpan karbon dari atmosfer.

“Pendekatan berbasis alam kami dengan tujuan pengelolaan karbon memberikan manfaat nyata bagi iklim, sekaligus melindungi keanekaragaman hayati, habitat, kualitas air, dan integritas ekosistem," kata CEO Aurora Sustainable Lands, Jamie Houston dilansir dari ESG Today, Rabu (15/4/2026).

Baca juga: India Targetkan Produksi Baja 400 Juta Ton Sambil Pangkas Emisi 25 Persen

Kerja samanini juga akan memanfaatkan Platform Evaluasi Epoch milik Anew, yang menerapkan baseline dinamis pada portofolio IFM dengan menggunakan penginderaan jarak jauh beresolusi tinggi.

Selain itu, pelacakan karbon berbasis satelit, pembelajaran mesin, dan observasi lapangan untuk meningkatkan verifikasi dampak iklim.

Head of Operational Sustainability JPMorganChase, Taylor Wright mengaku pihaknya merasa senang bisa menambahkan kredit dari Proyek Kehutanan Little Bear sebagai portofolio penghilangan karbon perusahaan.

"Pendekatan baseline dinamis memberikan bukti kuat bahwa kredit ini memenuhi standar kualitas tinggi, sekaligus mendukung peran kami sebagai pembeli dan penjaga integritas pasar," tutur dia.

Sementara itu, Presiden Produk Lingkungan Anew Climate, Joshua Strauss menilai tren pasar kredit karbon kini semakin mengarah pada kualitas dan transparansi yang lebih tinggi.

Baca juga: 50 Persen Emisi Gas Rumah Kaca dari Industri, Ancam Kesehatan dan Lingkungan

Menurut dia, para pembeli besar kini tidak lagi sekadar membeli kredit karbon, tetapi juga memperhatikan metode perhitungan dan standar yang digunakan dalam proyek tersebut.

“Para pembeli terkemuka kini semakin memprioritaskan metodologi yang selaras dengan CCP dan baseline dinamis yang mampu memenuhi standar penilaian tertinggi. Anew dan Aurora bangga berada di garis depan pasar ini dan dapat menyediakan kredit berkualitas tinggi bagi JPMorganChase dan pembeli lainnya," ungkap Strauss.

Transaksi ini merupakan kesepakatan penghilangan karbon kedua yang diumumkan oleh JPMorgan Chase sepanjang April 2025. Sebelumnya, perusahaan menandatangani kesepakatan pembelian kredit karbon hingga 60.000 ton dengan startup cleantech Graphyte.

JPMorgan merupakan salah satu pembeli terbesar kredit penghilangan karbon di sektor perbankan dan menargetkan untuk menyeimbangkan setiap ton emisi gas rumah kaca operasional langsung (Scope 1) yang tidak dapat dikurangi dengan penghilangan karbon permanen pada 2030.

Aurora Sustainable Lands sendiri mengelola lebih dari 1,7 juta acre lahan hutan yang sebelumnya digunakan untuk penebangan industri.

Kini, lahan tersebut dikelola dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan agar bisa menyerap lebih banyak karbon sekaligus menjaga keanekaragaman hayati, kualitas air, dan ekosistem.

Proyek Aurora

Didirikan pada 2001 dan mayoritas dimiliki oleh platform investasi berdampak milik TPG, yakni TPG Rise, Anew Climate berbasis di Texas dan menyediakan solusi iklim untuk membantu perusahaan mengurangi jejak karbon serta memulihkan lingkungan.

Solusi tersebut mencakup teknologi dan pendekatan berbasis alam, serta pemasaran kredit lingkungan di pasar bahan bakar rendah karbon, karbon, energi terbarukan, serta emisi.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Dorong Budaya Hijau di Kampus, Unika Atma Jaya Raih Peringkat 34 UI GreenMetric Indonesia
Swasta
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan Mendesak Dilakukan untuk Mitigasi Krisis Iklim
Pemerintah
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
Akibat El Niño, Pakar IPB Ingatkan Risiko Lonjakan Harga Komoditas Hingga 2027
LSM/Figur
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
PT KAI Daop 7 Madiun Salurkan Dana TJSL Rp 445 Juta
Pemerintah
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Emisi Masa Lalu Bakal Tetap Panaskan Bumi Hingga Puluhan Tahun
Pemerintah
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
BCA Perluas Akses Kesehatan Mata untuk Lebih dari 3.500 Pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu
Swasta
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Perusahaan Tambang Punya tanggung Jawab Besar terhadap Dekarbonisasi
Pemerintah
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Aturan Offset Emisi Pertanian Hampir Terbit, Pembagian Manfaat untuk Petani Tunggu Juknis
Pemerintah
'Bijak Jajan Cinta Bumi', Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
"Bijak Jajan Cinta Bumi", Menanamkan Budaya Pemilahan Sampah Sejak Dini
Swasta
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
Perkuat Dampak Berkelanjutan, ASEAN Foundation dan SAP Beri Akses AI bagi Wirausaha Sosial ASEAN
LSM/Figur
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Ketahanan Keluarga Mampu Lindungi Anak dari Dampak Perubahan Iklim
Pemerintah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
Dilema Rumit Di Balik Sisa Makanan Berkuah
LSM/Figur
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Walikota New York Zohran Mamdani Denda DoorDash Rp 2,35 Triliun karena Pangkas Gaji Kurir
Pemerintah
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
Jaga Lingkungan, PLN UPT Pulogadung Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Limbah B3
BUMN
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
PBB Peringatkan Super El Niño Jadi Ancaman Serius bagi Kesehatan Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau