JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Lingkungan Hidup/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Jumhur Hidayat menganggap, pemerintah memiliki hutang kepada generasi Z (Gen Z) untuk menyelesaikan pencemaran lingkungan.
Ia menyebut, Gen Z berhak marah kepada pemerintah dan menagih janji penuntasan pencemaran lingkungan akibat buruknya tata kelola persampahan.
Ia menyinggung temuan mikroplastik dalam perut tujuh dari 10 ikan di salah satu teluk di Indonesia. Dari situ, ada kemungkinan besar mikroplastik dalam perut ikan akan ikut dimakan masyarakat Indonesia, termasuk Gen Z.
Baca juga: Jadi Menteri Lingkungan Hidup, Berapa Harta Jumhur Hidayat?
"Saya yakin utang pemerintah kepada generasi Z, Gen Z, itu besar sekali. Mereka berhak marah pada kami, berhak menagih kepada kita supaya dia tidak terlantar, tidak tertimpa malapetaka besar di kemudian hari," ujar Jumhur dalam Serah Terima Jabatan (Sertijab) Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH di Kantor KLH, Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2026).
Ia menggarisbawahi peran penting pemerintah dalam mencegah dan meminimalisir bencana yang akan datang atau katastrofe.
"Masa depan yang katastrofe itu apa ya? Kehancuran masa depan bagaimana memeranginya? Ya, kami ini yang memerangi, kami ini tentara-tentara supaya masa depan bagi mereka tidak rusak, kira-kira seperti itu," ucapnya.
Ia menekankan bahwa pemerintah sudah menjadikan penanganan persampahan sebagai kunci keberhasilan dari program prioritas nasional.
Ia berharap, permasalahan persampahan di Indonesia dapat tuntas dalam 2-3 tahun ke depan. Dalam penanganan permasalahan sampah, kata dia, akan diselesaikan dengan pendekatan berorientasi output dan bekerja sama lintas lembaga/Kementerian.
Baca juga: Pertumbuhan Ikan Global Terus Menurun Akibat Perubahan Lingkungan
"Asal tidak ada interest lain, kecuali interest ingin memastikan sampah itu dikelola dengan baik dan demi kebersihan. Kalau interest-nya itu, insyaallah semua beres kira-kira gitu," tutur Jumhur.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto melantik Jumhur Hidayat bersama empat pejabat baru lainnya dalam reshuffle kabinet pada Senin (27/4/2026).
Jumhur menggantikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH sebelumnya, Hanif Faisol, yang dirotasi menjadi Wakil Menteri Koordinator bidang Pangan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya