KOMPAS.com - Ikan sapu-sapu telah mendominasi perairan di Jakarta. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok memperkirakan populasi ikan sapu-sapu di seluruh perairan ibukota, bisa mencapai 80 persen.
"Ada beberapa target keberhasilan yang ingin kami capai dari Dinas KPKP, bahwa dalam jangka 2 tahun, populasi yang kami ketahui sampai dengan sekarang bisa mencapai 60 sampai 80 persen di perairan umum di Jakarta, bisa kami kendalikan dan selama 2 tahun menjadi 20 persen," ujar Hasudungan dalam webinar, Kamis (7/5/2026).
Setelah target pengendalian ikan sapu-sapu tercapai, Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta akan melaksanakan restocking berbagai spesies ikan lokal. Hasudungan berharap program restorasi ekosistem dapat meningkatkan keanekeragaman hayati di perairan Jakarta.
Baca juga: Mengandung Logam Berat, Efek Konsumsi Ikan Sapu-Sapu Muncul Jangka Panjang
Namun, dia mengakui bahwa tidak mungkin pengendalian populasi ikan sapu-sapu hanya dilaksanakan di Jakarta. Penangkapan ikan sapu-sapu secara massal tidak akan efektif jika tidak melibatkan Provinsi Jawa Barat. Ini mengingat, kawasan hulu dari sungai-sungai yang mengalir ke Jakarta berada di wilayah Jawa Barat.
"Jadi, apabila kamii kendalikan hanya di Jakarta, ternyata masih di daerah hulu ataupun di sekitar Jakarta, atau mungkin kemungkinan di Bekasi atau di Tangerang masih ada itu, saya rasa tidak efektif untuk memaksimalkan pengendalian tersebut," tutur Hasudungan.
Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta menggunakan strategi hilirisasi dengan mengolah ikan sapu-sapu menjadi produk yang lebih bernilai. Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengkaji potensi pemanfaatan ikan sapu-sapu dari hasil tangkapan sebagai produk non-pangan.
Ikan sapu-sapu hasil tangkapan berpotensi menjadi pupuk organik, pakan manggot, serta arang, dengan mempertimbangkan risiko cemaran logam yang disedot dan terakumulasi dalam tubuh spesies invasif itu.
"Juga ada langkah-langkah untuk hilirisasi (untuk produk) nonpangan yang sudah dilaksanakan ya," ucapnya.
Baca juga: Awas Ikan Sapu-sapu Rusak Ekosistem dan Ancam Ikan Lokal di Indonesia
Kata dia, pengendalian ikan sapu-sapu ke perairan juga berarti menurunkan tingkat kerusakan pada infrastruktur sumber daya air. Ini karena ikan sapu-sapu menggali lubang sarang di turap, tanggul, atau tebing sungai dan waduk untuk bertelur.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya